5 Hero MLBB Populer di Ranked tapi Gagal Bersinar di M7, Ini Alasannya!

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) masih menjadi favorit banyak pemain di mode ranked. Namun, hero yang populer di ranked belum tentu mendapat tempat di turnamen besar seperti M7 World Championship (M7). Pro player dan coach menggunakan strategi yang berbeda, sehingga beberapa hero laris di ranked malah jarang dipakai di M7.

Berikut ini lima hero yang ramai dipakai di ranked tetapi kurang laku di M7. Faktor utama biasanya karena kurangnya mobilitas, kurang cocok dengan meta turnamen, atau sulit bersaing dengan draft profesional yang ketat.

1. Cyclops: Kurangnya mobilitas jadi masalah penting
Cyclops adalah hero mage lama yang cukup populer di ranked. Ia dikenal mudah dimainkan dan mengandalkan skill Planet Attack serta Star Power Lockdown untuk burst damage. Data terbaru menunjukkan Cyclops memiliki pick rate sebesar 2,07 persen di ranked pada Januari 2026. Namun, di M7, Cyclops jarang dipilih karena tidak memiliki skill escape. Ini membuatnya rentan ganking dari hero burst dan assassin seperti Fanny dan Lancelot.

2. Lesley: Rentan jadi sasaran tanpa skill blink
Lesley adalah marksman assassin andalan yang mengandalkan critical damage dan skill jarak jauh. Di ranked, Lesley dicintai dengan pick rate sekitar 1,71 persen berkat kemudahan mekanik. Sayangnya, di M7, hero ini hampir tidak dipakai karena tidak memiliki blink. Ketiadaan kemampuan mobilitas tersebut membuatnya sangat rentan terhadap tekanan agresif dan ganking dari tim lawan. Lesley hanya tercatat digunakan tiga kali di M4 dengan satu kemenangan.

3. Angela: Mudah diantisipasi dan sering di-counter
Angela menduduki posisi populer di ranked dengan pick rate 1,7 persen. Hero support ini unggul dalam healing dan memiliki mekanik sederhana, sehingga ramah untuk pemain baru. Namun, di M7, Angela tidak mendapat tempat. Draft yang dipenuhi hero burst damage dan crowd control membuat Angela mudah di-counter. Selain itu, kebutuhan koordinasi ketat di level profesional membuatnya sulit memberi kontribusi optimal.

4. Sun: Strategi split push sulit diaplikasikan di pro scene
Sun adalah hero fighter yang efektif untuk split push. Ia digemari di ranked dengan pick rate sekitar 1,67 persen. Skill seperti Endless Variety dan Clone Techniques memperkuat kemampuannya mengelabui lawan. Namun, gaya bermain Sun kurang sesuai dengan kebutuhan map awareness ketat dan kedisiplinan di level turnamen internasional. Akibatnya, mayoritas pertandingan di M7 kurang memberi ruang bagi Sun berkembang.

5. Gusion: Risiko tinggi di level profesional
Gusion memiliki pick rate 1,66 persen di ranked dan masih digemari player public yang mengandalkan mekanik tinggi serta permainan cepat. Skill ultimate Incandescence memungkinkan eksekusi kilat terhadap marksman dan mage jika kombo dijalankan tepat sasaran. Meski pernah dimainkan di M4 dan M5, tingkat risiko Gusion terlalu tinggi di level pro karena sulit menembus pertahanan backline yang ketat. Strategi team fight yang dipakai pro player tidak banyak memberikan peluang bagi Gusion untuk bersinar.

Mengapa perbedaan ini bisa terjadi?
Perbedaan utama antara hero populer di ranked dan pro scene adalah kebutuhan strategi tim dan draft. Di turnamen dunia seperti M7, draft disusun dengan perhitungan mikro dan makro yang matang. Koordinasi, sinergi antar hero, serta penguasaan peta menjadi faktor kritis yang mempengaruhi pilihan hero. Hero dengan mobilitas rendah, kemampuan escape terbatas, atau gaya bermain late game kadang dianggap kurang efektif.

Sebagai contoh, mekanisme split push Sun tidak sejalan dengan fokus tim pro pada map control dan team fight yang terorganisir. Angela yang mudah di-counter oleh hero burst dan CC juga kurang diminati karena draft lawan telah menyesuaikan strategi pressurize yang menyulitkan roam support.

Upaya mengatasi ketimpangan ini dapat dilakukan melalui inovasi draft, seperti sistem global ban pick dan fearless draft yang memungkinkan tim bereksperimen memilih hero non-meta. Dengan begitu, beberapa hero yang masih populer di ranked bisa mendapatkan kesempatan lebih besar di panggung M7 maupun turnamen internasional lain.

Memahami bahwa popularitas hero di ranked tidak selalu mencerminkan performa optimal di level profesional penting untuk pemain yang ingin mendalami strategi game. Pemilihan hero yang tepat di turnamen tidak hanya berdasarkan damage atau kemudahan penggunaan, tapi harus mempertimbangkan sinergi tim, mobilitas, dan penguasaan peta secara kolektif. Meski demikian, hero seperti Cyclops, Lesley, Angela, Sun, dan Gusion tetap jadi pilihan favorit di ranked karena kemudahan mekanik serta potensi carry yang besar terutama bagi pemain solo.

Informasi ini menunjukkan pentingnya adaptasi gaya bermain dan pemilihan hero sesuai konteks pertandingan. Dengan mengetahui perbedaan ini, pemain dapat meningkatkan pemahaman meta game baik di ranked maupun saat menonton turnamen dunia MLBB seperti M7.

Berita Terkait

Back to top button