Kementan Raih Penghargaan FAO atas Kontribusi Signifikan di Sektor Pertanian Dunia

Author: Qoo Media

Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menerima penghargaan dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) atas kontribusinya dalam Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) yang berperan penting dalam pembangunan sektor pangan dan pertanian dunia. Penghargaan ini menegaskan peran strategis Indonesia sebagai penyedia solusi pertanian bagi negara-negara berkembang dan menunjukkan transformasi Indonesia dari penerima bantuan menjadi inovator dan mitra global di bidang pertanian.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut adalah bukti pengakuan dunia internasional terhadap kontribusi nyata Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan global. “Indonesia telah bertransformasi dari seorang penerima manfaat menjadi penyedia teknologi, tenaga ahli, serta inovasi pertanian yang sangat dibutuhkan oleh negara lain,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan pada ajang Global Technical Recognition Ceremony yang digelar di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia, pada 15 Oktober 2023, sebagai bagian dari peringatan 80 tahun FAO berkontribusi dalam pembangunan pertanian dunia. Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 18 penerima rekognisi KSST, yang terbagi dalam dua kategori, yaitu Country-Level Recognition dan Institutional-Level Recognition.

Pada kategori Country-Level, Indonesia diapresiasi atas perannya dalam mendorong transformasi pertanian dan ketahanan pangan global melalui program KSST yang selaras dengan FAO Strategic Framework 2022-2031. Program ini juga mengusung visi “Four Betters” yaitu better production, better nutrition, better environment, dan better life. Selama dua dekade terakhir, Kementan telah mengimplementasikan inisiatif KSST ke sebanyak 74 negara, dengan pengiriman 190 tenaga ahli, 400 unit alat dan mesin pertanian, serta 5.000 dosis semen beku untuk pengembangan ternak.

Selain itu, Kementan telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.500 peserta dari berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Pasifik. Indonesia juga memainkan peranan penting dengan mendirikan pusat pelatihan regional di Tanzania, Gambia, dan Fiji. Tidak hanya itu, dukungan pemulihan produksi pangan di negara-negara seperti Madagaskar dan Sudan turut menunjukkan komitmen Indonesia dalam ketahanan pangan dunia.

Sementara itu, pada kategori Institutional-Level, penghargaan FAO diberikan kepada Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari yang berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Lembaga ini diakui sebagai pusat unggulan (centre of excellence) dalam bidang reproduksi ternak. BBIB Singosari berperan penting dengan menyuplai lebih dari 60 persen semen beku nasional, menciptakan ribuan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai ekonomi sektor peternakan di Indonesia.

Ekspansi BBIB Singosari juga melampaui batas negara, dengan pelatihan bagi lebih dari 300 profesional dari 36 negara. Organisasi tersebut membangun kerja sama strategis dengan berbagai lembaga internasional, seperti Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Islamic Development Bank (IsDB), demi memperluas dampak positifnya dalam pengembangan peternakan dan ketahanan pangan global.

Pencapaian Kementan ini bukan hanya sekadar pengakuan formal, tetapi juga mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam menjalin kerja sama internasional yang efektif. Program KSST sebagai bentuk solidaritas antarnegara berkembang memberikan kontribusi signifikan dalam pengentasan kerawanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian secara global.

Penghargaan dari FAO menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Indonesia dalam inovasi pertanian dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor ini. Ke depan, peran Indonesia di kancah internasional diharapkan semakin kuat sebagai contoh sukses dalam pengembangan pertanian berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan.

Source: mediaindonesia.com

Terbaru