Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025, mencatat kenaikan tipis sebesar 6,63 poin atau 0,08% ke level 8.172,85. Pergerakan indeks di sepanjang sesi tergolong fluktuatif dengan rentang antara 8.150 hingga 8.231, menunjukkan sentimen pasar yang cukup berhati-hati pada pembukaan perdagangan hari ini.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume transaksi saham mencapai 22,63 miliar lembar dengan nilai perdagangan sebesar Rp 12,27 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,43 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 331 saham mengalami penguatan, sementara 295 saham mengalami pelemahan, dan 183 saham lainnya stagnan.
Penguatan Mayoritas Sektor dan Dominasi Sektor Keuangan
Mayoritas sektor industri mengakhiri sesi I dengan catatan positif. Sektor keuangan menjadi yang paling berkontribusi terhadap penguatan IHSG dengan kenaikan signifikan sebesar 1,39%. Diikuti oleh sektor energi yang melaju 1,02%, sektor teknologi naik 0,78%, sektor industri 0,43%, dan sektor infrastruktur terkerek naik 0,27%. Di sisi lain, beberapa sektor justru mencatat pelemahan, terutama sektor barang konsumsi nonprimer, barang konsumsi primer, properti, dan transportasi.
Dua Saham Catat Kenaikan Tertinggi Capai Auto Rejection Atas
Lima saham berhasil mencatat kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers pada sesi I ini. Paling mencolok adalah dua saham yang mencapai batas auto rejection atas (ARA) dengan kenaikan maksimal 25%. Kedua saham tersebut adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL).
Selain itu, tiga saham lain juga mencatatkan lonjakan harga yang cukup tajam. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melonjak sebesar 20,18% dengan harga saham mencapai Rp 2.740 per lembar. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 15,94% di harga Rp 4.000 per saham, dan PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) mencatat kenaikan sebesar 15% menjadi Rp 1.495 per lembar saham.
Saham-saham dengan Penurunan Terdalam
Meski IHSG menguat, terdapat beberapa saham yang mengalami koreksi harga signifikan pada sesi ini. PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) merosot paling dalam sebesar 10,29% menjadi Rp 61 per lembar. PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) juga melemah 9,35% ke Rp 252. Saham lain yang mengalami penurunan adalah PT Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO), PT Multi Indocita (MICE), dan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA).
Penguatan IHSG yang hanya naik tipis meskipun didukung oleh mayoritas sektor yang menguat menandakan adanya sentimen hati-hati di pasar. Hal ini mungkin berkaitan dengan kondisi global dan domestik yang masih diwarnai volatilitas dan ketidakpastian ekonomi. Para investor tampaknya lebih selektif memilih saham-saham yang dianggap memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan yang jelas.
Pergerakan IHSG juga menggambarkan konsolidasi pasar menjelang pengumuman data ekonomi penting yang akan datang, baik dari dalam negeri maupun pasar global. Kondisi ini memberi peluang bagi para pelaku pasar untuk melakukan evaluasi portofolio guna mengantisipasi perubahan arah pasar di sesi-sesi berikutnya.
Dengan kondisi pasar modal yang masih menunjukkan pergerakan yang dinamis, para investor disarankan untuk terus memantau perkembangan berita dan laporan keuangan emiten guna mengambil keputusan investasi yang tepat. Bursa Efek Indonesia tetap menjadi pusat aktivitas perdagangan saham dengan likuiditas yang cukup tinggi pada sesi perdagangan hari ini.
Source: www.beritasatu.com
