XRP mulai memunculkan sinyal pembalikan yang sebelumnya mendahului reli besar terakhirnya. Di saat pasar lebih luas bergerak pulih, aset ini justru masih tertinggal dari sejumlah altcoin besar lain meski ada indikasi bahwa tekanan bearish di derivatif mulai mencapai titik ekstrem.
Dalam sebulan terakhir, XRP naik 5,7%, tetapi kinerjanya masih kalah dari aset berkapitalisasi besar lain di luar stablecoin. Kenaikan itu juga lebih lemah dibanding reli Zcash, Toncoin, Ondo, dan Internet Computer, meski seorang analis on-chain menilai ada pola yang layak dicermati.
Tekanan bearish di pasar derivatif masih dominan
Analis Darkfost menyebut pasar kripto telah mengalami pergeseran yang nyata sejak awal Februari. Total3, indeks yang mengecualikan Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin, telah pulih sekitar $125 miliar setelah sebelumnya terkoreksi lebih dari $544 miliar.
Meski pasar pulih, para trader masih cenderung membuka posisi short. Darkfost mencatat funding rates XRP di Binance tetap menunjukkan “bearish bias” selama hampir tiga bulan, yang disebut sebagai rentang terpanjang dalam catatan terbaru.
Kondisi itu terjadi walau harga XRP sendiri naik 27% pada periode yang sama. Menurut Darkfost, konsensus bearish yang sangat kuat setelah koreksi lebih dari 60% kerap muncul menjelang pembalikan arah.
Ia menyoroti bahwa pola serupa sempat terjadi pada April 2025, saat XRP menyentuh $1,25. Setelah itu, pemulihan bullish memicu reli yang berujung pada kenaikan 126%.
Sinyal teknikal belum sepenuhnya sepakat
Di sisi teknikal, ada analis yang melihat kemiripan antara XRP dan fase kompresi pasar bearish yang sebelumnya terjadi pada Toncoin dan Ondo. Kedua aset itu kemudian mencatat breakout kuat, sehingga XRP dinilai berpotensi mengikuti pola serupa.
Namun, pandangan lain tetap berhati-hati. Seorang pengamat pasar menyoroti pola symmetrical triangle pada XRP, yang menunjukkan ketidakpastian arah tanpa memberi sinyal pasti ke atas atau ke bawah.
Harga XRP kini mendekati area apex dari pola tersebut, sehingga pergerakan tegas dinilai makin dekat. Breakout ke atas dapat memperkuat momentum, sementara penurunan dari pola itu bisa memicu tekanan jual tambahan.
“Semakin lama fase kompresi XRP saat ini berlangsung, semakin dekat kita ke apex menjelang akhir Mei, sehingga peluang penyelesaian yang menentukan makin besar. Rentangnya masih berlanjut,” kata analis tersebut.
Dengan kombinasi funding rates yang masih bearish, pemulihan pasar yang lebih luas, dan struktur teknikal yang makin menyempit, XRP kini berada di titik yang bisa menentukan arah berikutnya. Pasar tampaknya menunggu apakah tekanan jual yang berkepanjangan justru akan berubah menjadi pemicu pembalikan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
