Telkomsel Siap Registrasi SIM Biometrik Mulai 2026, Jamin Keamanan Data Wajah Sesuai Standar Internasional

Telkomsel resmi mengumumkan kesiapan menjalankan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik wajah mulai Januari 2026. Proses ini merupakan tindak lanjut atas keluarnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 yang mewajibkan implementasi metode baru tersebut.

Pendaftaran dengan biometrik ini awalnya akan dilaksanakan melalui gerai GraPARI Telkomsel sebagai kanal utama, guna memastikan pendampingan dan verifikasi langsung oleh petugas. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan dan memastikan validitas data pelanggan secara efektif.

Penegasan Jaminan Keamanan Data Biometrik

VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Fahmi Abdullah, menegaskan bahwa keamanan data biometrik pelanggan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan registrasi SIM ini. Data wajah yang diambil akan diproses dan disimpan dengan standar perlindungan data internasional yang ketat.

Telkomsel telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan ISO 27701 untuk Sistem Manajemen Perlindungan Data Pribadi. Kedua sertifikasi ini menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi standar global dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan keamanan informasi pelanggan.

Selain itu, teknologi biometrik yang digunakan sudah dilengkapi fitur liveness detection guna memastikan keaslian wajah yang dipindaian. Fitur ini membantu menekan risiko penggunaan data palsu atau penyalahgunaan identitas saat registrasi kartu SIM.

Implementasi Bertahap dan Dukungan Program SEMANTIK

Registrasi SIM berbasis biometrik oleh Telkomsel akan berjalan secara bertahap, dengan masa transisi hingga Juli 2026. Pemerintah menargetkan seluruh operator seluler menerapkan metode ini untuk meningkatkan validasi identitas pengguna dan memberantas praktik penipuan daring.

Program ini dikenal dengan nama “Senyum Nyaman dengan Biometrik” atau SEMANTIK. Salah satu aturan penting dalam program ini adalah kartu perdana harus dijual dalam kondisi tidak aktif, kemudian baru bisa diaktifkan melalui proses pendaftaran biometrik.

Telkomsel menyatakan kesiapan sistem, SDM, serta operasional gerai untuk mendukung kelancaran registrasi biometrik selama masa transisi. Penggunaan GraPARI sebagai kanal utama di tahap awal dipilih agar pelanggan mendapatkan pendampingan maksimal dan minim kendala teknis saat verifikasi data.

Secara bertahap, mekanisme registrasi biometrik akan diperluas ke kanal lain sesuai regulasi dan kesiapan teknis Telkomsel. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses kepada seluruh pelanggan di berbagai daerah di Indonesia.

Signifikansi dan Dampak Registrasi SIM Biometrik

Dengan implementasi registrasi kartu SIM menggunakan data biometrik, penyalahgunaan identitas pelanggan dapat diminimalkan secara signifikan. Langkah ini juga memperkuat perlindungan data pribadi sekaligus meningkatkan keamanan ekosistem telekomunikasi digital di Indonesia.

Peningkatan validasi identitas pelanggan diharapkan menekan angka penipuan yang selama ini banyak terjadi melalui layanan seluler. Regulator dan operator bertujuan menciptakan layanan yang lebih aman dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.

Telkomsel terus memastikan bahwa seluruh proses registrasi berjalan sesuai regulasi, tata kelola data, dan praktik terbaik industri telekomunikasi. Seluruh komponen sistem yang digunakan sudah memenuhi ketentuan serta standar internasional terkait privasi dan keamanan data biometrik.

Informasi detail mengenai implementasi registrasi SIM biometrik dan jaminan perlindungan data pelanggan telah disampaikan melalui pernyataan resmi Telkomsel pada awal Februari. Operator ini siap mendukung suksesnya program SEMANTIK untuk menjamin keamanan layanan bagi jutaan pelanggan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button