Tiga bulan setelah meluncur, Rokid AI Glasses mulai menunjukkan nilai nyatanya di pasar perangkat wearable. Perangkat ini tampak paling masuk akal bukan untuk semua orang, melainkan untuk pengguna yang benar-benar memanfaatkan kamera 2.5K, fitur AI, dan desain hands-free dalam aktivitas harian.
Penilaian setelah pemakaian beberapa bulan memperlihatkan pola yang cukup jelas. Kacamata ini menawarkan kombinasi fitur yang kuat, tetapi nilai terbaiknya baru terasa bagi kreator konten, penggemar teknologi, dan pengguna yang membutuhkan fungsi spesifik seperti terjemahan real-time.
Nilai utama ada pada kamera dan AI
Salah satu sorotan terbesar ada pada kamera beresolusi 2.5K. Jasmine Uniza menilai fitur ini sangat bernilai, terutama untuk kreator yang membutuhkan rekaman point-of-view berkualitas tinggi.
Kamera tersebut juga mendukung format perekaman yang bisa disesuaikan. Opsi horizontal dan vertikal memberi fleksibilitas untuk kebutuhan platform seperti YouTube dan TikTok tanpa harus banyak penyesuaian tambahan.
Bagi pengguna yang rutin merekam aktivitas atau membuat konten, keunggulan ini terasa nyata. Hasil visual yang tajam dan sudut pandang langsung dari pengguna memberi nilai praktis yang sulit digantikan oleh perangkat biasa.
Namun untuk pengguna kasual, kamera ini belum tentu menjadi alasan utama untuk membeli. Jika perekaman video bukan bagian dari rutinitas, fitur tersebut bisa terasa sebagai kemewahan tambahan, bukan kebutuhan.
Di sisi lain, Rokid menempatkan AI sebagai pembeda utama. Kacamata ini mengintegrasikan Gemini AI dan ChatGPT untuk menghadirkan interaksi percakapan yang lebih kontekstual dan respons real-time.
Kemampuan itu membuat perangkat ini berfungsi seperti asisten yang selalu siap digunakan. Untuk tugas yang membutuhkan jawaban cepat dan relevan, pengalaman yang ditawarkan dinilai lebih mulus dan intuitif dibanding sejumlah pesaing.
Dalam perbandingan dengan Ray-Ban Meta Gen 2, performa percakapan Rokid disebut lebih unggul. Keunggulan ini memperkuat posisinya sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan bentuk wearable, tetapi juga kecerdasan perangkat lunak.
Terjemahan 89 bahasa jadi daya tarik khusus
Fitur AI yang paling menonjol berikutnya adalah terjemahan real-time dalam 89 bahasa. Kemampuan ini memberi manfaat langsung bagi pelancong atau pengguna yang sering berada di lingkungan multibahasa.
Untuk skenario seperti percakapan lintas bahasa atau navigasi di tempat baru, fungsi ini bisa menjadi nilai tambah besar. Pengalaman hands-free juga membuat pengguna tidak perlu terus melihat ponsel saat membutuhkan bantuan bahasa.
Meski begitu, kegunaannya tetap bergantung pada kebutuhan nyata pengguna. Untuk tugas sederhana seperti menerjemahkan satu frasa, aplikasi ponsel seperti Google Translate masih bisa terasa lebih praktis.
Di titik ini, nilai Rokid AI Glasses menjadi sangat bergantung pada konteks pemakaian. Semakin sering fitur terjemahan dipakai, semakin mudah harga dan fungsinya dibenarkan.
Nyaman dipakai lama, tetapi tidak selalu pas sejak awal
Desain ringan menjadi salah satu kekuatan penting perangkat ini. Bobotnya lebih ringan daripada banyak perangkat pesaing, sehingga mendukung pemakaian lebih lama dan mobilitas tinggi.
Bentuknya yang ringkas juga membantu pengguna yang membutuhkan fungsi hands-free sepanjang hari. Untuk aktivitas bergerak, bekerja, atau membuat konten sambil tetap aktif, faktor ini memberi keunggulan nyata.
Akan tetapi, kenyamanan tidak sepenuhnya seragam untuk semua orang. Sejumlah pengguna menilai fit yang benar-benar nyaman kadang membutuhkan penyesuaian tambahan.
Desain single-frame tidak selalu cocok untuk setiap bentuk wajah. Dalam beberapa kasus, aksesori tambahan seperti adjustable hooks atau nose pads diperlukan agar kacamata terasa lebih pas.
Kebutuhan aksesori ini sedikit mengurangi kesan praktis yang seharusnya menjadi daya tarik utama wearable. Meski begitu, bagi pengguna yang berhasil menemukan penyesuaian yang tepat, desain ringan tetap menjadi nilai jual kuat.
Baterai dan harga memperjelas siapa target utamanya
Daya tahan baterai menjadi aspek lain yang dinilai menonjol. Satu kali pengisian disebut cukup untuk mendukung penggunaan seharian penuh, baik untuk membuat konten, menjalani jadwal padat, maupun bepergian.
Ketahanan seperti ini penting untuk perangkat wearable yang dirancang selalu siap pakai. Pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang, sehingga alur penggunaan terasa lebih konsisten dan minim gangguan.
Rokid AI Glasses dibanderol $350. Harga ini menempatkannya di kategori premium, meski masih $30 lebih murah dibanding Ray-Ban Meta Gen 2.
Selisih harga tersebut kemungkinan tidak terlalu menentukan bagi pengguna kasual. Bagi kelompok ini, biaya $350 bisa terasa tinggi jika fitur seperti kamera 2.5K atau interaksi AI canggih tidak benar-benar digunakan.
Sebaliknya, bagi kreator konten, penggemar teknologi, dan profesional yang bisa memaksimalkan kameranya, AI percakapannya, serta terjemahan multi-bahasa, nilai perangkat ini lebih mudah terlihat. Setelah tiga bulan penilaian penggunaan, Rokid AI Glasses tampak bukan sebagai gadget serba untuk semua orang, melainkan alat premium yang paling kuat saat dipakai oleh pengguna dengan kebutuhan yang sangat jelas.
