Lenovo resmi menghadirkan ThinkStation PGX di Indonesia sebagai workstation personal yang ditujukan untuk pengembang AI, ilmuwan data, dan mahasiswa yang ingin menjalankan eksperimen AI generatif langsung dari meja kerja. Perangkat ini dibekali performa tinggi dalam bodi yang sangat ringkas, sehingga cocok untuk kebutuhan komputasi serius tanpa memakan banyak ruang.
Dengan volume hanya 1,13 liter dan bobot sekitar 1,2 kg, ThinkStation PGX menawarkan pendekatan berbeda di kelas workstation AI. Lenovo menempatkan perangkat ini sebagai opsi yang efisien untuk pengguna profesional yang memerlukan tenaga besar, tetapi tetap membutuhkan perangkat yang mudah ditempatkan di berbagai lingkungan kerja.
Performa AI tinggi dalam perangkat ringkas
Daya tarik utama ThinkStation PGX ada pada penggunaan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip. Komponen ini diklaim mampu menghadirkan performa AI hingga 1 PetaFlop atau 1000 TOPS, sehingga perangkat ini dirancang untuk menangani beban kerja komputasi AI yang kompleks.
Kapasitas itu diperkuat oleh memori sistem terpadu 128 GB dengan bandwidth 273 GB/s. Kombinasi tersebut memungkinkan pemrosesan model AI generatif besar dengan parameter hingga 200 miliar secara mulus, yang menjadi kebutuhan penting bagi banyak profesional di bidang pengembangan AI.
Dirancang untuk alur kerja pengembangan yang fleksibel
Lenovo menyebut kehadiran ThinkStation PGX lahir dari kolaborasi dengan NVIDIA untuk mendorong inovasi AI generatif di Indonesia. Susianty Bong, SMB One Channel Lead Lenovo Indonesia, mengatakan perangkat ini hadir untuk memberdayakan inovasi AI generatif melalui perangkat berkinerja tinggi dalam faktor bentuk yang hemat ruang.
Bagi pengguna profesional, nilai tambah lain ada pada fleksibilitas dan skalabilitas. ThinkStation PGX mendukung NVIDIA ConnectX-7 yang terintegrasi, sehingga dua unit perangkat dapat dihubungkan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan dan menangani model AI yang jauh lebih besar, hingga 405 miliar parameter.
Dibekali perangkat lunak untuk pengembangan dari desktop ke pusat data
Workstation ini tidak hanya menonjol dari sisi perangkat keras, tetapi juga dari ekosistem perangkat lunaknya. Lenovo menyertakan tumpukan software AI seperti NVIDIA DGX OS, PyTorch, dan Jupyter agar pengembangan bisa dilakukan secara konsisten dari desktop.
Pendekatan itu membantu pengguna memulai eksperimen di perangkat lokal sebelum memindahkannya ke infrastruktur pusat data atau cloud tanpa perlu mengubah kode. Model kerja seperti ini memberi kemudahan bagi pengembang yang ingin menjaga alur pengembangan tetap efisien dan seragam.
Konektivitas dibuat siap untuk transfer data besar
Untuk mendukung pekerjaan dengan data berukuran besar, Lenovo menempatkan konektivitas sebagai salah satu fokus utama. ThinkStation PGX dibekali empat port USB4 dan konektivitas 10 GbE LAN untuk mempercepat perpindahan data.
Perangkat ini juga mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.3 agar koneksi tetap stabil saat digunakan dalam aktivitas kerja harian. Dengan dukungan konektivitas tersebut, workstation ini diarahkan untuk tetap relevan di lingkungan kerja yang menuntut kecepatan dan kestabilan akses data.
Saat ini, Lenovo ThinkStation PGX sudah tersedia di pasar Indonesia melalui Lenovo Official Store dan Authorized Store. Harga perangkat ini dapat disesuaikan berdasarkan konfigurasi dan kebutuhan personalisasi pengguna, sehingga posisinya lebih fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan profesional.
Source: www.medcom.id