Harga Emas Masih Punya Tenaga, Investor Perlu Waspadai Satu Pemicu Ini

Author: Qoo Media

Harga emas masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan akhir pekan kedua Juli 2026. Sinyal teknikal yang masih bullish membuat logam mulia ini belum kehilangan tenaga, tetapi pasar juga diminta waspada pada arah sentimen global.

Di tengah minat beli yang masih kuat, ruang kenaikan emas tetap terbuka selama tekanan jual tidak berhasil mematahkan struktur naik yang sudah terbentuk. Namun, setiap perubahan pada data ekonomi Amerika Serikat bisa segera menggeser ekspektasi pasar terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Struktur teknikal masih mendukung kenaikan

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai harga emas masih mampu bertahan di atas sejumlah level teknikal penting. Pada time frame H1, pergerakan harga masih menunjukkan tren naik yang cukup solid.

Salah satu sinyal positif muncul saat harga memantul atau rejection dari area Moving Average 21 dan Moving Average 34. Dalam analisis yang dikutip money.kompas.com pada Senin (13/7/2026), Geraldo menyebut kedua indikator itu kembali berfungsi sebagai dynamic support karena tekanan jual bisa diredam oleh minat beli yang kuat.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan buyer masih menguasai pasar. Saat koreksi terjadi, penurunan harga juga tidak mampu berlangsung dalam karena langsung mendapat respons beli di area support dinamis itu.

Level Teknis Fungsi Makna untuk Emas
MA 21 Dynamic support Menahan koreksi dan menjaga tren naik
MA 34 Dynamic support Menjadi area pertahanan saat tekanan jual muncul
Resistance yang ditembus Support baru Memperkuat sinyal role reversal

Geraldo juga menyoroti perubahan fungsi resistance menjadi support baru, atau role reversal, sebagai sinyal yang memperkuat tren bullish. Pola higher low yang masih terbentuk ikut menegaskan bahwa setiap titik koreksi terbaru tetap berada di atas titik terendah sebelumnya.

Target terdekat ada di 4.136

Berdasarkan kondisi itu, Dupoin Futures memperkirakan emas berpeluang menguji resistance pertama di level 4.136. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, target berikutnya berada di area 4.165.

Indikator Stochastic juga masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski sudah masuk zona tersebut, indikator itu belum memberi sinyal pelemahan yang berarti, sehingga momentum beli masih dinilai cukup kuat.

Sentimen global masih jadi faktor penentu

Selain faktor teknikal, arah emas juga sangat bergantung pada sentimen global. Permintaan terhadap aset safe haven bisa kembali naik jika ketidakpastian ekonomi, dinamika geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan terus meningkat.

Faktor lain yang ikut menopang emas adalah potensi pelemahan dolar AS. Jika pasar semakin yakin Federal Reserve akan mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga, dolar AS berpotensi melemah dan memberi ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield juga bisa menjadi kabar baik bagi logam mulia. Saat yield turun, biaya peluang untuk memegang emas ikut mengecil sehingga daya tariknya sebagai aset lindung nilai cenderung meningkat.

Namun investor tetap perlu mencermati sejumlah data ekonomi penting AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, ketenagakerjaan, indeks aktivitas manufaktur dan jasa atau PMI, serta pernyataan pejabat The Fed berpotensi mengubah arah ekspektasi pasar.

Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga bisa makin besar dan momentum bullish emas dapat berlanjut. Sebaliknya, data yang kuat berisiko mengangkat dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga ruang kenaikan emas bisa menyempit dan membuka peluang koreksi jangka pendek.

Selama emas masih bertahan di atas MA 21 dan MA 34 serta support baru yang terbentuk, skenario kenaikan tetap menjadi proyeksi utama. Tantangan terbesarnya kini bukan hanya soal resistance 4.136 dan 4.165, tetapi juga bagaimana pasar merespons data ekonomi AS yang bisa mengubah arah pergerakan dengan cepat.

Source: money.kompas.com
Terbaru