PS5 Kini Bisa Jadi PC Gaming Linux, Tapi Komprominya Terlalu Besar untuk Diabaikan

PlayStation 5 kini bisa diubah menjadi PC gaming berbasis Linux, tetapi jalan menuju hasil itu masih jauh dari kata praktis. Proyek bernama PS5-Linux yang dirilis modder Andy Nguyen membuka akses desktop Linux penuh di konsol PS5, lengkap dengan kemampuan menjalankan game Steam dan emulator.

Kabar ini menarik karena PS5 selama ini dikenal sebagai konsol tertutup dengan sistem operasi bawaan yang tidak memberi ruang untuk penggunaan seperti PC. Namun versi awal PS5-Linux datang dengan banyak kompromi besar, mulai dari kompatibilitas terbatas hingga proses pemakaian yang masih merepotkan.

Menurut catatan proyek di GitHub, PS5-Linux memanfaatkan celah hypervisor yang telah ditambal untuk membuka akses ke perangkat keras konsol. Setelah terpasang, sistem ini menjalankan Linux seperti desktop PC biasa dengan dukungan 8 core dan 16 thread pada 3,5GHz serta GPU pada 2,23GHz.

Konfigurasi itu membuat PS5 tidak lagi sekadar berfungsi sebagai konsol untuk game bawaan, tetapi juga sebagai mesin Linux yang dapat dipakai untuk game PC dan emulasi. Dukungan output 4K 60Hz lewat HDMI dan audio juga sudah tersedia, meski refresh rate yang lebih tinggi tampaknya belum didukung.

Hanya untuk PS5 model tertentu

Rilis awal ini tidak berlaku untuk semua PS5. PS5-Linux saat ini disebut hanya mendukung PS5 versi fat, bukan model Slim yang lebih baru.

Batasan juga berlaku pada firmware. Konsol harus berada di firmware 3.xx sampai 4.xx agar metode ini dapat digunakan.

Dukungan untuk firmware yang lebih lama atau lebih baru disebut masih belum jelas. Ada kemungkinan Linux nantinya perlu dijalankan di dalam mesin virtual agar bisa bekerja pada versi firmware lain.

Bukan pengganti mulus sistem bawaan

Salah satu keterbatasan paling penting adalah absennya dual-boot. Artinya, pengguna tidak bisa berpindah langsung antara sistem operasi bawaan PS5 dan Linux seperti pada PC yang memiliki dua sistem terpasang.

Proses menjalankan Linux juga belum permanen. Eksploit yang dibutuhkan harus diterapkan kembali setiap kali konsol dinyalakan.

Keterbatasan itu membuat pengalaman pemakaian masih terasa eksperimental. Fitur standby mode juga belum berfungsi, sehingga kenyamanan penggunaan harian masih tertinggal jauh dari sistem asli PS5.

Perlu banyak perangkat tambahan

Instalasi PS5-Linux tidak cukup hanya dengan konsol. Pengguna memerlukan drive USB berkapasitas minimal 64GB atau SSD eksternal untuk memasang dan menjalankan sistem.

Untuk navigasi, pengguna juga perlu menyiapkan keyboard dan mouse USB. Akses internet membutuhkan adaptor USB Ethernet atau Wi-Fi tambahan.

Dukungan opsional untuk SSD M.2 juga bisa ditambahkan ke instalasi. Namun ini menegaskan bahwa proyek tersebut lebih cocok untuk kalangan modder dan pengguna teknis, bukan pemilik PS5 biasa yang menginginkan proses sederhana.

Kendala lain muncul pada kontroler bawaan. DualSense tidak bisa langsung dipakai lewat Bluetooth internal PS5 karena fitur itu belum didukung.

Sebagai gantinya, pengguna harus memakai dongle Bluetooth terpisah jika ingin menggunakan kontroler PS5 di lingkungan Linux. Ini menjadi contoh nyata bahwa banyak fungsi dasar masih belum terintegrasi rapi.

Potensi besar, tetapi masih tahap awal

Meski penuh keterbatasan, PS5-Linux tetap menunjukkan potensi besar dari perangkat keras PS5. Dengan spesifikasi CPU dan GPU yang terekspos ke Linux, konsol ini pada dasarnya dapat berperan seperti PC gaming khusus untuk skenario tertentu.

Bagi penggemar modding, emulator, dan eksperimen sistem operasi, proyek ini menawarkan kemungkinan yang sebelumnya sulit dibayangkan pada konsol modern Sony. Bagi pengguna umum, manfaatnya belum tentu sebanding dengan upaya instalasi dan daftar perangkat tambahan yang dibutuhkan.

Andy Nguyen sebelumnya sempat memberi teaser proyek ini pada Maret sebelum akhirnya merilisnya secara resmi. Panduan instalasi lengkap tersedia di GitHub, tetapi kondisi rilis awal menunjukkan bahwa PS5-Linux lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi teknis canggih ketimbang solusi matang untuk menggantikan sistem operasi asli PS5.

Jika kompatibilitas diperluas dan fitur penting seperti dual-boot akhirnya hadir, proyek ini berpeluang menjadi alternatif yang jauh lebih menarik. Untuk saat ini, PS5-Linux memperlihatkan bahwa PS5 memang bisa menjadi PC gaming berbasis Linux, hanya saja dengan kompromi yang sangat besar.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version