Kamera Motorola Razr Fold Ternyata Menyapu Rival, Zoom 100x Jadi Senjata Utama

Motorola Razr Fold datang membawa kejutan yang jarang dikaitkan dengan ponsel Motorola: kamera yang begitu kuat sampai-sampai kemampuan zoom-nya terasa nyaris tidak masuk akal. Dalam pengujian foto yang dilakukan, hasilnya disebut sangat meyakinkan, bahkan untuk memotret objek yang nyaris tak terlihat oleh mata.

Itu penting karena Motorola selama ini tidak punya reputasi besar di sektor kamera. Namun pada Razr Fold, pendekatan itu berubah total, dan ponsel lipat ini justru tampil sebagai perangkat paling premium yang pernah dibuat Motorola di Amerika Utara.

Kamera utama yang lebih serius dari biasanya

Motorola memakai sensor Sony Lytia untuk kamera utama 50MP dan menambahkan validasi warna Pantone. Kombinasi ini ditujukan untuk menghasilkan warna yang lebih mendekati aslinya dan warna kulit yang lebih akurat, meski pemrosesan gambar kadang butuh beberapa detik sebelum hasil final muncul.

Dari tiga kamera yang ada, semuanya dinilai menghasilkan foto yang sangat menyenangkan dilihat. Gambar tampil terang, hidup, dan sangat cocok dengan layar Extreme AMOLED pada perangkat ini.

Dalam pencahayaan bagus, terutama di bawah matahari, kamera Fold bekerja paling optimal. Area gelap terlihat lebih terang dan bayangan keras ikut melunak, meski konsekuensinya hitam tidak setajam yang seharusnya.

Warna yang kuat, detail yang menonjol

Motorola juga cenderung memberi warna yang sangat punchy. Di beberapa situasi, hasilnya terasa terlalu berani, sehingga mode Normal lebih disarankan jika ingin tampilan yang lebih seimbang.

Di sisi lain, gambar tetap terlihat sangat detail dan dinamis. Pada kondisi low-light, hasil foto juga cenderung lebih cerah dengan noise yang minim.

Perangkat ini juga cukup baik saat menangkap gerakan. Subjek yang bergerak masih bisa tertangkap fokus dengan kamera utama, dan fitur Action Shot membuat hasilnya lebih jauh lagi dengan kemampuan memperjelas subjek yang bergerak cepat.

Zoom jadi senjata utama

Bagian paling mengejutkan justru ada di kamera zoom. Razr Fold membawa kamera telefoto 3x optical berbasis Sony Lytia 600, tetapi mampu melakukan Super Zoom hingga 100x.

Pada 3x, hasilnya disebut sebagai titik terbaik kamera ini. Foto terlihat tajam dan detail, tetapi performanya tetap impresif saat naik ke 6x dan 10x, bahkan dalam konser di ruangan yang cukup gelap.

Di atas 10x, kemampuan ponsel ini makin menonjol. AI bekerja keras untuk merapikan hasil pada 50x hingga 100x, dan proses itu menghasilkan foto yang jauh lebih berguna dari yang biasanya diharapkan dari zoom ekstrem.

Ada momen ketika perangkat ini mampu menangkap orang-orang di atas kapal yang nyaris tidak terlihat dengan mata. Pengalaman seperti itu membuat kemampuan zoom Razr Fold terasa lebih dari sekadar gimmick.

Bukan hanya unggul di atas kertas

Dalam perbandingan dengan Samsung Galaxy Z Fold 7, gap kualitas terlihat sangat lebar hampir di semua level zoom. Razr Fold disebut menang dalam detail, depth of field, dan kesan gambar yang lebih natural, sementara foto Galaxy Z Fold 7 sering terlihat datar dan khas kamera ponsel.

Samsung juga dibatasi hingga 30x zoom, dan hasil di atas 10x dinilai tidak lagi layak dipakai. Sebaliknya, Razr Fold masih sanggup menghasilkan foto yang bagus bahkan di 50x dan 100x.

Perbedaan itu juga terlihat pada kamera utama dan ultrawide. Razr Fold disebut memberi detail lebih baik, dynamic range yang kuat, dan warna yang lebih akurat berkat ilmu warna Pantone yang dipakai Motorola.

Pesaing dari luar Amerika Utara masih memberi perlawanan

Di luar Amerika Utara, persaingan lebih ketat karena pilihan foldable jauh lebih banyak. Salah satu lawan yang diuji adalah Honor Magic V6, dan di sana Razr Fold tetap mampu bersaing sangat baik.

Pada kamera utama dan ultrawide, Razr Fold sering sedikit unggul dalam detail, warna, dan dynamic range. Namun pada kisaran zoom sekitar 8x hingga 19x, hasilnya bisa bergantung pada kondisi, sehingga lawan seperti Honor kadang tampil lebih baik di situasi tertentu.

Menariknya, saat zoom ekstrem di atas 20x, AI generatif mulai mengambil peran besar. Fitur ini bisa dimatikan lewat pengaturan kamera jika ingin hasil yang lebih mentah, tetapi mode ini membantu membuat foto jarak jauh menjadi lebih berguna.

Motorola Razr Fold akhirnya memberi jawaban atas keraguan lama terhadap kamera Motorola. Bagi pengguna yang menginginkan foldable premium tanpa harus mengorbankan kualitas foto, perangkat ini kini terlihat seperti salah satu opsi paling kuat di kelasnya.

Berita Terkait

Back to top button