Claude Design Meluncur, Mengapa Saham Adobe dan Figma Langsung Tertekan?

Peluncuran Claude Design dari Anthropic langsung memicu pertanyaan besar di pasar: mengapa saham Adobe dan Figma ikut melemah. Jawabannya berkaitan dengan kekhawatiran investor bahwa AI kini mulai masuk lebih dalam ke wilayah desain visual, bukan lagi sekadar membuat gambar sederhana.

Anthropic memperkenalkan Claude Design sebagai alat berbasis AI yang dapat membuat prototipe, presentasi, mockup, dan materi pemasaran hanya dari perintah teks. Tak lama setelah pengumuman itu, saham Figma turun sekitar 7,5 persen, sementara Adobe terkoreksi lebih dari 1 persen.

Claude Design dan ancaman baru bagi software desain

Claude Design dirancang untuk memangkas proses desain yang biasanya dilakukan langkah demi langkah di aplikasi khusus. Pengguna cukup menuliskan kebutuhan dalam bahasa biasa, lalu sistem menghasilkan draf awal dalam hitungan detik.

Fitur ini memakai model visual terbaru Anthropic, Claude Opus 4.7. Menurut penjelasan perusahaan, model tersebut mampu memproses dan menghasilkan visual dengan detail yang lebih tinggi dibanding versi sebelumnya.

Sasaran utamanya bukan hanya desainer profesional. Anthropic membidik pendiri startup, manajer produk, pemasar, dan pengguna lain yang mungkin tidak memiliki kemampuan desain formal tetapi tetap perlu menghasilkan materi visual yang rapi.

Di titik inilah pasar melihat potensi gangguan terhadap pemain lama. Jika proses awal desain bisa dibuat lebih cepat lewat prompt, kebutuhan terhadap alur kerja tradisional di software desain bisa mulai bergeser.

Mengapa investor bereaksi negatif

Penurunan saham Adobe dan Figma tidak terjadi semata karena AI bisa membuat gambar. Kekhawatiran utama pasar justru muncul karena Claude Design disebut dapat menghasilkan prototipe interaktif dan aset desain yang dapat digunakan dari satu instruksi saja.

Selama ini, nilai utama platform desain terletak pada kemampuannya membantu tim merancang, mengedit, dan menyusun elemen visual secara manual dengan kontrol tinggi. Ketika AI mulai menawarkan pembuatan draf lengkap secara instan, investor melihat risiko bahwa tahap awal dalam proses desain dapat diambil alih oleh alat baru seperti ini.

Figma paling terasa terkena sentimen itu karena posisinya kuat dalam pembuatan prototipe dan antarmuka produk. Jika pengguna dapat membuat rancangan awal tanpa harus membangun layout dari nol, maka sebagian fungsi yang selama ini menjadi pintu masuk penggunaan software desain bisa tertekan.

Adobe juga ikut terdampak, meski penurunannya lebih kecil. Reaksi pasar mencerminkan kekhawatiran bahwa otomatisasi AI terus merambah kategori software kreatif dan profesional yang sebelumnya dianggap lebih sulit diganggu.

Cara kerja Claude Design

Penggunaan Claude Design disebut cukup sederhana. Pengguna memulai dengan menulis prompt, misalnya meminta landing page, pitch deck, atau antarmuka aplikasi.

Setelah itu, Claude membuat draf yang bisa disempurnakan melalui percakapan lanjutan, edit langsung di dalam desain, atau kontrol sederhana seperti slider. Pengguna juga bisa mengubah tata letak, warna, dan teks, lalu sistem memperbarui hasilnya secara real time.

Anthropic juga menyertakan kemampuan impor dokumen dan gambar. Claude Design bahkan dapat menarik elemen dari situs web aktif untuk membantu membuat prototipe yang lebih realistis.

Fitur lain yang penting bagi perusahaan adalah kemampuan memahami sistem desain internal. Saat tahap pengaturan, Claude dapat menganalisis file desain atau kode yang sudah ada, lalu menerapkan warna, font, dan komponen yang sesuai agar hasil tetap konsisten dengan identitas merek.

Bukan pengganti langsung, tetapi tetap mengubah alur kerja

Anthropic tidak memosisikan Claude Design sebagai pengganti total aplikasi desain yang sudah ada. Perusahaan justru menekankan bahwa alat ini bisa melengkapi workflow yang sudah berjalan.

Hasil desain dapat diekspor ke platform seperti Canva, atau disimpan sebagai PDF, file PPTX, maupun HTML mandiri. Ada juga handoff langsung ke Claude Code, sehingga desain bisa diteruskan menjadi kode siap produksi dalam ekosistem Anthropic.

Meski begitu, pasar tampaknya menilai risiko jangka menengahnya tetap nyata. Jika pembuatan draf, prototipe, dan aset visual semakin mudah dilakukan dari prompt, maka nilai dari software desain tradisional bisa bergeser dari alat kreasi utama menjadi alat penyempurnaan dan kolaborasi lanjutan.

Claude Design saat ini tersedia dalam research preview untuk pelanggan Claude Pro, Max, Team, dan Enterprise tanpa biaya tambahan. Detail itu juga penting bagi investor, karena distribusi lewat basis pelanggan yang sudah ada dapat mempercepat adopsi tanpa hambatan harga awal.

Pergerakan saham Adobe dan Figma menunjukkan bahwa Wall Street tidak hanya menilai produk baru dari sisi fitur, tetapi juga dari dampaknya terhadap kebiasaan kerja pengguna. Ketika AI mulai mengambil peran di tahap awal proses desain, pasar melihat perubahan yang berpotensi memengaruhi cara produk visual dibuat, disunting, dan diteruskan ke tahap produksi.

Source: www.indiatoday.in

Terkait