Huawei MatePad Pro Max Bikin Saya Terus Membuat Karya Buruk, Tapi Tetap Ketagihan

Author: Qoo Media

Huawei MatePad Pro Max mencuri perhatian bukan hanya karena tampilannya yang sangat tipis, tetapi juga karena satu hal yang tak terduga: tablet ini membuat proses menggambar terasa mudah, bahkan bagi pengguna yang mengaku buruk dalam seni. Dengan bodi setipis 4,7 mm, Huawei menyebut perangkat ini sebagai tablet 13 inci-plus tertipis di dunia, sementara model standarnya berbobot 499 gram.

Di atas kertas, perangkat ini terlihat seperti jawaban Huawei untuk iPad Pro M5. Tablet ini membawa material premium, layar OLED, dan aksesori produktivitas, tetapi tetap mengandalkan kekuatan utamanya pada desain yang jauh lebih ringan dan tipis dari banyak pesaing.

Desain yang nyaris membuat ragu saat dipegang

MatePad Pro Max memakai rangka full-metal unibody dan membawa Cloud Falcon Architecture baru. Huawei mengklaim struktur ini memberi ketahanan tekuk hingga 60 persen lebih tinggi dibanding MatePad Pro 13,2 inci generasi sebelumnya.

Varian biru yang digunakan memiliki finishing luminous dengan lapisan nano-level pada bodi logam. Huawei menyebut ini pertama kalinya lapisan seperti itu dipakai pada tablet, dan efek cahaya-bayangnya terlihat saat permukaan belakang menangkap cahaya.

Bobotnya juga sangat ringan. Versi PaperMatte Edition yang diuji hanya berbobot 509 gram, jauh di bawah MacBook Air M1 yang disebut memiliki bobot 1,29 kg.

Layar besar yang jadi pusat pengalaman

Salah satu daya tarik utama perangkat ini ada pada layar 13,2 inci Flexible OLED PaperMatte Display. Panel tersebut menawarkan resolusi 3K, refresh rate 144Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.600 nits.

Huawei juga menyebut rasio screen-to-body mencapai 94 persen, sehingga tampilan layar terasa hampir tanpa bingkai. Lapisan anti-glare dan proses high-precision nano-etching membuat pantulan berkurang tanpa mengorbankan kejernihan gambar.

Pengalaman visualnya dinilai sangat kuat untuk konsumsi konten. Video terlihat bagus, warna muncul kuat, dan layar tetap nyaman dipakai di luar ruangan, termasuk di bawah sinar matahari langsung.

Tablet yang mendorong pengguna untuk menggambar

Di bagian kreatif, Huawei menempatkan GoPaint sebagai aplikasi andalan. Aplikasi ini gratis dan menyediakan opsi sketching, painting, watercolor, dan oil painting, lengkap dengan fitur Intelligent Colour Card, Fluid Brush, dan Splatter Brush.

Intelligent Colour Card dirancang untuk membuat palet warna dari foto dunia nyata. Untuk mendukung fitur itu, Huawei membekali MatePad Pro Max dengan True-to-Colour Camera agar warna yang ditangkap bisa menjadi acuan yang lebih akurat saat dipindahkan ke kanvas digital.

Kamera tablet ini juga punya kemampuan pembesaran hingga 10x. Hasil foto zoom di kondisi cahaya rendah disebut bisa terlihat agak kasar, tetapi kemampuan zoom sebesar itu tetap terasa menonjol untuk sebuah tablet.

Perangkat kerasnya sangat serius untuk kerja dan kreasi

Huawei melengkapi tablet ini dengan baterai high-silicon anode berkapasitas 9.760mAh. Ada pula sistem audio enam speaker, empat mikrofon, dan dukungan untuk Huawei M-Pencil Pro dengan sensitivitas tekanan 10.000 level.

Jika dipadukan dengan Glide Keyboard opsional, perangkat ini memang terlihat dirancang untuk mengaburkan batas antara tablet biasa dan mesin produktivitas ringan. Dalam penggunaan kreatif, kombinasi layar PaperMatte, stylus, dan aplikasi GoPaint membuat aktivitas menggambar terasa mengalir.

Pengguna bahkan bisa terdorong untuk lebih sering membuat doodle pada malam hari ketimbang menggulir layar ponsel. Banyak karya yang dibuat berasal dari tracing foto dan penyusunan ulang palet warna melalui Intelligent Colour Card.

Masalah lama Huawei masih belum selesai

Di balik semua keunggulan hardware itu, hambatan terbesar tetap ada di software. Huawei masih kekurangan dukungan aplikasi pihak ketiga, dan masalah ini paling terasa pada tablet, laptop, dan smartphone.

Aplikasi bawaan Huawei juga belum cukup untuk menutup semua kebutuhan. Berita di perangkat ini disebut datang dari Taboola, Huawei Books berisi banyak judul yang asing, dan tidak ada aplikasi native YouTube maupun Netflix untuk tablet Huawei melalui AppGallery.

WhatsApp juga tidak tersedia secara langsung. Bagi kreator, masalahnya lebih besar lagi karena banyak workflow bergantung pada ekosistem Adobe dan alat lain yang belum hadir secara native.

Ada jalan pintas seperti GBox untuk memasang aplikasi Android, tetapi tidak semua aplikasi mau berjalan atau bahkan terunduh lewat lingkungan virtual itu. Meski begitu, GBox bisa membuat pengalaman mendekati tablet Android biasa, termasuk memungkinkan Netflix berjalan dan menghadirkan Google Play Books yang cocok dengan layar paper-like.

Harga dan posisi di pasar

Huawei MatePad Pro Max tersedia di Huawei UK dengan harga £899, dari RRP £999. Keyboard dijual terpisah seharga £200, sementara pembelian tablet saat ini menyertakan M-Pencil Pro gratis senilai £129 dan Extended Warranty Service 12 bulan senilai £19.99.

Pada akhirnya, daya tarik tablet ini justru datang dari kontradiksi yang sulit diabaikan. Hardware-nya sangat impresif, GoPaint membuat menggambar terasa menyenangkan, tetapi keterbatasan ekosistem masih menahan perangkat ini dari status sebagai tablet serbabisa.

Terbaru