Kenaikan harga gas menjadi perhatian utama PT PLN (Persero) karena berpotensi menekan biaya operasional pembangkit listrik. Untuk menjaga stabilitas pasokan, PLN terus mengandalkan kebijakan harga gas domestik dan memantau perkembangan harga energi global yang masih bergejolak.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa lonjakan harga minyak dunia ikut mendorong naiknya harga gas alam cair atau LNG. Saat ini, harga minyak dunia disebut telah menyentuh 100 dollar AS per barel, sementara harga LNG di pasar spot berada di kisaran 19-20 dollar AS per MMBTU atau sekitar 14 sen dollar AS per kilowatt-hour.
Fokus PLN pada pasokan dan stabilitas listrik
PLN menempatkan ketersediaan bahan bakar sebagai faktor penting agar sistem kelistrikan tetap aman. Perusahaan juga berupaya mengamankan pasokan LNG dari berbagai sumber untuk mengurangi risiko gangguan pasokan ketika pasar energi internasional mengalami tekanan.
Darmawan menjelaskan bahwa alokasi gas dari pemerintah masih sangat membantu PLN dalam menjaga operasional pembangkit. Dengan dukungan itu, PLN untuk saat ini belum perlu melakukan impor LNG, meski perusahaan tetap menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi pasar memburuk.
Tekanan global dan dampaknya ke pasar LNG
Situasi geopolitik global memberi pengaruh langsung pada rantai pasok energi. Dalam kondisi seperti ini, harga LNG bisa bergerak cepat mengikuti ketidakpastian pasokan, permintaan, serta gangguan produksi di negara produsen utama.
PLN juga memantau perkembangan produksi LNG dari Qatar, yang disebut sebagai salah satu sumber penting pasokan. Produksi dari negara tersebut dilaporkan turun hingga 5 juta ton per tahun, dan pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu sampai 5 tahun.
Langkah yang dipantau PLN untuk menjaga pasokan
Berikut beberapa langkah dan perhatian utama PLN dalam menghadapi potensi kenaikan harga gas:
- Mengandalkan alokasi gas domestik dari pemerintah untuk kebutuhan pembangkit.
- Memantau harga LNG di pasar spot, termasuk pasar Jepang-Korea.
- Menyusun antisipasi pasokan tambahan jika terjadi lonjakan harga.
- Menjaga fleksibilitas sumber LNG agar sistem kelistrikan tetap stabil.
Harga LNG di pasar Jepang-Korea juga dilaporkan berada di level 19 dollar AS per MMBTU, sehingga PLN terus memperhitungkan risiko biaya jika harus mencari pasokan tambahan dari pasar internasional.
Mengapa isu ini penting bagi sistem kelistrikan
Kestabilan harga gas berpengaruh langsung pada biaya produksi listrik, terutama untuk pembangkit yang bergantung pada LNG. Jika harga bahan bakar naik tajam, tekanan tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga pada perencanaan pasokan energi nasional secara lebih luas.
PLN berada dalam posisi untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan energi, biaya operasional, dan keamanan pasokan listrik. Darmawan menegaskan bahwa untuk saat ini alokasi dari pemerintah masih mencukupi, sehingga sistem kelistrikan tetap bisa berjalan dengan kondisi yang relatif aman di tengah pasar energi global yang belum stabil.
