Ledakan AI Bisa Ubah Sejarah Samsung, Laba 2026 Diprediksi Lampaui 40 Tahun Sekaligus

Samsung Electronics disebut berpeluang mencetak laba operasi terbesar dalam sejarahnya pada 2026. Di tengah ledakan kebutuhan chip AI, laba operasi tahunan perusahaan itu bahkan diperkirakan bisa melampaui total laba operasinya selama lebih dari 40 tahun terakhir.

Optimisme itu bukan sekadar spekulasi umum. Eksekutif Samsung dan analis industri keuangan sama-sama melihat peluang bahwa 2026 akan menjadi tahun yang mengubah skala bisnis semikonduktor perusahaan secara dramatis.

Proyeksi laba yang sangat besar

Analis industri keuangan memperkirakan laba operasi Samsung pada kuartal II 2026 bisa menembus KRW 84,59 triliun atau sekitar $61,3 miliar. Untuk setahun penuh, laba operasi diproyeksikan mencapai sekitar KRW 300 triliun atau $217,4 miliar.

Jika angka itu tercapai, Samsung akan masuk ke jajaran perusahaan paling menguntungkan di dunia. Nilai tersebut juga akan melampaui laba operasi Nvidia pada kuartal I 2026 yang tercatat sebesar $59,2 miliar.

Kim Yong-kwan, President and Head of Strategy untuk divisi Device Solutions (DS) Samsung, menyatakan proyeksi laba operasi tahun ini diperkirakan melebihi total laba operasi kumulatif perusahaan selama 40 tahun sejak Samsung masuk ke bisnis semikonduktor. Pernyataan itu menegaskan betapa besar lonjakan yang sedang diantisipasi pasar.

Besarnya proyeksi ini semakin mencolok bila dilihat dari sejarah panjang bisnis chip Samsung. Laba operasi kumulatif perusahaan dari 1985 hingga 2025 tercatat masih di bawah KRW 300 triliun, angka yang kini justru diperkirakan bisa dicapai hanya dalam satu tahun.

AI menjadi mesin pendorong utama

Kunci dari lonjakan ini ada pada semikonduktor untuk kecerdasan buatan. Samsung memproduksi DRAM dan HBM yang dipakai dalam sistem akselerator AI yang digunakan perusahaan-perusahaan AI papan atas.

Posisi Samsung di pasar ini juga sangat strategis. Perusahaan tersebut disebut sebagai salah satu dari hanya tiga perusahaan di dunia yang mampu memproduksi chip HBM.

HBM atau high-bandwidth memory menjadi komponen penting dalam percepatan pemrosesan AI modern. Semakin besar kebutuhan komputasi AI, semakin tinggi pula permintaan terhadap memori berkecepatan tinggi dengan efisiensi yang memadai.

Samsung disebut sudah memasok chip HBM4 generasi keenam ke Nvidia. Perusahaan itu juga diperkirakan akan memasok HBM4 ke AMD, Google, dan perusahaan akselerator AI lainnya.

Tidak berhenti di sana, Samsung juga telah mulai mengirimkan chip HBM4E generasi ketujuh ke pelanggan. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar volume, tetapi juga bergerak cepat di sisi transisi teknologi.

Samsung bahkan disebut memiliki chip HBM4 tercepat di dunia. Klaim ini memperkuat alasan mengapa perusahaan dipandang berpeluang besar menikmati pertumbuhan laba yang sangat agresif pada 2026.

Dari bisnis lama ke momentum baru

Perjalanan Samsung di bisnis semikonduktor dimulai jauh sebelum era AI. Samsung Electronics mengakuisisi Korea Semiconductor pada 1974 dan mulai memproduksi integrated circuits untuk jam tangan LED.

Perusahaan kemudian memperkenalkan chip DRAM 64Kb pertamanya pada 1983. Penjualan chip memori itu dimulai pada 1984, yang menjadi tonggak awal ekspansi Samsung di industri memori global.

Latar belakang ini membuat proyeksi 2026 terasa sangat besar secara historis. Bisnis yang dibangun selama beberapa dekade kini berpotensi menghasilkan laba operasi tahunan yang menyaingi seluruh akumulasi profit sejak pertengahan 1980-an.

Investasi besar untuk mengejar permintaan

Untuk memenuhi lonjakan permintaan semikonduktor AI, Samsung berencana berinvestasi lebih dari KRW 40 triliun atau sekitar $29 miliar per tahun. Belanja besar ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan mempertahankan posisi di pasar chip AI yang sedang tumbuh pesat.

Investasi itu juga menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen HBM tidak akan melambat. Ketika pelanggan utama seperti Nvidia, AMD, dan Google membutuhkan pasokan memori AI dalam jumlah besar, kemampuan memenuhi volume dan kualitas menjadi faktor penentu.

Samsung datang ke fase ini setelah sempat menghadapi tekanan. Tahun lalu, perusahaan dilaporkan kesulitan mendapatkan persetujuan Nvidia untuk chip HBM3E miliknya karena masalah performa.

Namun, hambatan itu tidak menghentikan langkah perusahaan. Samsung disebut telah bekerja untuk memastikan masalah tersebut terselesaikan sebelum meluncurkan produk HBM4.

Perbaikan itu kini menjadi bagian penting dari narasi kebangkitan Samsung di pasar memori AI. Jika pengiriman HBM4 dan HBM4E terus meluas ke pelanggan utama, maka proyeksi laba raksasa pada 2026 akan semakin dekat dengan kenyataan.

Bagi pasar global, kisah Samsung saat ini bukan hanya tentang satu perusahaan yang mencetak rekor. Ini juga menjadi gambaran bagaimana ledakan AI sedang mengubah struktur keuntungan industri chip, dengan memori berbandwidth tinggi menjadi salah satu pusat pertumbuhannya.

Source: www.sammobile.com
Terkait