MediaTek Dimensity 8500 hadir sebagai chipset mid-range yang langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi performa tinggi, efisiensi daya, dan dukungan fitur kelas atas. Chipset ini diumumkan MediaTek sebagai penerus Dimensity 8400, yang sebelumnya dipakai di POCO X7 Pro dan Xiaomi 15T.
Di kelasnya, Dimensity 8500 ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kinerja cepat untuk multitasking, bermain game, hingga pemrosesan kamera dan AI. MediaTek juga menempatkan chipset ini sebagai opsi yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga siap dipakai pada smartphone dengan harga yang masih relatif terjangkau.
Proses fabrikasi dan susunan CPU
MediaTek bekerja sama dengan TSMC untuk memproduksi Dimensity 8500 dengan proses fabrikasi T4P 4nm. Chipset ini memakai konfigurasi all-big-core CPU, yang berarti seluruh inti prosesor mengandalkan core kelas atas untuk mengejar performa maksimal.
Konfigurasi CPU-nya terdiri dari satu prime core Cortex-A725 dengan kecepatan 3,4GHz, tiga performance core di 3,2GHz, dan empat efficiency core di 2,2GHz. Susunan ini tidak jauh berbeda dari pendahulunya, tetapi MediaTek mengeklaim ada peningkatan performa hingga 7 persen.
Dukungan AI dan kemampuan kamera
Selain performa, Dimensity 8500 juga membawa peningkatan pada sisi kecerdasan buatan dan kamera. MediaTek membekalinya dengan Imagiq 1080 yang diklaim mampu menghasilkan kualitas gambar sekelas flagship.
Fitur pendukung lain yang disebut hadir mencakup sensor kamera QPD-Bayer QPD, Zero Shutter Lag atau ZSL, serta perekaman video 4K HDR. Untuk pemrosesan AI, chipset ini ditenagai NPU 880 dan didukung teknologi NeuroPilot yang memberi akses cepat bagi developer.
Performa grafis dan efisiensi daya
Pada sektor grafis, MediaTek Dimensity 8500 mengandalkan GPU Mali-G720 MC8. Berdasarkan data yang dikutip dari JagatReview, GPU ini menawarkan peningkatan performa hingga 25 persen sekaligus meningkatkan efisiensi daya sampai 20 persen.
Kombinasi itu penting untuk pengguna yang sering bermain game dalam durasi panjang atau menjalankan rendering video beresolusi tinggi. Dengan efisiensi yang tetap dijaga, chipset ini tidak hanya mengedepankan tenaga, tetapi juga membantu perangkat mempertahankan daya tahan baterai lebih baik.
Skor benchmark yang tinggi
Kinerja Dimensity 8500 juga terlihat dari hasil benchmark yang dilaporkan NanoReview. Skor AnTuTu chipset ini mencapai 2,4 jutaan, sedangkan GeekBench 6 mencatat skor single-core 1728 dan multi-core 6726.
Meski angka tersebut menunjukkan performa yang kuat, hasil benchmark bisa berbeda tergantung perangkat yang memakainya. Karena itu, skor uji sintetis lebih tepat dijadikan acuan awal, bukan patokan mutlak untuk pengalaman penggunaan sehari-hari.
Dipakai di beberapa HP, termasuk POCO X8 Pro
Salah satu ponsel yang disebut menggunakan chipset ini adalah POCO X8 Pro. Berdasarkan laman resmi Xiaomi Indonesia, perangkat tersebut dibekali RAM 12GB LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.1, dan vapor chamber seluas 5300 mm².
POCO X8 Pro dijual mulai Rp5,2 jutaan dan menjadi contoh bahwa chipset kencang ini tidak hanya hadir di ponsel premium. Selain itu, beberapa perangkat lain yang disebut memakai Dimensity 8500 adalah iQOO Z11 dan OPPO K15 Pro, yang memperluas pilihan bagi pengguna yang mencari performa tinggi di kelas menengah.
Source: www.idntimes.com






