Di tengah upaya Apple memperkuat posisinya di era pasca-iPhone, kabar mengenai masa depan Mike Rockwell mulai menyita perhatian. Sosok yang memimpin pengembangan Vision Pro itu dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Apple atau setidaknya berpindah ke peran penasihat dalam waktu dekat.
Laporan Bloomberg yang dikutip pada 22/04/26 menyebutkan bahwa Rockwell juga berperan penting dalam proyek AI Apple. Kondisi ini membuat potensi kepergiannya menjadi isu strategis, karena ia selama ini berada di titik temu antara ambisi Apple di perangkat campuran dan pengembangan kecerdasan buatan.
Posisi Rockwell Jadi Sorotan
Rockwell sempat dipandang sebagai salah satu figur yang bisa mendorong arah teknologi Apple ke level berikutnya. Bahkan, ia pernah disebut-sebut berada dekat jalur menuju posisi Chief Technology Officer karena peran strategisnya di perusahaan.
Namun, prospek itu ikut berubah seiring performa Vision Pro yang belum memenuhi harapan. Perangkat tersebut dinilai belum mampu menarik minat pasar secara luas, meski Apple sempat menempatkannya sebagai fondasi penting untuk masa depan wearable dan mixed reality.
Harga Vision Pro yang mencapai USD 3.499 atau sekitar Rp60 jutaan menjadi salah satu penghambat utama. Selain itu, desain perangkat yang dianggap masih cukup berat juga ikut menahan adopsi massal di pasar.
Tantangan Produk Ikut Mempengaruhi Karier Internal
Kondisi Vision Pro yang belum sesuai ekspektasi diyakini ikut memengaruhi posisi Rockwell di Apple. Jalur karier yang semula terlihat menjanjikan kini disebut menjadi tidak pasti karena proyek andalan yang ia pimpin belum memberi hasil yang kuat.
Rockwell juga dilaporkan memiliki keraguan terhadap struktur kepemimpinan baru. Ia disebut kurang nyaman setelah harus melapor kepada Craig Federighi dan menginginkan tanggung jawab yang lebih luas dari peran yang dijalankan saat ini.
Situasi ini menambah kesan bahwa keputusan Rockwell tidak hanya soal ambisi pribadi, tetapi juga berkaitan dengan arah organisasi Apple. Di perusahaan sebesar Apple, perubahan kecil dalam struktur kepemimpinan bisa berdampak besar terhadap arah pengembangan produk.
Siri Jadi Proyek Penting yang Masih Ditangani
Meski masa depannya di Apple dipertanyakan, Rockwell masih memegang proyek penting lain, yakni pembaruan Siri. Ia mengambil alih tanggung jawab tersebut sejak Maret 2025, setelah Tim Cook kehilangan kepercayaan pada pengembangan AI sebelumnya yang dipimpin John Giannandrea.
Revitalisasi Siri menjadi bagian dari strategi besar Apple untuk mengejar ketertinggalan di sektor AI. Pembaruan besar itu diperkirakan akan hadir lewat sistem operasi mendatang, iOS 27, sehingga proyek ini menjadi sangat krusial bagi citra Apple di pasar teknologi.
Laporan yang sama menyebut Rockwell tidak akan meninggalkan Apple sebelum proyek ini selesai. Informasi itu menunjukkan bahwa, meski ada sinyal hengkang, ia masih terikat pada pekerjaan yang dianggap penting untuk transformasi AI perusahaan.
Apple Menghadapi Fase Perubahan Lebih Luas
Isu Rockwell muncul di saat Apple juga menghadapi kemungkinan pergantian di level eksekutif lain. Nama Deirdre O’Brien disebut tengah mempertimbangkan pensiun, sementara Kate Adams dilaporkan akan segera mengakhiri masa jabatannya.
Sejumlah eksekutif lama seperti Greg Joswiak, Phil Schiller, dan Eddy Cue juga disebut telah mendekati empat dekade berkarier di Apple. Rangkaian kabar ini memperlihatkan bahwa perubahan internal sedang berlangsung di beberapa lini sekaligus.
Di sisi kepemimpinan puncak, John Ternus disebut akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada September mendatang. Jika transisi itu berjalan, Apple berpotensi memasuki fase baru yang bisa memengaruhi strategi produk, arah AI, dan prioritas inovasi perusahaan.
Jika Rockwell benar-benar pergi, Apple berisiko kehilangan salah satu talenta yang selama ini berada di jalur penting transformasi teknologinya. Namun, jika pembaruan Siri berhasil berjalan sesuai rencana, langkah itu bisa menjadi salah satu penentu penting bagi upaya Apple membangun kembali daya saingnya di tengah persaingan AI global.
