
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meningkatkan upaya mitigasi penipuan digital menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Fokus utama pengawasan adalah penertiban perangkat pemancar ilegal atau fake base transceiver station (fake BTS) yang jadi sarana sindikat penipuan.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa penipuan daring biasanya meningkat signifikan saat momen hari raya. Fake BTS memungkinkan pelaku mengirim SMS palsu secara massal seolah dari sumber resmi. “Mau lebaran itu pasti scam akan bertambah. Termasuk fake BTS,” ujar Meutya dalam acara bersama media pada akhir Februari 2026.
Ancaman Fake BTS dan Modus Penipuan Berkembang
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menegaskan pentingnya penanganan fake BTS. Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, mengungkapkan perangkat ilegal ini masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Mereka sering dipakai untuk modus penipuan beragam sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Marwan memaparkan, teknologi pelaku yang makin canggih menyulitkan deteksi keberadaan fake BTS. Penanganan perangkat ini menjadi fokus utama koordinasi antara pemerintah dan operator telekomunikasi. Menurutnya, penertiban fake BTS adalah langkah krusial agar aktivitas penipuan berkurang.
Selain itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penipuan transaksi belanja, fake call, serta skema hadiah palsu dan lowongan kerja fiktif masih mendominasi kasus penipuan digital. Modus lain seperti love scam, investasi bodong, phishing, social engineering, dan pinjaman online fiktif juga marak.
Risiko Kerugian dan Perlindungan Masyarakat
Penggunaan fake BTS dapat memanipulasi identitas pengirim SMS sehingga pesan tampak resmi padahal berisi link berbahaya. Hal ini meningkatkan risiko kebocoran data pribadi dan kerugian finansial. Komdigi dan ATSI memberikan sejumlah tips untuk menghindari penipuan digital:
- Waspadai pesan singkat dan panggilan dari nomor tidak dikenal, terutama yang menawarkan hadiah atau meminta data penting.
- Belanja daring hanya lewat platform e-commerce resmi dengan reputasi baik dan sertifikat keamanan HTTPS.
- Jangan klik tautan mencurigakan yang diterima via SMS, WhatsApp, atau email.
- Lindungi data pribadi, jangan berikan nomor KTP, rekening bank, PIN, OTP, atau password kepada pihak tidak dikenal.
- Segera laporkan aktivitas penipuan ke Kominfo, OJK, atau kepolisian.
- Gunakan aplikasi WhatsApp resmi dari toko aplikasi terpercaya dan hindari menginstal APK dari sumber tidak resmi.
Kolaborasi dan Edukasi sebagai Kunci Mitigasi
Penertiban dan pengawasan fake BTS membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan aparat penegak hukum. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai modus penipuan terbaru harus terus digalakkan.
Peningkatan kesadaran publik agar lebih kritis dan waspada setiap menerima pesan digital menjadi perlindungan utama. Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak negatif penipuan, terutama selama Ramadan hingga Lebaran 2026.









