Penjualan mobil listrik dunia sedang melaju sangat cepat, dan pertumbuhan itu tidak lagi hanya ditopang oleh China. Di berbagai kawasan lain, adopsi kendaraan listrik ikut menguat, dari Eropa dan Amerika Serikat hingga Asia Tenggara dan Amerika Latin.
Secara global, sekitar 8 juta mobil listrik terjual di luar China. Permintaan yang menyebar lebih luas ini menunjukkan bahwa pasar EV sudah masuk fase pertumbuhan yang jauh lebih matang dan tidak lagi bergantung pada satu wilayah saja.
Eropa memimpin percepatan
Eropa menjadi salah satu pasar paling reseptif terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. Pada kuartal pertama 2026, penjualan EV di kawasan ini naik hampir 30 persen dan membuat mobil listrik meraih 28 persen dari seluruh registrasi mobil baru.
Para ahli memperkirakan tren itu masih akan berlanjut sampai akhir 2026. Mereka menilai satu dari tiga mobil baru di Eropa akan berupa BEV atau hybrid plug-in, seiring regulasi emisi CO2 armada yang makin ketat memaksa pabrikan bergerak lebih cepat.
Pertumbuhan tidak hanya terjadi di pasar besar
Di negara-negara yang sebelumnya belum menjadi pasar utama e-mobilitas, angka penjualan mulai naik lebih jelas. Amerika Latin mencatat lonjakan registrasi EV sebesar 75 persen, menandakan minat konsumen yang juga tumbuh di luar pusat pasar tradisional.
Asia Tenggara bahkan mencatat lonjakan yang lebih mencolok. Penjualan mobil listrik di kawasan itu dua kali lipat hanya dalam 12 bulan, memperkuat sinyal bahwa elektrifikasi kendaraan kini bergerak di banyak lini sekaligus.
Proyeksi pasar dan dampak energi
Untuk 2026, analis memperkirakan penjualan global mobil listrik menembus lebih dari 23 juta unit. Proyeksi ini menegaskan bahwa armada EV dunia terus bertambah tanpa tanda perlambatan yang berarti.
Pandangan jangka panjangnya juga tetap agresif. Hingga 2035, sekitar 55 juta kendaraan listrik diperkirakan bisa terjual, sementara efeknya terhadap pasar minyak global akan terasa besar.
Menurut proyeksi yang ada, gelombang BEV ini dapat menghemat sekitar 5 juta barel minyak mentah per hari pada 2030. Angka tersebut menggambarkan seberapa besar transisi kendaraan listrik mulai memengaruhi konsumsi energi dunia, bukan hanya industri otomotif.
Tekanan regulasi ikut mempercepat perubahan
Dorongan terbesar di banyak negara datang dari aturan emisi yang makin ketat. Regulasi CO2 armada memaksa produsen mobil menyesuaikan strategi produk mereka lebih cepat, terutama di pasar yang sebelumnya bergerak lambat.
Kondisi ini membuat pertumbuhan EV tidak sekadar dipicu oleh minat konsumen. Industri otomotif kini harus mengejar perubahan yang sudah didorong oleh kebijakan, infrastruktur, dan target lingkungan yang makin tegas.
Dengan penjualan yang melonjak di berbagai benua, pasar mobil listrik kini bergerak dari fase pertumbuhan awal menuju skala massal. Data terbaru menunjukkan bahwa percepatan ini tidak hanya kuat, tetapi juga semakin merata di seluruh dunia.
