Cadangan kas Berkshire Hathaway menembus rekor baru saat perusahaan konglomerasi itu memasuki era kepemimpinan Greg Abel. Pada kuartal pertama 2026, simpanan kas Berkshire mencapai US$397 miliar atau sekitar Rp6.882 triliun, level tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Lonjakan itu terjadi di tengah perubahan strategi investasi dan langkah korporasi yang mulai diambil Abel setelah menggantikan Warren Buffett pada awal tahun ini. Data laporan regulasi kuartal pertama menunjukkan posisi kas perusahaan menguat setelah Berkshire Hathaway melepas kepemilikan saham secara bersih senilai US$8,1 miliar.
Kas menguat, portofolio bergeser
Pada akhir kuartal tersebut, total kas bersih Berkshire Hathaway tercatat sebesar US$380 miliar. Angka ini menegaskan besarnya ruang gerak perusahaan di tengah pasar yang masih bergerak hati-hati dan saham Berkshire sendiri turun 5,9 persen sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan Jumat.
Abel juga mulai mengubah arah kebijakan modal perusahaan dengan memulai kembali program pembelian kembali saham. Pada kuartal tersebut, Berkshire melakukan buyback senilai US$234,2 juta dan membagikan dividen kepada investor.
Langkah buyback itu muncul setelah evaluasi internal atas nilai intrinsik perusahaan dibandingkan dengan harga pasarnya. Greg Abel menyebut dirinya dan Buffett telah menyimpulkan bahwa nilai intrinsik saham perusahaan lebih tinggi daripada nilai pasarnya, sehingga program pembelian kembali saham layak diaktifkan lagi.
Laba operasional ikut naik
Di sisi kinerja usaha, Berkshire Hathaway mencatat kenaikan laba operasional sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$11,35 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor asuransi yang kembali menjadi mesin penting bagi konglomerasi tersebut.
Laba penjaminan emisi di bisnis asuransi mencapai US$1,7 miliar, naik 29 persen dari periode yang sama tahun lalu. Perbaikan itu terjadi setelah periode sebelumnya perusahaan menanggung kerugian akibat kebakaran hutan di Los Angeles.
Perombakan investasi di bawah Abel
Selain buyback, Abel juga mulai menata ulang portofolio investasi Berkshire. Ia menjual kepemilikan saham yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan Todd Combs.
Todd Combs sendiri telah beralih peran ke JPMorgan Chase & Co. sebagai penasihat investasi sejak Desember lalu. Perubahan ini menandai penyesuaian penting dalam struktur pengelolaan investasi Berkshire di awal masa transisi kepemimpinan.
Kombinasi kas yang sangat besar, laba operasional yang naik, serta pembelian kembali saham menunjukkan Berkshire Hathaway bergerak dengan kehati-hatian sekaligus fleksibilitas tinggi. Di bawah Abel, perusahaan kini memiliki cadangan dana raksasa untuk mengatur pembelian aset, buyback, maupun perubahan portofolio sesuai kondisi pasar.
