PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) berencana melakukan akuisisi besar atas PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), pengelola Jalan Tol Cimanggis–Cibitung. Transaksi ini diharapkan mencapai total nilai lebih dari Rp3,5 triliun. Melalui langkah strategis ini, BTI berambisi menguasai 90 persen saham CCT, yang saat ini sebagian besar dimiliki oleh PT Waskita Toll Road (WTR) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Saat ini, BTI memiliki sekitar 5 persen saham CCT, yang setara dengan 4 juta lembar saham berharga nominal Rp4 miliar. Namun, rencana akuisisi ini mencakup pembelian 72 juta lembar saham dari dua pemegang saham utama. Dalam laporan perusahaan yang dirilis pada 7 Agustus 2025, diketahui bahwa WTR akan menjual 28 juta lembar saham, sedangkan SMI mengalihkan 44 juta lembar saham mereka.
Salah satu aspek penting dari akuisisi ini adalah konversi piutang yang dimiliki oleh WTR dan SMI terhadap CCT. Piutang yang akan diambil alih oleh BTI mencapai total Rp2,56 triliun. Sesuai perjanjian, piutang ini akan dikonversi menjadi saham baru CCT dengan harga Rp1.000 per saham. Dalam konteks ini, BTI menyatakan bahwa setelah transaksi, kepemilikan sahamnya di CCT, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan menjadi 100 persen.
Signifikansi Proyek Tol Cimanggis–Cibitung
Tol Cimanggis–Cibitung merupakan bagian integral dari jaringan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR 2). Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan wilayah Cibubur, Bekasi, hingga Cibitung, dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalur-jalur utama seperti Tol Jagorawi dan Tol Jakarta–Cikampek. Selain itu, keberadaan tol ini akan memperlancar akses logistik dari kawasan industri di Bekasi ke pelabuhan dan bandara, serta mempercepat konektivitas antarwilayah di Jabodetabek.
Dari keterangan resmi BTI, dijelaskan bahwa jalan tol ini telah mengalami perkembangan signifikan sejak dimulainya proyek pada tahun 2006. Meskipun mengalami berbagai kendala, termasuk masalah pembebasan lahan dan pendanaan, proyek ini mulai beroperasi secara bertahap sejak tahun 2020. Tol ini terbagi menjadi dua seksi utama: Seksi 1 (Cimanggis–Jatikarya) dan Seksi 2 (Jatikarya–Cibitung), dengan total panjang sekitar 26 kilometer.
Melihat Ke Depan
Dengan akuisisi ini, BTI tidak hanya memperkuat posisinya di sektor jalan tol, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan infrastruktur transportasi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Jabodetabek. Dalam laporan tersebut, BTI menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas portofolio investasi di sektor infrastruktur dan transportasi.
Dalam konteks ini, BTI juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investor dan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak terkait, guna memastikan kelancaran operasional dan perawatan jalan tol di masa mendatang. Apabila akuisisi ini berjalan lancar, BTI berpotensi untuk memimpin pengelolaan tol yang vital bagi akses dan mobilitas di daerah tersebut.
Dengan langkah maju ini, BTI tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berperan dalam memfasilitasi konektivitas dan efisiensi transportasi dalam menghadapi tantangan yang ada di daerah perkotaan yang terus berkembang.
