Jalur Pintas ke Mars Ditemukan, Perjalanan Pulang-Pergi Bisa Dipangkas Jadi Beberapa Bulan

Seorang ilmuwan menemukan kemungkinan jalur alternatif menuju Mars yang secara teori bisa memangkas waktu perjalanan hingga separuh dari durasi misi antariksa saat ini. Temuan ini muncul dari analisis lintasan asteroid dekat Bumi, bukan dari pencarian rute antariksa yang dirancang sejak awal.

Saat ini, perjalanan Bumi ke Mars umumnya memakan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh bulan. Namun, karena posisi kedua planet hanya sejajar secara ideal setiap 26 bulan sekali, misi pulang-pergi sering harus menunggu jendela peluncuran yang tepat dan bisa berlangsung hingga hampir tiga tahun.

Berawal dari lintasan asteroid

Ide tersebut datang dari Marcelo de Oliveira Souza, kosmolog dari State University of Northern Rio de Janeiro, Brasil. Ia menemukan petunjuk itu ketika meneliti asteroid dekat Bumi pada 2015.

Salah satu objek yang menarik perhatiannya adalah asteroid 2001 CA21. Lintasan awal asteroid itu tampak melintasi orbit Bumi dan Mars sekaligus, meski data orbit terbaru kemudian memperbaiki jalurnya.

Souza menyebut penemuan itu terjadi tanpa sengaja. “Ini benar-benar mengejutkan, saya sama sekali tidak sedang mencari hal ini,” ujarnya kepada Live Science.

Menurut Souza, momen itu bisa muncul karena ia berada pada waktu yang tepat sebelum data orbit asteroid diperbarui menjadi lebih akurat. Dari situ, ia melihat ada pola lintasan yang layak diuji lebih jauh untuk perjalanan antariksa.

Rute tercepat secara teori

Dari hitungannya, jalur yang menyerupai lintasan awal asteroid tersebut bisa membawa wahana dari Bumi ke Mars hanya dalam sekitar 34 hari. Waktu itu jauh lebih singkat dibandingkan misi antariksa yang biasa dipakai saat ini.

Meski begitu, rute tersebut menuntut kecepatan peluncuran sekitar 32,5 kilometer per detik. Angka itu jauh melampaui kemampuan roket saat ini dan membuat pendaratan di Mars menjadi sangat sulit karena wahana akan tiba dengan kecepatan tinggi.

Untuk mencari skenario yang lebih realistis, Souza kemudian memakai Lambert analysis, metode perhitungan lintasan antariksa yang umum digunakan dalam studi misi luar angkasa. Ia menguji beberapa periode saat Bumi dan Mars berada dalam posisi sejajar, termasuk 2027, 2029, dan 2031.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa 2031 menjadi peluang paling masuk akal untuk rute cepat dengan teknologi yang mendekati kemampuan saat ini. Dalam skenario itu, perjalanan pulang-pergi dapat selesai dalam 153 hari atau sekitar lima bulan.

Rincian skenario tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Berangkat dari Bumi pada 20 April 2031.
  2. Tiba di Mars pada 23 Mei, dengan waktu tempuh 33 hari.
  3. Tinggal di Mars selama sekitar 30 hari.
  4. Kembali ke Bumi dan tiba pada 20 September.

Alternatif yang lebih ringan energi

Souza juga menemukan skenario lain dengan kebutuhan energi lebih rendah. Opsi ini memungkinkan perjalanan sekitar 226 hari atau 7,5 bulan, yang tetap jauh lebih cepat dibandingkan pola misi saat ini.

Meski tidak secepat skenario 34 hari, jalur ini dinilai lebih dekat dengan kemungkinan penerapan teknologi yang ada atau yang sedang dikembangkan. Pendekatan seperti ini juga membantu ilmuwan mempersempit pilihan rute terbaik menuju Mars.

Dalam perbandingan yang ia ajukan, kebutuhan kecepatan untuk skenario ini tidak jauh berbeda dari misi New Horizons milik NASA, yang saat diluncurkan pada 2006 menjadi objek buatan manusia tercepat dari Bumi. Souza menilai teknologi roket masa depan seperti SpaceX Starship atau Blue Origin New Glenn berpotensi membuka jalan bagi perjalanan super cepat itu.

Namun, seluruh temuan tersebut masih berada pada tahap teori. Banyak faktor tetap harus dihitung, mulai dari desain wahana, bobot muatan, hingga kemampuan mesin roket yang benar-benar siap dipakai.

Souza menilai temuan ini bisa mengubah cara ilmuwan memandang misi ke Mars karena waktu tempuh yang selama ini dianggap harus lebih dari dua tahun bisa saja dipangkas menjadi beberapa bulan. “Ini mungkin bisa mengubah anggapan bahwa kita butuh lebih dari dua tahun untuk pergi ke Mars dan kembali,” katanya.

Source: mediaindonesia.com
Terkait