Antrean BBM Medan Mulai Normal, Pertamina Kerahkan Terminal dan Armada 24 Jam

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan mulai kembali normal setelah distribusi bahan bakar minyak atau BBM menunjukkan perbaikan. Kondisi ini menjadi kabar penting bagi warga yang sebelumnya menghadapi pelayanan SPBU yang lebih padat.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan terus mengoptimalkan rantai pasok energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Percepatan distribusi yang dijalankan secara intensif dalam beberapa hari terakhir disebut membuat pelayanan di SPBU semakin lancar.

Distribusi Dipercepat dari Sejumlah Terminal

Langkah pemulihan dilakukan dari sisi operasional hingga pengangkutan BBM menuju SPBU. Integrated Terminal Medan Group dioperasikan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran penyaluran.

Pertamina juga menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter dan memperkuat personel Awak Mobil Tangki atau AMT. Pasokan turut dioptimalkan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, serta Integrated Terminal Lhokseumawe.

LangkahDukungan OperasionalTujuan
Operasional terminalIntegrated Terminal Medan Group beroperasi 24 jamMempercepat penyaluran BBM
Penambahan angkutanMobil tangki melalui skema spot charterMemperkuat distribusi ke SPBU
Penguatan personelPenambahan dukungan Awak Mobil TangkiMendukung pengiriman BBM
Optimalisasi suplaiTerminal Kisaran, Siantar, dan LhokseumaweMenjaga ketersediaan pasokan

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut perkembangan penyaluran di Medan bergerak positif. Ia mengatakan antrean mulai normal berkat upaya bersama untuk mempercepat distribusi.

“Kondisi penyaluran BBM di Kota Medan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fahrougi dalam keterangannya yang dikutip finance.detik.com, Minggu (19/7/2026).

Menurut Fahrougi, optimalisasi operasional akan terus dilakukan sampai pelayanan kepada masyarakat kembali normal sepenuhnya. Pertamina menempatkan kelancaran pasokan dan pelayanan SPBU sebagai fokus dalam proses pemulihan tersebut.

Pemantauan Stok dan Skema Darurat

Pemantauan terhadap stok serta penyaluran BBM dilakukan di seluruh SPBU untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Bila permintaan meningkat di suatu wilayah, pasokan dapat disesuaikan melalui skema Reguler Alternatif Emergency atau RAE.

Skema tersebut digunakan untuk membantu memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi saat terjadi peningkatan kebutuhan pada area tertentu. Pertamina tidak merinci volume tambahan pasokan maupun daftar SPBU yang menjalankan penyesuaian itu.

Upaya percepatan distribusi ini melibatkan BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, serta mitra transportir. Sinergi tersebut diarahkan agar pengiriman BBM dapat berlangsung lebih cepat dan efektif di Sumatera Utara.

Peninjauan SPBU di Binjai

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Kepala BPH Migas juga meninjau operasional SPBU di Kota Binjai. Peninjauan dilakukan untuk melihat pelayanan secara langsung sekaligus memastikan pasokan dan distribusi kepada masyarakat berjalan lancar.

Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung percepatan distribusi, termasuk seluruh Perwira Pertamina. Dukungan lintas lembaga dinilai penting untuk menjaga layanan energi tetap berjalan di tengah proses pemulihan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina menyatakan akan terus memonitor kondisi operasional serta penyaluran di lapangan agar pelayanan energi dapat berlangsung optimal.

Source: finance.detik.com
Terkait