IHSG menutup perdagangan 4 Mei 2026 di zona hijau, tetapi kenaikannya belum cukup kuat untuk menghapus volatilitas sepanjang sesi. Indeks Harga Saham Gabungan naik 15,15 poin atau 0,22 persen dan berakhir di level 6.971,95.
Pergerakan hari itu menunjukkan pasar masih bergerak hati-hati meski ada dorongan beli di sejumlah saham. IHSG sempat turun ke 6.946,06 dan juga naik hingga 7.069,69 sebelum akhirnya kembali mendekati area 6.970.
Aktivitas transaksi tetap tinggi
Di tengah penguatan indeks, aktivitas pasar modal tercatat ramai. Total volume transaksi mencapai 57,84 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 20,81 triliun dari 2,4 juta kali frekuensi transaksi.
Data itu menandakan minat investor tetap besar, meski arah perdagangan tidak seragam. Sepanjang sesi, jumlah saham yang naik mencapai 340, sementara 376 saham melemah dan 243 saham tidak bergerak.
Sektor konsumen dorong indeks
Penguatan IHSG ditopang terutama oleh sektor barang konsumen siklikal yang melonjak 2,53 persen. Sektor non-siklikal juga memberi dukungan dengan kenaikan 1,53 persen pada penutupan perdagangan.
Namun, tekanan datang dari beberapa sektor lain yang justru masuk zona merah. Sektor kesehatan menjadi yang paling lemah dengan koreksi 1,63 persen, disusul teknologi yang turun 1,56 persen dan transportasi yang melemah 1,52 persen.
LQ45 ikut menguat, JII bergerak tipis
Sejalan dengan IHSG, indeks acuan lain juga menutup perdagangan dengan kenaikan. LQ45 naik 5,22 poin ke 674,56, sedangkan KOMPAS100 menguat 4,08 poin menjadi 940,25.
Di sisi syariah, pergerakan lebih beragam. Jakarta Islamic Index atau JII justru turun tipis 0,27 poin ke 461,84.
Kapitalisasi pasar di BEI tercatat berada pada level Rp 12.414 triliun. Angka ini memperlihatkan nilai pasar tetap besar di tengah pergerakan indeks yang belum terlalu agresif.
Sejumlah saham LQ45 mencatat pergerakan mencolok
Di jajaran emiten unggulan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat kenaikan paling menonjol dengan lonjakan 7,95 persen ke level 1.425. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga tampil positif setelah naik 6,58 persen ke posisi 1.295.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat kuat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun 5,56 persen ke level 51. Saham berbasis komoditas PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga terkoreksi 4,17 persen ke level 230.
Pergerakan campuran pada saham-saham besar itu menunjukkan pasar masih memilih sektor tertentu untuk diburu. Rotasi sektor menjadi warna utama perdagangan, sementara saham teknologi dan komoditas ikut menahan laju penguatan indeks yang lebih lebar.
