Apple memberi Jon Prosser kesempatan untuk melawan balik dalam gugatan kebocoran iOS 26, setelah sebelumnya pembocor teknologi itu terkena default judgment karena terlambat merespons gugatan. Perkembangan ini membuka kembali ruang pembelaan formal bagi Prosser dalam perkara yang menyangkut dugaan pembocoran rahasia dagang Apple.
Dalam pengajuan bersama ke Pengadilan Distrik AS untuk Northern District of California, Apple dan Prosser meminta agar default judgment tersebut dibatalkan. Jika disetujui pengadilan, Prosser akan mendapat waktu 10 hari untuk mengajukan tanggapan resmi atas tuduhan Apple.
Langkah ini penting karena perkara sempat bergerak ke arah yang merugikan Prosser akibat kegagalannya merespons gugatan tepat waktu. Default judgment terhadap dirinya tercatat masuk pada Oktober 2025, beberapa bulan setelah Apple menggugat.
Kesepakatan baru ubah arah perkara
Pengajuan bersama itu juga menunjukkan kedua pihak kini mencoba menata ulang jalannya proses hukum. Bukan hanya soal membatalkan default judgment, kesepakatan ini juga menyentuh tahap pembuktian yang sebelumnya menjadi sumber sengketa baru.
Apple sempat menyatakan Prosser belum sepenuhnya mematuhi permintaan dokumen dan bukti lain. Keberatan itu mendorong Apple mencari langkah hukum untuk memaksa kerja sama dalam proses discovery.
Kini, Prosser disebut telah berkomitmen menyerahkan materi yang menurut Apple sebelumnya belum diberikan. Dokumen pengadilan menyebut bahan tersebut harus diserahkan paling lambat 9 Juni 2026.
Selain itu, Prosser juga setuju untuk menjalani deposisi. Dokumen pengadilan menunjukkan deposisi itu saat ini dijadwalkan pada 16 Juni 2026.
Duduk perkara kebocoran iOS 26
Gugatan ini bermula pada Juli 2025, ketika Apple menuduh Prosser dan Michael Ramacciotti menyalahgunakan rahasia dagang yang berkaitan dengan versi iOS 26 yang saat itu belum dirilis. Apple menilai informasi internal perusahaan bocor dari perangkat pengembangan milik seorang insinyur perangkat lunak Apple.
Menurut tuduhan Apple, Ramacciotti memperoleh akses tanpa izin ke salah satu iPhone pengembangan milik Ethan Lipnik. Dari akses itu, detail perangkat lunak kemudian disebut dibagikan kepada Prosser.
Setelah itu, Prosser menerbitkan video yang menampilkan render rekreasi fitur-fitur yang pada akhirnya muncul di iOS 26. Rangkaian peristiwa inilah yang menjadi inti tuduhan Apple dalam perkara tersebut.
Dampaknya tidak berhenti pada gugatan terhadap pihak luar. Ethan Lipnik kemudian diberhentikan dari Apple.
Mengapa langkah ini penting
Bagi Apple, kesediaan Prosser untuk menyerahkan materi tambahan dan hadir dalam deposisi bisa membantu mempercepat pengumpulan bukti. Ini juga menjawab salah satu keluhan utama Apple pada fase discovery, yakni dugaan kurangnya kepatuhan dari pihak tergugat.
Bagi Prosser, pembatalan default judgment akan menjadi kesempatan krusial untuk menghindari perkara berjalan tanpa pembelaan substantif dari dirinya. Dengan diberi kesempatan merespons secara resmi, ia dapat mulai menantang tuduhan Apple di pengadilan.
Perkembangan ini menandai perubahan dari kebuntuan prosedural menjadi proses hukum yang lebih aktif. Setelah berbulan-bulan diwarnai tarik-ulur, perkara kini bergerak ke tahap yang lebih konkret dengan tenggat dokumen dan jadwal deposisi yang sudah ditetapkan.
Meski begitu, permintaan pembatalan default judgment itu masih menunggu persetujuan pengadilan. Jika hakim mengabulkannya, fokus perkara akan bergeser dari persoalan keterlambatan respons menuju substansi dugaan pengambilan dan penyebaran rahasia dagang iOS 26.
Kasus ini juga menyorot sensitivitas tinggi Apple terhadap informasi produk dan perangkat lunak yang belum diumumkan. Tuduhan dalam gugatan menunjukkan perusahaan memandang kebocoran yang berkaitan dengan perangkat pengembangan sebagai persoalan serius, terlebih ketika informasi itu berujung pada publikasi video yang menampilkan fitur yang kemudian benar-benar hadir di iOS 26.
Dengan jadwal penyerahan materi pada 9 Juni 2026 dan deposisi pada 16 Juni 2026, arah sengketa ini kini bertumpu pada dua hal. Yang pertama adalah keputusan pengadilan atas pembatalan default judgment, dan yang kedua adalah bagaimana pembelaan Prosser akan dibangun setelah ia resmi diberi kesempatan untuk menjawab gugatan Apple.
