Ex Gelapkan Hampir Rp270 Juta Dari Kartu Kreditnya, The Ramsey Show Sarankan Lapor Fraud

Author: Qoo Media

Seorang perempuan asal Ohio membawa cerita yang langsung menyentuh dua isu besar: pengkhianatan dalam hubungan dan risiko finansial yang bisa menempel lama di rekening korban. Marie mengatakan mantan pacarnya yang tinggal serumah diam-diam menghabiskan hampir $17,000 lewat dua kartu kredit atas namanya.

Kasus ini menarik perhatian karena pengeluaran itu tidak muncul dalam satu transaksi besar. Uang dipakai untuk biaya rutin, asuransi mobil bersama, suku cadang mobil, dan kebutuhan pribadi lain, sementara tagihan kertas lebih dulu dicegat sebelum sampai ke tangannya.

Marie mengatakan semuanya bermula dari kartu yang ia serahkan ke perusahaan pengendalian hama untuk biaya bulanan berulang. Saat itu, sang pacar setuju menanggungnya sebagai bagian dari pengeluaran rumah tangga.

Namun, penggunaan kartu itu ternyata meluas jauh di luar kesepakatan awal. Saat Marie memeriksa keuangannya dengan lebih teliti, ia menemukan pengeluaran lain yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

Pada saat ia menyadarinya, saldo di satu kartu sudah membengkak mendekati $11,000. Di kartu kedua, sebuah akun Lowe’s yang bahkan tidak ia sadari sedang dipakai, tagihannya bertambah lagi sebesar $5,600.

Marie kemudian membayar sebagian dari tagihan tersebut sebelum menelepon acara itu. Meski begitu, ia masih menanggung sekitar $13,000 total atas namanya sendiri.

Mengapa posisi Marie rumit

Pembawa acara menilai kasus ini tidak sesederhana pencurian kartu biasa. Co-host Rachel Cruze menegaskan bahwa jika seseorang memberi kartu kreditnya secara sukarela, lalu pasangan tidak membayar tagihan, persoalannya bisa lebih sulit dijadikan dasar hukum.

Saran yang diberikan adalah menghubungi kedua perusahaan kartu kredit dan menandai transaksi tertentu sebagai tidak sah. Tetapi masalahnya, penggunaan kartu itu tetap kembali ke tindakan awal Marie yang telah menyerahkan kartunya.

Consumer Financial Protection Bureau menjelaskan bahwa penggunaan tak sah adalah penggunaan kartu oleh seseorang yang tidak berhak memakainya. Namun, jika pemegang kartu memang memberi izin memakai kartu itu, penggunaan tersebut dianggap sah sampai pemegang kartu memberi tahu penerbit kartu bahwa orang itu აღარ boleh lagi memakai akun tersebut.

Nuansa itu membuat sebagian transaksi Marie sulit diperdebatkan sebagai fraud. Biaya asuransi mobil dan pembelian suku cadang pada kartu awal dapat dianggap lebih rumit untuk dibantah daripada yang terlihat sekilas.

Kartu Lowe’s berada dalam posisi yang lebih kuat untuk klaim penipuan. Marie tidak mengetahui bahwa akun itu dipakai, sehingga transaksi di sana lebih dekat ke definisi penggunaan tanpa izin.

Langkah yang disarankan

The Ramsey Show menyarankan Marie memutus seluruh akses finansial mantan pacarnya. Itu berarti menutup akun yang sudah terkompromi dan membekukan kredit di tiga biro utama, yaitu TransUnion, Equifax, dan Experian.

Mereka juga mendorong Marie untuk mengajukan sengketa secara tertulis kepada penerbit kartu, bukan hanya lewat telepon. National Consumer Law Center menilai pemberitahuan tertulis atas kesalahan penagihan punya keunggulan dibanding laporan verbal saja.

Consumer Financial Protection Bureau juga mencatat bahwa bila penggunaan tak sah terjadi sebelum kartu dilaporkan hilang, tanggung jawab maksimal biasanya $50. Banyak perjanjian pemegang kartu bahkan menetapkan tanggung jawab nol, dan jika nomor akun dipakai tanpa sepengetahuan pemilik sementara kartu fisik tidak pernah hilang, umumnya tidak ada tanggung jawab sama sekali.

Masalah yang lebih luas dari sekadar satu pasangan

Kasus Marie juga cocok dengan pola yang sudah dikenal dalam kekerasan finansial. Pennsylvania Coalition Against Domestic Violence menyebut kekerasan finansial terjadi dalam sebagian besar hubungan abusif, sementara 78% warga Amerika tidak mengenalinya sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

Penyalahgunaan kredit pasangan tanpa sepengetahuan pemiliknya termasuk dalam definisi itu. Artinya, apa yang dialami Marie bukan hanya persoalan utang, tetapi juga contoh bagaimana kontrol finansial bisa berjalan diam-diam dalam hubungan.

Di luar konteks hubungan pribadi, kasus penipuan kartu kredit juga tetap luas terjadi. Security.org melaporkan sekitar satu dari tiga orang dewasa di AS mengalami biaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan total perkiraan $6.1 miliar dalam transaksi tidak sah.

Laporan yang sama menyebut 22% korban penipuan mengalami biaya berulang dari sumber yang sama. Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dan membuat kasus seperti yang dialami Marie terasa semakin relevan bagi banyak pembaca.

Terbaru