NASA akhirnya merilis foto pertama Bumi yang diambil langsung oleh kru misi Artemis II dari dalam kapsul Orion, dan hasilnya memicu reaksi yang tidak biasa dari para astronaut. Mereka bukan hanya terpukau, tetapi juga sampai menunda waktu makan karena terus menatap pemandangan Bumi dari luar angkasa.
Momen itu terjadi saat kru Artemis II mengambil gambar menggunakan tablet berkamera dari dalam Orion, pesawat antariksa yang akan membawa mereka dalam penerbangan uji mengelilingi Bulan. Salah satu foto memperlihatkan Bumi utuh dalam satu bingkai, termasuk momen matahari terbenam di balik lengkung planet yang menurut NASA menjadi pengingat sederhana bahwa sejauh apa pun manusia melangkah, rumahnya tetap satu.
Bumi dari jendela Orion
Foto-foto yang dirilis NASA memperlihatkan perspektif yang sangat jarang terlihat manusia, yakni pandangan penuh terhadap Bumi dari ruang angkasa. Dari jendela Orion, planet biru itu tampak kecil namun hidup, dengan garis cahaya yang memisahkan siang dan malam secara jelas.
Pada pengambilan berikutnya, sisi malam Bumi terlihat sangat terang berkat cahaya kota yang menyebar di permukaan planet. Kontras itu membuat Bumi tampak seperti titik biru pucat di tengah gelapnya ruang angkasa, sekaligus memperlihatkan betapa aktif dan padatnya kehidupan manusia di permukaannya.
Reaksi para astronaut saat melihat Bumi
Christina Koch, spesialis misi Artemis II, mengatakan pengalaman itu sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia menyebut tidak ada pelatihan yang benar-benar bisa mempersiapkan seseorang untuk melihat seluruh planet dari satu jendela.
“Melihat seluruh planet dari satu jendela, lalu tahu kami akan melihat bulan dengan cara yang sama—itu luar biasa,” ujar Koch. Ia juga menegaskan bahwa melihat rumah manusia bersinar pada siang dan malam hari memberi kesan yang tak tergantikan.
Komandan misi Reid Wiseman juga mengaku terdiam saat melihat Bumi dari kutub ke kutub. Menurutnya, pemandangan itu memperlihatkan Afrika, Eropa, hingga aurora dalam satu pandangan, dan seluruh kru langsung terdiam karena takjub.
Sampai lupa makan karena terus memotret
Yang paling menarik dari pengalaman itu adalah reaksi kru saat waktu makan pertama tiba. Bukannya duduk dan makan, mereka justru terus memotret pemandangan Bumi yang mereka lihat dari kapsul Orion.
Astronaut Jeremy Hansen mengatakan tidak satu pun dari mereka bisa fokus pada makanan. “Kami melihat sisi gelap Bumi yang diterangi cahaya bulan. Tidak ada satu pun dari kami yang bisa makan,” ujarnya.
Hansen menambahkan bahwa Reid Wiseman bahkan sudah merasa tidak tahan lagi karena momen tersebut terlalu luar biasa untuk dilewatkan. Antusiasme mereka juga sempat membuat jendela Orion kotor karena terlalu sering disentuh, hingga Wiseman meminta prosedur pembersihan.
Mengapa foto ini penting bagi NASA
Bagi NASA, foto-foto ini bukan sekadar dokumentasi indah dari misi luar angkasa. Gambar tersebut juga berfungsi sebagai pengingat bahwa Bumi adalah satu-satunya rumah yang diketahui manusia, dan perspektif dari luar angkasa bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap planet ini.
Misi Artemis II sendiri menjadi bagian penting dari program Artemis, yang dirancang untuk menguji kemampuan Orion dan sistem pendukungnya sebelum misi berawak berikutnya ke Bulan. Foto-foto perdana dari luar angkasa itu memberi gambaran awal tentang bagaimana kru akan melihat Bumi dan Bulan dalam perjalanan mereka nanti.
- Artemis II adalah misi berawak kedua dalam program Artemis.
- Kru mengambil foto dari dalam kapsul Orion menggunakan tablet berkamera.
- Salah satu foto menampilkan Bumi utuh dalam satu bingkai.
- Kru mengaku sampai menunda makan karena terlalu terpukau.
- NASA menilai foto tersebut sebagai pengingat bahwa Bumi adalah satu rumah bagi manusia.
Pemandangan Bumi dari luar angkasa itu memperlihatkan bukan hanya keindahan visual, tetapi juga efek emosional yang kuat bagi para astronaut. Bagi kru Artemis II, momen ketika melihat planet asal mereka dari Orion menjadi pengalaman yang mengubah cara mereka memandang rumah, kehidupan, dan ruang angkasa sekaligus.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com