Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Medan dan Binjai, Sumatera Utara, dilaporkan telah terurai setelah distribusi bahan bakar minyak diperkuat. Kondisi layanan pengisian BBM kini berangsur normal, termasuk di titik yang sebelumnya mengalami antrean panjang.
Pemulihan ini penting bagi pengendara yang dalam beberapa hari terakhir harus menunggu untuk mendapatkan bahan bakar. BPH Migas memastikan penguatan pasokan dan armada distribusi terus dilakukan agar ketersediaan di SPBU tetap terjaga.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pemantauan di Medan dan Binjai menunjukkan perubahan positif dalam dua hari terakhir. Bersama Pertamina Patra Niaga, regulator memeriksa sejumlah SPBU dari pagi hingga malam untuk melihat langsung kondisi distribusi.
Menurut Wahyudi, titik-titik yang sebelumnya menjadi perhatian karena antrean kini sudah kembali melayani masyarakat secara lebih lancar. “Hasil pemantauan titik-titik yang menjadi kerawanan distribusi antrean BBM alhamdulillah sudah berjalan, terurai, dan normal,” ujarnya, dikutip www.beritasatu.com pada Minggu (19/7/2026).
Pasokan Didorong di Atas Target Harian
Pertamina Patra Niaga mempercepat distribusi sejak Kamis (16/7/2026) malam untuk memulihkan stok di SPBU. Upaya tersebut mencakup penambahan armada bantuan atau spot charter serta peningkatan volume pengiriman bahan bakar.
| Aspek | Kondisi Sebelumnya | Langkah Pemulihan |
|---|---|---|
| Penyaluran ke SPBU | Sekitar 112% dari target harian | Ditingkatkan menjadi di atas 120% |
| Suplai BBM | Antrean terjadi di sejumlah titik | Diperkuat hingga 120%-125% |
| Armada distribusi | Perlu percepatan pemulihan stok | Ditambah melalui armada bantuan |
Wahyudi meminta masyarakat tetap tenang karena suplai telah ditingkatkan untuk menjaga kelancaran pelayanan. Ia menyebut Pertamina Patra Niaga bergerak cepat agar penyaluran ke SPBU tidak terputus dan stok tetap tersedia.
“Masyarakat harap tenang, pasti Pertamina Patra Niaga ini sudah bergerak cepat (menjaga) suplai dan suplai BBM juga dinaikkan menjadi 120%-125%,” kata Wahyudi. Penguatan ini masih diteruskan meski kondisi visual di sejumlah SPBU sudah berangsur normal.
Binjai Tak Lagi Memperlihatkan Antrean Panjang
Binjai sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang disorot karena antrean kendaraan disebut sempat mencapai lebih dari satu kilometer. Saat pemantauan pada Sabtu (18/7/2026), Wahyudi menyatakan antrean tersebut sudah tidak terlihat lagi.
Ia menilai kondisi itu menunjukkan pengiriman BBM ke wilayah tersebut mulai menguat. Meski demikian, pengawasan dan penguatan distribusi tetap diperlukan agar antrean serupa tidak kembali terjadi setelah pemulihan awal.
Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga, Sunardi, mengatakan peningkatan penyaluran ditujukan untuk mempercepat pemulihan stok di SPBU. Pasokan yang lebih besar diharapkan membuat layanan pengisian kembali stabil di seluruh titik terdampak.
“Supaya memang recovery (pemulihan) suplai di SPBU segera berjalan normal dan stok di SPBU tersedia,” ujar Sunardi. Ia menekankan penguatan armada menjadi langkah konkret untuk menjaga kontinuitas suplai ke SPBU.
Kondisi yang membaik juga dirasakan oleh pengguna kendaraan di Binjai. Pengemudi ojek daring Fandy (39) mengatakan pengisian BBM di SPBU yang biasa didatanginya telah kembali lancar setelah sebelumnya ia mengantre selama tiga hari.
“Lancar, Pak. Kemarin ikut antre lah, Pak, sampai malam. Hari ini lancar,” ujar Fandy. Pengemudi becak motor Fiter Carlo (63) juga menyampaikan pengisian BBM kembali lancar setelah beberapa hari sebelumnya terdampak antrean panjang.
Pemantauan distribusi turut melibatkan Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho serta perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM di Medan dan Binjai tetap berjalan normal.
