
Samsung dikabarkan akan segera meluncurkan kacamata pintar berbasis AI pada tahun ini. Produk baru yang tengah menjadi tren ini dipastikan hadir, namun tanpa fitur utama yang justru diandalkan oleh para pesaingnya di pasar kacamata pintar seperti Meta maupun Lenovo.
Informasi ini diperoleh langsung dari Jay Kim, Executive Vice President bisnis mobile Samsung, dalam wawancaranya dengan CNBC. Jay Kim menjelaskan bahwa kacamata AI tersebut akan membawa kamera sejajar mata, sebuah fitur yang kini umum di perangkat smart glasses. Kamera ini akan terhubung dengan ponsel pintar untuk memproses data visual secara langsung melalui perangkat utama pengguna.
Fitur yang Hilang di Kacamata AI Samsung
Salah satu poin mencolok dari perangkat Samsung adalah absennya layar built-in di dalam kacamata. Jay Kim mengungkapkan bahwa Samsung memilih tidak menanamkan layar pada kacamata AI ini, berbeda dengan produk kompetitor seperti Meta Ray-Ban Display dan Lenovo AI Glasses V1 yang mengandalkan layar immersive sebagai fitur utamanya. Selain itu, Rokid Glasses juga menawarkan pengalaman AR dengan layar built-in di bobot yang ringan.
Ketika diminta konfirmasi, Jay Kim memang tidak secara spesifik menyatakan bahwa perangkat ini benar-benar tanpa layar. Namun, ia menegaskan bahwa Samsung memiliki perangkat lain yang menyediakan fitur layar jika dibutuhkan pengguna. Keputusan ini menunjukkan pendekatan Samsung yang berbeda dalam merancang perangkat wearable AI, yaitu mengutamakan pengalaman pengguna yang simpel dan fokus pada fungsi AI serta konektivitas kamera.
Spesifikasi dan Kemitraan Teknologi
Sejumlah bocoran spesifikasi telah mengemuka melalui lembaga riset independen, meskipun detail resminya belum diumumkan oleh Samsung. Perangkat kacamata AI ini disebut-sebut akan menggunakan prosesor Qualcomm AR1, kamera Sony IMX681 dengan resolusi 12 MP, baterai berkapasitas 155 mAh, serta bobot hanya sekitar 50 gram. Dengan dukungan bobot yang ringan, perangkat ini dirancang untuk bisa digunakan dalam waktu lama tanpa membebani pengguna.
Untuk kecerdasan buatan, kacamata pintar Samsung didukung oleh teknologi Google Gemini. Kolaborasi Samsung dengan Google, Gentle Monster, dan Warby Parker yang telah diumumkan sejak tahun lalu menjadi fondasi pengembangan perangkat ini, dengan tujuan menciptakan kacamata pintar yang berbeda dan mampu bersaing di pasar global.
Perbandingan dengan Kacamata AI Lain
Berdasarkan tren saat ini, berbagai produsen menghadirkan kacamata AI berbasis AR dengan keunggulan layar terintegrasi. Berikut perbandingan fitur utama beberapa merek:
- Meta Ray-Ban Display: Dilengkapi layar terintegrasi untuk menampilkan informasi visual secara langsung.
- Lenovo AI Glasses V1: Memiliki layar built-in dan diluncurkan di pasar akhir tahun lalu.
- Rokid Glasses: Menawarkan pengalaman Augmented Reality dengan bobot ringan dan fitur layar yang dapat menampilkan data real-time.
- Samsung AI Glasses: Tidak memiliki layar, mengandalkan kamera dan pemrosesan data di perangkat eksternal.
Pilihan Samsung untuk tidak menggunakan layar menunjukkan pendekatan desain yang lebih sederhana dan efisien. Perangkat ini dapat menjadi solusi bagi pengguna yang mengutamakan privasi, kepraktisan, atau tidak memerlukan tampilan visual langsung di kacamata.
Jadwal Rilis dan Harga
Samsung telah mengonfirmasi rencana peluncuran kacamata AI ini pada tahun ini. Namun, pihak perusahaan belum memberikan detail waktu atau kisaran harga resmi di pasar. Data dari firma riset menyebut perangkat ini sempat dijadwalkan rilis pada kuartal ketiga tahun lalu, namun peluncuran tersebut tidak terealisasi.
Para pengamat menilai, kehadiran Samsung di segmen kacamata AI akan memberikan warna baru di pasar perangkat pintar. Dukungan ekosistem perangkat Samsung dan integrasi teknologi Google diyakini jadi keunggulan utama dibanding pesaing. Jika melihat tren pasar, kacamata pintar tanpa layar ini mungkin akan menjadi alternatif yang menarik bagi pengguna yang lebih fokus pada fungsionalitas AI dan keterhubungan kamera.
Adopsi kacamata AI oleh Samsung menjadi bukti bahwa persaingan di dunia wearable device kian dinamis. Perusahaan terus melakukan inovasi dengan strategi berbeda dibanding kompetitor, bersiap menawarkan alternatif bagi konsumen yang mencari perangkat wearable pintar dengan fitur unik namun tetap terintegrasi dengan ekosistem perangkat digital yang sudah ada.
Source: www.notebookcheck.net







