Xiaomi kabarnya akan mengakhiri kerja sama dengan Leica, perusahaan kamera asal Jerman yang telah berkolaborasi sejak tahun 2022. Informasi ini pertama kali diungkap oleh tipster populer Digital Chat Station yang menyatakan bahwa logo Leica tidak akan muncul lagi pada kamera ponsel Xiaomi generasi berikutnya. Berakhirnya kerja sama ini berlaku untuk semua perangkat yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite 2, seri SM8850, termasuk perangkat Xiaomi dan Redmi yang akan dirilis ke depan.
Penghapusan merek Leica dari kamera Xiaomi sekaligus menandai langkah Xiaomi untuk mengoptimalkan teknologi pencitraan yang dikembangkan sendiri. Produk baru Xiaomi dan Redmi diprediksi akan menggunakan brand pencitraan hasil riset internal, atau memilih opsi warna khusus yang menonjolkan fitur unggulan tanpa perlu menggantungkan merek eksternal. Hal ini menunjukkan pertumbuhan kepercayaan Xiaomi terhadap tim riset dan pengembangan mereka.
Salah satu dampak signifikan dari pemutusan kerja sama ini adalah potensi penurunan harga produk Xiaomi. Kerja sama dengan Leica selama ini menimbulkan biaya lisensi tambahan sekitar 3 hingga 5 Dolar AS per perangkat, setara dengan Rp 48 ribu sampai Rp 81 ribu. Biaya ini belum termasuk biaya otorisasi lain yang mungkin timbul. Dengan hilangnya biaya lisensi tersebut, diharapkan Xiaomi dapat menawarkan harga smartphone lebih kompetitif, terutama untuk lini Redmi dan Poco yang dikenal sebagai produk dengan harga lebih terjangkau.
Lebih dari itu, Xiaomi berencana mengalokasikan dana yang dihemat dari penghentian lisensi Leica untuk meningkatkan kualitas perangkat keras. Upgrade yang tengah disiapkan meliputi sensor kamera yang lebih baik, peningkatan fotografi komputasional, kapasitas baterai yang lebih besar, serta layar dengan panel yang lebih berkualitas. Digital Chat Station bahkan menyebut bahwa kamera Redmi berpotensi mengalami peningkatan teknologi dengan level yang disebut “epic-level.”
Produk terbaru yang kemungkinan tidak lagi membawa logo Leica meliputi Xiaomi 16, Xiaomi 16 Pro, Xiaomi 16 Ultra, Xiaomi 16 Ultra Max, Redmi K90 Pro, dan Poco F8 Ultra. Seluruh ponsel berbasis seri SM8850 diharapkan memiliki fitur seperti baterai besar dan layar datar sebagai standar baru.
Kerja sama Xiaomi dan Leica sendiri dimulai pada Mei 2022 dengan tujuan menggabungkan keunggulan teknologi kedua perusahaan dalam bidang fotografi mobile. Saat itu, Xiaomi yang diwakili CEO Lei Jun dan Leica yang diwakili CEO Matthias Harsch menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan sebuah terobosan untuk membawa kemampuan fotografi smartphone ke level yang lebih tinggi. Lei Jun menyatakan bahwa kedua perusahaan memiliki visi dan filosofi yang sejalan terkait desain optik dan inovasi teknologi. Sementara Matthias Harsch percaya kerja sama ini akan membuka era baru fotografi mobile dengan kombinasi estetika dan kualitas gambar ala Leica.
Leica bukanlah pemain baru dalam industri kamera smartphone. Sebelumnya, Leica telah menjalin kerja sama dengan Huawei, dan kini Xiaomi mengikuti strategi serupa untuk kemudian berkembang secara mandiri. Perusahaan lain seperti Vivo, Oppo, dan Honor masih aktif berkolaborasi dengan merek kamera ternama seperti Zeiss, Hasselblad, dan Harcourt untuk meningkatkan kualitas hasil foto di perangkat mereka.
Dengan langkah ini, Xiaomi tampaknya tengah menguatkan solusi internal dalam bidang pencitraan sekaligus menjaga daya saing harga produk di pasar yang sangat kompetitif. Memotong biaya lisensi dan meningkatkan kapasitas teknologi sendiri dapat menjadi strategi efektif untuk memenuhi tuntutan pengguna yang menginginkan kualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Meski tanpa logo Leica, Xiaomi tetap berfokus pada pengembangan teknologi kamera dan fitur inovatif lain yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna. Perubahan ini menunjukkan bahwa industri smartphone terus dinamis, dengan merek besar berupaya mengoptimalkan sumber daya internal dan memperkuat identitas produk agar tetap relevan dan kompetitif di pasar global.
