Spesifikasi Samsung Galaxy A37, A57, dan S26 dengan Fast Charging 45W yang Lebih Cepat

Samsung siap membawa perubahan besar pada lini smartphone terbarunya di awal tahun 2026. Seri Galaxy A37 dan A57 akan mendapatkan peningkatan penting berupa fast charging 45W, sebuah fitur yang selama ini hanya ditemukan di model flagship Galaxy S-series.

Galaxy A37 5G yang memakai kode SM-A376 diotaki oleh chipset Exynos 1480 dengan GPU Xclipse 530 berbasis AMD RDNA. Hal ini menjanjikan peningkatan performa grafis untuk aktivitas gaming ringan dan multitasking. Peningkatan paling mencolok terdapat pada kapasitas baterai yang mencapai 4.905 mAh dan sudah mendukung pengisian cepat 45W, lebih cepat dibanding generasi sebelumnya yang hanya 25W.

Galaxy A57 5G (SM-A576) dipersiapkan sebagai perangkat upper-midrange dengan chipset Exynos 1680 dan GPU Xclipse 550. Model ini menawarkan opsi RAM hingga 12 GB dan sudah menjalankan Android 16 dari awal. Seperti Galaxy A37, Galaxy A57 juga akan hadir dengan fast charging 45W yang merupakan loncatan fitur dari standar 25W seri A5x terdahulu.

Pada lini flagship, Samsung Galaxy S26+ (SM-S947) dirumorkan akan hadir tanpa versi Edge atau Pro, mengembalikan konfigurasi tiga model klasik. Smartphone ini membawa baterai 4.755 mAh dengan pengisian cepat 45W dan kemungkinan menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 5 atau Exynos 2600. Meskipun kapasitas baterai tampak sedikit lebih kecil dari model A, optimasi chipset flagship biasanya memberikan efisiensi daya lebih baik.

Tabel Perbandingan Spesifikasi:

1. Galaxy A37 5G:
– Chipset: Exynos 1480 (Xclipse 530)
– RAM: 6/8 GB
– Baterai: 4.905 mAh
– Fast Charging: 45W
– OS: Android 16

2. Galaxy A57 5G:
– Chipset: Exynos 1680 (Xclipse 550)
– RAM: 8/12 GB
– Baterai: Estimasi 5.000 mAh
– Fast Charging: 45W
– OS: Android 16

3. Galaxy S26+:
– Chipset: Snapdragon 8 Gen 5 / Exynos 2600
– RAM: 12 GB
– Baterai: 4.755 mAh
– Fast Charging: 45W
– OS: Android 16 / One UI 8

Dari sisi keunggulan, semua perangkat mendapatkan standar pengisian 45W, yang merupakan peningkatan signifikan dan menunjukkan strategi Samsung dalam mengejar pesaing Tiongkok yang menawarkan pengisian daya lebih tinggi di kelas menengah. Dalam hal grafis, pemakaian GPU AMD di seri A menjadi fitur unik yang perlu diapresiasi. Mendapatkan Android 16 terbaru juga menjadi nilai tambah untuk jaminan pembaruan sistem jangka panjang.

Namun, ada beberapa catatan, seperti kapasitas baterai Galaxy S26+ yang tidak mengalami peningkatan berarti dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, penggunaan chipset Exynos masih menjadi perdebatan di beberapa pasar, termasuk Indonesia, terkait performa dan ketersediaan varian chipset Snapdragon di wilayah lain.

Bocoran ini menjadi penting karena memperlihatkan perubahan signifikan dari Samsung dalam menyetarakan fitur premium pada lini kelas menengah. Penambahan fast charging 45W ke seri A sekaligus mengindikasikan bahwa Samsung menghadapi persaingan ketat dari brand yang menawarkan pengisian daya hingga 100W di kisaran harga serupa. Strategi ini juga tercermin dari keputusan menyederhanakan lini S26 menjadi tiga model saja, untuk meminimalisir kebingungan konsumen.

Untuk jadwal peluncurannya, Galaxy A37 dan A57 5G diperkirakan akan diumumkan antara awal hingga pertengahan Februari 2026. Sedangkan seri Galaxy S26 akan diperkenalkan pada akhir Februari 2026. Di Indonesia, kehadiran unit resmi biasanya menyusul dalam 1-2 minggu setelah peluncuran global.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul antara lain:
1. Galaxy A57 5G kemungkinan besar akan mendukung fitur eSIM menyesuaikan pasar global.
2. Adaptor charger 45W kemungkinan besar tidak disertakan dalam kotak sesuai tren kebijakan ramah lingkungan Samsung.
3. Varian Galaxy S26+ untuk Indonesia kemungkinan besar menggunakan chipset Exynos, mengingat kebiasaan dan distribusi pasar sebelumnya.

Dengan peningkatan teknologi pengisian daya dan chipset terbaru, Samsung menyiapkan persaingan ketat di segmen kelas menengah dan flagship pada tahun 2026. Fitur-fitur yang dibawa menjanjikan pengalaman pengguna yang lebih cepat dan responsif, terutama dalam aktivitas multimedia dan gaming.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version