Phapros Raih PROPER Hijau, Bukti Keberlanjutan Naik Jadi Kinerja Nyata

Author: Qoo Media

PT Phapros Tbk (PEHA) kembali mencatat pengakuan penting di bidang lingkungan setelah meraih PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kinerja perusahaan yang dinilai tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga mampu melampaui standar melalui inovasi dan efisiensi sumber daya.

Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena datang di tengah tuntutan industri farmasi untuk menekan jejak lingkungan tanpa mengganggu kualitas produksi. Phapros menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan bisa berjalan seiring dengan perbaikan kinerja bisnis, terutama lewat pengelolaan energi, air, emisi, dan limbah yang lebih terukur.

Komitmen keberlanjutan yang dijalankan Phapros

Phapros menjalankan lima program unggulan dalam penerapan praktik berkelanjutan di proses operasionalnya. Program itu mencakup efisiensi energi dan air, pengurangan limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3, penanganan limbah non-B3, serta pengelolaan sampah non-B3 melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Perusahaan juga memakai pendekatan life cycle assessment atau LCA untuk menilai dampak lingkungan dari proses produksi. Langkah ini membantu Phapros memastikan operasionalnya tidak hanya sesuai aturan, tetapi juga bergerak ke arah beyond compliance.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan PROPER mendorong perusahaan melakukan transformasi yang lebih jauh. Ia menyebut PROPER sebagai motor perubahan yang mendorong dunia usaha “tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.”

Strategi efisiensi yang memberi hasil nyata

Dalam implementasinya, Phapros mendorong efisiensi energi lewat optimalisasi proses dan teknologi. Perusahaan juga memanfaatkan energi bersih seperti panel surya untuk mendukung penurunan emisi sekaligus memperkuat kinerja operasional.

Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, mengatakan keberlanjutan menjadi bagian penting dari arah bisnis perusahaan. Ia menilai kepemimpinan internal berperan besar dalam menjaga operasional tetap sesuai aspek lingkungan dan standar kepatuhan, sambil tetap menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ida juga menekankan bahwa upaya efisiensi energi, penurunan emisi, dan inovasi ramah lingkungan memberi dampak positif terhadap kinerja keuangan. Pernyataan ini sejalan dengan tren industri yang menunjukkan bahwa pengurangan konsumsi sumber daya sering kali ikut menekan biaya produksi.

Rincian program lingkungan yang dijalankan

Berikut sejumlah capaian dan program lingkungan Phapros sepanjang 2025:

  1. 16 program efisiensi energi dengan penghematan 33.824,80 GJ.
  2. 16 program penurunan emisi dengan reduksi 3.442,74 ton CO2e.
  3. 21 program pengurangan limbah B3 dengan total 17,62 ton.
  4. 17 program pengelolaan sampah non-B3 melalui 3R dengan total 121,31 ton.
  5. 13 program efisiensi air untuk menekan penggunaan sumber daya.

Selain itu, Phapros menjalankan langkah teknis seperti efisiensi chiller hemat energi, modernisasi boiler, penggunaan ulang syringe filter, pemanfaatan air limbah RO, dan reformulasi kemasan. Rangkaian inisiatif itu ikut menekan sampah non-B3 hingga 6,73 ton.

Dampak pada masyarakat sekitar

Program keberlanjutan Phapros tidak berhenti di area pabrik. Perusahaan juga aktif menjalankan kegiatan lingkungan untuk masyarakat, termasuk program “Terangi Bongsari”, penanaman pohon, dan pembangunan Rumah Kompos.

Kegiatan ini penting karena PROPER kini menilai kinerja lingkungan dari perspektif yang lebih luas. Artinya, kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar ikut menjadi bagian dari indikator keberhasilan, bukan hanya pengelolaan limbah di internal perusahaan.

Kinerja bisnis ikut terdorong

Di sisi keuangan, Phapros mencatat pertumbuhan penjualan 26 persen dan laba 109 persen pada 2025. Capaian tersebut didukung oleh efisiensi biaya produksi dan operasional yang berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan.

Hubungan antara efisiensi lingkungan dan performa bisnis ini memperlihatkan bahwa investasi pada teknologi bersih tidak selalu menjadi beban. Dalam kasus Phapros, penghematan energi, pengurangan limbah, dan optimalisasi proses justru membantu perusahaan memperkuat daya saing.

Ida Rahmi Kurniasih menyatakan perusahaan optimistis menghadapi tantangan 2026 setelah capaian tersebut. Optimisme itu bertumpu pada strategi keberlanjutan yang terus diperluas, termasuk target mendukung net zero emission 2060.

Mengapa PROPER Hijau penting bagi industri farmasi

PROPER Hijau menjadi penanda bahwa perusahaan telah melampaui kepatuhan minimum dalam pengelolaan lingkungan. Untuk industri farmasi, penghargaan ini penting karena sektor ini memiliki proses produksi yang kompleks dan berpotensi menghasilkan emisi, limbah, serta konsumsi energi yang tinggi.

Pencapaian Phapros menunjukkan bahwa transformasi hijau bisa diterapkan melalui langkah yang konkret dan terukur. Dengan fokus pada efisiensi, pengurangan limbah, dan energi bersih, perusahaan farmasi dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi, kepatuhan lingkungan, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Bagi Phapros, PROPER Hijau 2025 menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi program tambahan, melainkan bagian dari strategi operasi perusahaan. Capaian ini juga memperlihatkan bahwa pengelolaan lingkungan yang disiplin dapat memberi manfaat ganda, yakni menekan dampak ekologis sekaligus memperkuat fondasi bisnis di tengah tuntutan industri yang semakin ketat.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Terbaru