HamsterOS Muat di Satu Floppy, OS Desktop GUI Penuh Ini Terasa Mustahil Tapi Nyata

Sebuah sistem operasi desktop dengan antarmuka grafis penuh biasanya identik dengan kebutuhan ruang penyimpanan yang jauh lebih besar. Namun HamsterOS justru mengambil arah sebaliknya dengan menempatkan satu OS desktop 32-bit lengkap ke dalam satu floppy disk 1,44MB.

Daya tarik utamanya bukan sekadar ukuran yang sangat kecil, tetapi juga fakta bahwa sistem ini benar-benar ditujukan untuk dijalankan di PC lawas. HamsterOS dirancang untuk perangkat era i386 dan 486, lalu menghadirkan desktop berjendela, aplikasi, hingga game dalam paket yang sangat ringkas.

OS GUI penuh dalam floppy 1,44MB

HamsterOS muncul sebagai proyek yang menarik perhatian karena berhasil memadukan antarmuka grafis dengan batas media penyimpanan yang sangat ketat. Dalam deskripsi pengembangnya, sistem ini disebut sebagai “complete 32-bit desktop OS on a single 1.44 MB floppy”.

Itu berarti floppy disk tidak hanya dipakai sebagai media boot sederhana, tetapi sebagai wadah untuk keseluruhan pengalaman desktop. Pengguna tidak mendapatkan lingkungan teks semata, melainkan sebuah desktop berjendela yang berjalan di perangkat keras vintage.

Menurut Hackaday, HamsterOS merupakan OS mini yang dibuat untuk berjalan di perangkat lawas. Proyek ini bukan versi Windows yang dipangkas dan bukan pula distro Linux ringan, melainkan sistem tersendiri yang ditulis dalam bahasa Assembly.

Pilihan teknis itu menegaskan fokus HamsterOS pada efisiensi dan kompatibilitas dengan mesin lama. Sasaran utamanya adalah komputer generasi i386, yang menempatkannya di wilayah komputasi retro yang semakin jarang disentuh perangkat lunak modern.

Cara boot dan basis teknis

Citra master HamsterOS saat ini melakukan boot melalui pembungkus FreeDOS yang telah dipangkas. Setelah itu, sistem menjalankan kernel HamsterOS 32-bit dengan HAMLOAD.EXE.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa FreeDOS dipakai sebagai jalur awal untuk memulai sistem sebelum HamsterOS mengambil alih. Nama HAMLOAD.EXE juga menjadi detail kecil yang menonjol, karena memperlihatkan identitas proyek yang sengaja dibuat ringan namun tetap khas.

Pengembang menjelaskan bahwa sistem tersebut sudah mampu menjalankan desktop sungguhan dengan jendela pada perangkat keras era 386 dan 486. Jadi, fokus proyek ini bukan sekadar membuktikan bahwa OS bisa boot dari floppy, melainkan menghadirkan pengalaman desktop yang benar-benar bisa dipakai.

HamsterOS juga tidak berhenti pada mode berjalan dari floppy. Dari menu boot floppy, sistem ini disebut dapat memasang atau meningkatkan instalasi pada hard disk ATA yang dapat di-boot.

Masih menjaga jejak DOS

Salah satu detail yang paling menarik adalah pendekatan instalasinya terhadap DOS. Saat dipasang ke hard disk, HamsterOS tetap mempertahankan drive C: sebagai disk DOS asli yang kemudian dapat meluncurkan HamsterOS secara otomatis.

Ini membuat proyek tersebut terasa relevan bagi penggemar PC klasik yang masih ingin menjaga lingkungan DOS tetap utuh. Dengan kata lain, HamsterOS tidak diposisikan sebagai pengganti total, tetapi sebagai lapisan desktop modern bergaya retro di atas ekosistem perangkat lawas.

Kemampuan itu juga memperluas daya tarik HamsterOS di luar sekadar eksperimen teknis. Bagi kolektor atau pehobi komputasi retro, keberadaan DOS yang tetap dipertahankan bisa menjadi nilai tambah penting.

Bukan sekadar “bisa boot”

Proyek sistem operasi ultra-kecil bukan hal yang sepenuhnya baru. Namun HamsterOS menonjol karena tampil sebagai desktop GUI yang utuh dan memiliki identitas visual yang jelas.

Perkembangannya juga disebut telah jauh melewati tahap dasar “apakah sistem bisa boot”. Pelacakan progres proyek menunjukkan HamsterOS kini sudah mencakup desktop shell, aplikasi, dan bahkan game.

Fase itu penting karena membedakan proyek ini dari demonstrasi teknis yang berhenti di layar awal. HamsterOS bergerak menuju sistem yang menawarkan fungsi desktop lebih lengkap, meski tetap dalam batas media penyimpanan lama.

Pengembang masih merapikan detail akhir sebelum rilis publik. Artinya, fokus mereka saat ini bukan lagi membangun fondasi inti, melainkan menyempurnakan presentasi dan pengalaman pengguna.

Jadwal rilis dan daya tarik retro

HamsterOS dijadwalkan meluncur pada November 2026. Saat tersedia nanti, pengguna yang masih memiliki floppy disk dan perangkat keras lawas akan bisa mencoba langsung seperti apa rasanya menjalankan desktop GUI lengkap dari media 1,44MB.

Dari sisi estetika, proyek ini juga disebut tampil sangat sesuai dengan nuansa perangkat keras kuno yang diusungnya. Kombinasi ukuran yang sangat kecil, target PC jadul, bahasa Assembly, dan dukungan desktop berjendela menjadikan HamsterOS salah satu proyek sistem operasi retro yang paling tidak biasa saat ini.

Di tengah era sistem operasi modern yang semakin besar dan kompleks, HamsterOS justru menawarkan arah sebaliknya. Proyek ini menunjukkan bahwa pada perangkat 386 dan 486, sebuah floppy disk lama masih bisa menjadi rumah bagi desktop 32-bit yang lengkap.

Source: www.xda-developers.com
Terkait