
Penjualan prosesor desktop di pasar ritel Jerman kembali menunjukkan tekanan tajam, terutama untuk Intel. Data terbaru dari pelacak pasar TechEpiphany yang mengamati penjualan Mindfactory memperlihatkan bahwa pelemahan yang sempat terlihat sebelumnya belum mereda.
Dalam dua pekan pengamatan terbaru, AMD masih mendominasi sangat kuat, sementara Intel hanya mengambil porsi kecil dari total unit dan pendapatan. Situasi ini penting karena Mindfactory kerap dipakai sebagai salah satu indikator minat pasar PC rakitan atau DIY di Eropa, meski tidak mewakili pasar global secara penuh.
Penurunan makin dalam di Mindfactory
Menurut data yang dikutip dari TechEpiphany, penjualan CPU di Mindfactory pada pekan ke-13 disebut sebagai yang terendah sepanjang pencatatan. Kondisi itu ternyata berlanjut pada pekan ke-14 dan ke-15, bahkan disebut sebagai penurunan paling curam yang pernah terlihat dalam satu dekade pelacakan.
Pernyataan yang paling menyita perhatian datang dari TechEpiphany, yakni “have never seen such a steep decline” setelah 10 tahun memantau penjualan CPU. Kutipan ini menegaskan bahwa pelemahan saat ini bukan sekadar perlambatan biasa, melainkan kontraksi yang sangat tajam di kanal ritel tertentu.
AMD unggul jauh, Intel tertinggal
Dalam periode dua pekan tersebut, Mindfactory tercatat menjual 860 unit AMD Ryzen dengan average selling price atau ASP €390. Pada periode yang sama, Intel hanya membukukan 140 unit CPU dengan ASP €246.
Dari sisi pendapatan, jaraknya juga sangat lebar. CPU AMD menyumbang 90,26% dari total pendapatan, sedangkan prosesor Intel hanya berkontribusi 9,74%.
Berikut ringkasan data utamanya:
- AMD Ryzen terjual: 860 unit
- Intel CPU terjual: 140 unit
- ASP AMD: €390
- ASP Intel: €246
- Pangsa pendapatan AMD: 90,26%
- Pangsa pendapatan Intel: 9,74%
Angka tersebut menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, volume penjualan Intel masih jauh di bawah AMD, dan kedua, nilai transaksi rata-rata produk Intel juga lebih rendah pada kanal ritel ini.
Generasi CPU terlaris
Jika dilihat per generasi produk, AMD Zen 5 menjadi lini yang paling banyak dibeli. Total penjualannya mencapai 645 unit, unggul cukup jauh atas generasi lain yang beredar di retailer tersebut.
Di bawahnya ada AMD Zen 4 dengan 105 unit. Sementara itu, Intel Core Ultra 200 mencatat 90 unit dan menjadi lini Intel yang paling menonjol dalam data ini.
Tabel sederhananya sebagai berikut:
| Generasi CPU | Unit terjual |
|---|---|
| AMD Zen 5 | 645 |
| AMD Zen 4 | 105 |
| Intel Core Ultra 200 | 90 |
Dominasi Zen 5 memperlihatkan bahwa konsumen DIY masih merespons kuat kombinasi performa dan posisi harga AMD. Pada saat yang sama, Intel belum mampu mendorong volume yang setara, meski mulai ada tanda perbaikan terbatas.
Ada tanda hidup dari Intel, tetapi belum cukup
Laporan yang sama juga mencatat bahwa penjualan Intel menunjukkan sedikit perbaikan dibanding perkiraan sebelumnya. Faktor yang disebut mendorong perubahan ini adalah meluasnya penawaran Core Ultra 200, termasuk varian yang dinilai memiliki rasio harga terhadap performa lebih menarik.
Dengan kata lain, Intel belum sepenuhnya kehilangan momentum di segmen perakit PC. Namun, perbaikan itu masih terlalu kecil untuk mengubah gambaran besar bahwa pasar sedang lesu dan posisi Intel di retailer ini masih tertinggal jauh.
Kondisi tersebut juga harus dibaca secara hati-hati. Data Mindfactory lebih mencerminkan perilaku pembeli enthusiast dan perakit PC mandiri, sehingga hasilnya bisa berbeda dari pasar OEM, laptop, atau kontrak korporat yang biasanya memiliki dinamika tersendiri.
Tekanan pasar DIY PC belum reda
Pelemahan penjualan CPU ini tidak berdiri sendiri. Dalam laporan referensi, pasar teknologi konsumen yang mencakup ponsel dan laptop juga disebut membutuhkan penurunan harga DRAM dan storage agar tekanan permintaan tidak makin berat.
Faktor harga komponen memang menjadi penentu penting dalam pasar DIY. Saat memori dan media penyimpanan tetap mahal, total biaya merakit atau meng-upgrade PC menjadi lebih tinggi, sehingga konsumen cenderung menunda pembelian prosesor baru.
Untuk pembaca yang memantau persaingan AMD dan Intel, data Mindfactory ini memberi sinyal jelas bahwa momentum ritel desktop saat ini masih berpihak pada AMD. Intel memang menunjukkan sedikit napas baru lewat perluasan lini Core Ultra 200, tetapi penjualan di kanal DIY Jerman masih berada dalam fase yang sangat berat, dengan kontraksi yang oleh pemantau pasar disebut sebagai salah satu yang paling tajam selama 10 tahun terakhir.
Source: www.notebookcheck.net








