Rencana penghematan anggaran pemerintah belum menyentuh pos pertahanan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum ada rencana untuk memangkas anggaran pertahanan.
Pernyataan itu menjadi penjelasan atas arah efisiensi belanja yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah masih menilai kondisi anggaran cukup, sehingga pemotongan di pos tersebut belum diperlukan.
Defisit Menjadi Pertimbangan
Purbaya mengatakan besarnya pos anggaran perlu dilihat bersama kondisi defisit pemerintah. Pemangkasan dapat dipertimbangkan apabila defisit terganggu, tetapi ia menilai situasinya masih jauh dari kondisi tersebut.
“Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau emang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya nggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
Dengan penjelasan itu, Purbaya tidak menutup kemungkinan evaluasi anggaran pada masa mendatang. Namun, belum ada langkah pemotongan yang disiapkan untuk anggaran pertahanan saat ini.
| Pernyataan | Pihak | Waktu dan Lokasi | Pokok Pesan |
|---|---|---|---|
| Belum ada rencana pemangkasan | Purbaya Yudhi Sadewa | 20/7/2026, Jakarta Pusat | Kondisi anggaran dinilai masih cukup. |
| Penghematan dapat mencakup pertahanan | Prabowo Subianto | 17/6/2026, Kabupaten Malang | Efisiensi diarahkan untuk menghilangkan kemiskinan. |
Merespons Arahan Efisiensi Prabowo
Isu perubahan anggaran pertahanan muncul setelah Prabowo menyampaikan rencana penghematan di hampir seluruh sektor. Dalam arahannya, ia menyebut anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi bila diperlukan.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam pidato pada acara Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan. Acara itu berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/6/2026).
Menurut Prabowo, penghematan anggaran ditempatkan dalam agenda yang lebih besar untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Ia menekankan efisiensi sebagai pendekatan yang dapat diterapkan pada berbagai pos belanja negara.
“Saudara-saudara sekalian, kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Belum Ada Perubahan pada Pos Pertahanan
Penegasan Purbaya memperjelas bahwa pernyataan Prabowo mengenai pengurangan anggaran pertahanan masih berada dalam konteks kemungkinan bila diperlukan. Belum ada keputusan yang mengubah pos tersebut sebagai bagian dari kebijakan efisiensi pemerintah.
Finance.detik.com melaporkan pernyataan Purbaya disampaikan saat ia merespons pertanyaan mengenai penghematan anggaran sesuai arahan Presiden. Fokus pertimbangan yang ia sampaikan adalah kecukupan anggaran serta kondisi defisit pemerintah.
Dengan demikian, pembahasan efisiensi tetap berjalan sebagai arah kebijakan umum, sementara anggaran pertahanan belum masuk rencana pemangkasan. Setiap perubahan pada pos itu, menurut penjelasan Purbaya, akan berkaitan dengan perkembangan kondisi defisit.
