Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. IHSG melemah 168,62 poin atau 2,08 persen ke level 7.935,2 seiring tekanan dari bursa regional Asia dan sentimen negatif dalam negeri.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 19,7 triliun. Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 35,5 miliar lembar dengan frekuensi transaksi mencapai 2,2 juta kali.
Pergerakan Saham dan Sektor
Sebanyak 646 saham mengalami pelemahan, sementara 107 saham menguat dan 68 saham stagnan. Hampir semua sektor utama melemah kecuali sektor transportasi yang mampu naik tipis sebesar 0,53 persen.
Sektor-sektor yang mengalami penurunan signifikan antara lain:
- Barang Konsumen Primer turun 5,11 persen
- Perindustrian turun 4,51 persen
- Energi melemah 3,25 persen
- Barang Baku turun 3,01 persen
- Infrastruktur melemah 2,95 persen
- Properti turun 2,11 persen
- Teknologi melemah 1,82 persen
- Barang Konsumen Nonprimer turun 1,26 persen
- Keuangan melemah 0,94 persen
- Kesehatan turun tipis 0,04 persen
Faktor Penyebab Pelemahan IHSG
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa tekanan pasar saham Indonesia tidak terlepas dari aksi jual yang melanda bursa-bursa di Asia. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor.
Dari sisi domestik, Moody’s Investors Service mengubah outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif pada hari ini. Moody’s menyatakan ada penurunan prediktabilitas kebijakan dan melemahnya tata kelola di bawah pemerintahan Presiden Prabowo yang mulai menjabat Oktober 2024. Namun, peringkat kredit Indonesia masih dipertahankan di level Baa2.
Selain itu, data cadangan devisa yang dirilis pada Januari 2026 juga memberikan tekanan tambahan. Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 154,6 miliar dari posisi tertinggi sembilan bulan pada Desember 2025 sebesar US$ 156,5 miliar. Penurunan ini dianggap menambah kekhawatiran pasar mengenai stabilitas ekonomi makro.
Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, IHSG mengalami penurunan signifikan pada akhir perdagangan hari ini. Investor dianjurkan tetap waspada terhadap dinamika volatilitas yang kemungkinan masih akan berlanjut seiring ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri.





