TikToker 19 Juta Pengikut Angkat Bicara, Rekayasa iPhone di Ho Guom Dibuat Sebagian untuk Konten

Kontroversi soal video pembagian iPhone yang disebut rekayasa di kawasan Danau Ho Guom, Hanoi, makin melebar setelah kreator TikTok berjuluk Master Sanker memberi klarifikasi langsung di Instagram. Ia menegaskan bahwa orang yang muncul dalam video itu bukan korban manipulasi, melainkan seseorang yang menghubunginya lebih dulu untuk ikut syuting dan menerima bayaran.

Klarifikasi itu muncul saat video-video bertema pemberian hadiah kepada orang asing di jalan kembali ramai diperdebatkan. Sosok di balik akun tersebut, Eidan Sanker, sudah lama dikenal lewat konten berisi mobil super, uang tunai, dan kejutan hadiah yang menarik jutaan penonton di berbagai platform.

Penjelasan soal video di Danau Ho Guom

Dalam unggahan pada 21 Mei di akun Instagram pribadinya yang punya lebih dari 19,4 juta pengikut, Master Sanker terus menanggapi dugaan bahwa salah satu videonya di Vietnam direkayasa. Ia mengatakan gadis yang muncul dalam video itu secara proaktif menghubunginya untuk ikut pembuatan film dan menerima 100.000 VND.

Ia juga meminta publik untuk menanyakan langsung kepada gadis tersebut jika ingin memverifikasi kebenaran informasi itu. Menurut dia, selama pengambilan gambar di Vietnam, timnya merekam sekitar 10 orang berbeda di area yang sama dan terus mengajak orang lain bergabung setelah satu peserta ikut syuting.

Master Sanker menegaskan bahwa para peserta dibayar untuk tampil dalam video. Ia berkata, “Kami membayar mereka untuk berpartisipasi dalam video tersebut. Tidak ada yang dieksploitasi; semua orang menerima uang.”

Sorotan pada bagian yang dianggap tidak natural

Kontroversi membesar setelah sebuah video beredar pada 19 Mei yang memperlihatkan Master Sanker memberi iPhone kepada seorang gadis di jalanan Vietnam. Namun setelah kamera bergeser, gadis itu terlihat mengembalikan ponsel kepada pria lain dan menerima pembayaran karena ikut dalam pembuatan film.

Adegan itu membuat banyak orang mempertanyakan keaslian rangkaian video “memberikan iPhone kepada orang asing” yang sebelumnya telah mengumpulkan jutaan penonton. Sebagian warganet menyebut masalah utamanya bukan sekadar apakah video dibuat dengan skrip, melainkan bagaimana konten itu disusun agar tampak seperti kejadian spontan.

Respons atas kritik publik

Setelah klip tersebut viral, banyak pengguna media sosial menyatakan kecewa dan memilih berhenti mengikuti akun Master Sanker. Mereka merasa emosi penonton telah ditipu karena video yang terlihat natural ternyata punya unsur perencanaan.

Di sisi lain, ada juga yang menilai video orang membagikan uang atau hadiah di jalanan bukan hal baru di media sosial. Pandangan itu muncul untuk meredam kritik bahwa konten semacam ini otomatis selalu menipu, meski kali ini kecurigaan publik tetap kuat.

Dalam tanggapannya, Master Sanker mengatakan banyak orang hanya fokus pada video iPhone dan mengabaikan kegiatan amal lain yang ia lakukan selama siaran langsung di Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Laos. Ia menyebut dulu biasa membeli makanan, minuman, pakaian, dan membantu banyak orang saat live, lalu semua konten itu direkam dan diunggah ke media sosial.

Ia juga mengingatkan publik agar tidak langsung percaya pada semua yang terlihat di internet. “Saya hanya ingin mengatakan, hiduplah dengan layak. Jangan percaya begitu saja semua yang Anda lihat di media sosial,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa banyak konten dibuat untuk menarik perhatian dan tidak selalu mencerminkan kenyataan sepenuhnya.

Pengakuan bahwa sebagian konten memang direncanakan

Sebelumnya, pada 20 Mei, Master Sanker juga sudah menjawab pertanyaan akun media sosial lain soal apakah video-videonya asli atau palsu. Saat itu ia mengatakan sebagian besar tindakan bermanfaat dalam videonya memang asli, tetapi ia juga mengakui bahwa beberapa konten telah direncanakan.

Di tengah kontroversi ini, ia masih membatasi komentar di TikTok. Langkah itu membuat perdebatan di kolom media sosial belum mereda, terutama karena banyak penonton kini menilai ulang rangkaian konten pemberian hadiah yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Master Sanker sendiri adalah kreator asal Israel bernama asli Eidan Sanker, lahir pada 1995. Saat ini ia memiliki 19,4 juta pengikut di Instagram, 9,1 juta pelanggan di YouTube, dan 9,2 juta pengikut di TikTok, dengan pendapatan utama berasal dari iklan, konten media sosial, dan bisnis produknya sendiri.

Terkait