Kabupaten Bekasi menargetkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik mampu menangani 1.000 ton sampah setiap hari pada tahap awal operasional. Kapasitas tersebut diharapkan menjadi jawaban atas beban TPA Burangkeng yang saat ini menerima sekitar 1.300 ton sampah per hari.
PT Danantara Investment Management telah memilih Everbright Harmony dari China sebagai mitra pembangunan proyek tersebut. Pemilihan mitra ini membuka tahap teknis menuju pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL Bekasi.
Proyek ditargetkan beroperasi pada 2029
Penyusunan desain proyek ditargetkan rampung pada 2026 agar pembangunan fisik dapat segera dimulai. Groundbreaking dijadwalkan pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027.
Pembangunan fasilitas ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Dengan jadwal tersebut, PSEL Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
| Tahapan | Target/Waktu |
|---|---|
| Penyusunan desain | Rampung pada 2026 |
| Groundbreaking | Akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027 |
| Masa konstruksi | Sekitar dua tahun |
| Mulai beroperasi | 2029 |
| Kapasitas awal | 1.000 ton sampah per hari |
Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menyatakan proses pemilihan mitra telah selesai. Langkah berikutnya adalah mempercepat tahapan teknis pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Menurut Fadli, Everbright Harmony dipilih karena merupakan salah satu perusahaan pengelola waste to energy terbesar di China. Penetapan perusahaan itu menjadi titik awal untuk menjalankan desain dan persiapan konstruksi proyek.
“Kami optimistis pembangunan PSEL dapat berjalan sesuai target sehingga menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan bagi Kabupaten Bekasi,” kata Fadli. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Danantara melaporkan hasil pemilihan mitra kepada Plt Bupati Bekasi.
Lahan dan anggaran pematangan telah disiapkan
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan telah mempersiapkan kebutuhan proyek selama hampir satu tahun terakhir. Persiapan mencakup dokumen administrasi, lahan, anggaran pematangan, serta infrastruktur akses menuju lokasi.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan lahan seluas lima hektare telah tersedia sebagai aset pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran Rp16,5 miliar untuk pematangan lahan.
| Kebutuhan Proyek | Persiapan Pemerintah Kabupaten Bekasi |
|---|---|
| Lahan | 5 hektare aset pemerintah daerah |
| Pematangan lahan | Anggaran Rp16,5 miliar |
| Akses konstruksi | Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan |
| Kapasitas awal fasilitas | 1.000 ton sampah per hari |
Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan menuju kawasan proyek juga diprioritaskan untuk mendukung mobilitas selama konstruksi. Koordinasi antara pemerintah daerah dan Danantara akan terus dilakukan agar jadwal pembangunan tidak bergeser.
Tekanan sampah di wilayah berpenduduk 3,4 juta jiwa
Kebutuhan fasilitas baru menjadi penting karena Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 3,4 juta penduduk dan ribuan perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Volume sampah yang masuk ke TPA Burangkeng menjadi tantangan utama yang ingin dikurangi melalui proyek ini.
Pada tahap awal, kemampuan pengolahan 1.000 ton per hari masih berada di bawah volume sampah harian yang diterima TPA Burangkeng. Kapasitas PSEL direncanakan meningkat bertahap sesuai kesiapan sistem pengangkutan dan operasional.
Menurut Asep, proyek tersebut tidak semata membangun fasilitas pengolahan sampah. “Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya seperti dikutip Beritasatu.com.
Kehadiran Everbright Harmony bersama Danantara diharapkan mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi. Fokus proyek ini mencakup pengurangan timbunan di TPA sekaligus pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik.
