Rapper Inggris Ghetts Dijatuhi Hukuman Penjara Usai Tabrak Mahasiswa hingga Meninggal

Rapper Inggris terkenal, Ghetts, dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun setelah terbukti menabrak seorang mahasiswa hingga tewas pada Oktober 2025. Pengadilan menemukan bahwa Ghetts mengemudi dalam keadaan mabuk dan dengan kecepatan sangat tinggi saat kecelakaan itu terjadi di London.

Korban, Yubin Tamang, berasal dari Nepal dan berusia 20 tahun saat insiden tragis itu berlangsung. Ia menuntut ilmu di Inggris dan meninggal dunia setelah tertabrak mobil BMW yang dikemudikan Ghetts. Keluarga korban sangat terpukul atas kejadian ini karena Yubin adalah anak tunggal dan memiliki masa depan cerah.

Detail Kejadian dan Pelanggaran Lalu Lintas

Ghetts mengemudi dengan kadar alkohol dalam darah 1,5 kali batas legal. Ia melaju dengan kecepatan lebih dari 112 km/jam di zona yang hanya diperbolehkan hingga 48 km/jam. Selain itu, Ghetts menerobos enam lampu merah dan berulang kali masuk ke jalur berlawanan sebelum kecelakaan fatal terjadi.

Setelah menabrak Yubin yang sedang menyeberang jalan pada pukul 23.33 waktu setempat, Ghetts malah melarikan diri ke rumahnya sejauh 12 kilometer tanpa memberikan bantuan. Korban kemudian meninggal di rumah sakit dua hari setelah kecelakaan tersebut.

Reaksi Keluarga dan Teman Korban

Ibu korban, Sharmila Tamang, mengungkapkan duka mendalam atas kehilangan putranya. Ia menyatakan bahwa Yubin datang ke Inggris untuk belajar dan berjuang meraih masa depan, namun justru meninggal secara tragis. Teman sekamar Yubin juga mengatakan bahwa almarhum adalah sosok yang penuh mimpi dan punya ambisi besar.

Proses Hukum dan Vonis

Hakim Senior Old Bailey, Mark Lucraft KC, menyebut rekaman CCTV sebagai bukti pelanggaran lalu lintas yang sangat serius dan mengejutkan. Vonis 12 tahun penjara dan pencabutan izin mengemudi selama 17 tahun dijatuhkan berdasarkan bukti tersebut. Kuasa hukum Ghetts berargumen bahwa kliennya sempat merasa dikejar orang dan trauma akibat perampokan sebelumnya, namun hal ini tidak terbukti dalam rekaman.

Riwayat dan Karier Ghetts

Ghetts, yang bernama asli Justin Clarke-Samuel, memiliki catatan kriminal sejak usia muda, termasuk pelanggaran berat dan perampokan. Di sisi lain, ia dikenal luas sebagai rapper dan penulis lagu yang berpengaruh di Inggris. Ghetts pernah bekerja sama dengan musisi besar seperti Skepta, Stormzy, dan Ed Sheeran. Prestasinya termasuk penghargaan Best Male Act MOBO Awards 2021 dan Pioneer Award tahun 2024.

Pengadilan mempertimbangkan penyesalan tulus Ghetts dan dukungan dari pasangannya serta upayanya dalam memanfaatkan musik untuk dampak sosial positif. Meski demikian, hukum tetap diberlakukan untuk menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara dan tanggung jawab pengemudi. Tragedi yang menimpa Yubin Tamang juga menggarisbawahi risiko fatal akibat mengemudi dalam keadaan mabuk dan pelanggaran lalu lintas berat. Polisi dan pengadilan di Inggris menegaskan komitmen mereka untuk menindak tegas pelanggar yang menyebabkan kecelakaan maut.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Terkait