Penyaluran pembiayaan PT Sahabat Mikro Fintek atau Samir mencapai Rp2,3 triliun sepanjang semester I/2026. Nilai tersebut melonjak 84% secara tahunan dan menandai pertumbuhan kuat bagi penyelenggara fintech P2P lending ini.
Pertumbuhan itu tidak hanya terlihat dari nilai pembiayaan yang disalurkan. Jumlah peminjam Samir juga meningkat 13% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ekspansi di luar Pulau Jawa
Perubahan paling menonjol terlihat pada sebaran pembiayaan Samir di luar Pulau Jawa. Jawa masih mendominasi sekitar 69% portofolio, tetapi persentasenya mulai menurun seiring kenaikan penyaluran di wilayah lain.
Sumatra telah menyumbang sekitar 17% dari portofolio penyaluran pembiayaan Samir. Sulawesi dan Kalimantan juga mencatat kenaikan penyaluran yang disebut cukup merata di masing-masing wilayah.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Penyaluran pembiayaan | Rp2,3 triliun | Semester I/2026 |
| Pertumbuhan pembiayaan | 84% | Secara tahunan |
| Pertumbuhan peminjam | 13% | Dibandingkan periode sama 2025 |
| Porsi Pulau Jawa | Sekitar 69% | Masih terbesar, namun mulai menurun |
| Porsi Sumatra | Sekitar 17% | Telah menembus angka tersebut |
Penyaluran juga meningkat di Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Papua. Di Maluku, porsi penyaluran pembiayaan telah menembus angka 1%.
Direktur Utama Samir Handy Juniandri menyatakan pertumbuhan pembiayaan harus dijalankan bersamaan dengan penguatan tata kelola perusahaan. Perusahaan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin.
Dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/7/2026), Handy mengatakan Samir melihat peluang akselerasi melalui kerja sama lintas lembaga keuangan. Arah penyalurannya juga ditujukan untuk memperluas pembiayaan ke luar Jawa dan meningkatkan porsi sektor produktif.
“Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM,” kata Handy.
Orientasi pada sektor produktif menjadi bagian dari pendekatan Samir dalam menyalurkan pembiayaan UMKM. Perusahaan mengaitkan penyaluran tersebut dengan keberlangsungan bisnis usaha serta kemajuan ekonomi pelaku UMKM.
Didukung 11 pemberi dana institusional
Samir saat ini memperoleh pendanaan dari 11 institutional lender. Tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yang dipandang perusahaan sebagai bentuk kepercayaan korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diterapkan.
| Pemberi Dana Institusional | Sektor | Keterangan |
|---|---|---|
| PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) | Perbankan | Institutional lender Samir |
| PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) | Perbankan | Institutional lender Samir |
| PT Bank Sahabat Sampoerna | Perbankan | Institutional lender Samir |
Handy menyebut kehadiran tiga bank tersebut memperlihatkan penguatan kepercayaan terhadap infrastruktur Samir. Menurutnya, kepercayaan itu juga berkaitan dengan mitigasi risiko yang diimplementasikan perusahaan.
Ke depan, Samir membuka peluang kolaborasi dengan bank lain maupun layanan keuangan formal melalui skema channeling. Skema itu ditujukan untuk membentuk ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan tumbuh berkelanjutan.
Perusahaan juga tengah menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank untuk menjadi institutional lender. Proses tersebut, menurut Handy, tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, serta prinsip perlindungan konsumen.
