24/7 Romaria, Rindu LDR Yang Tak Pernah Padam di Balik Nada Hangat

Author: Qoo Media

“24/7” menjadi single terbaru Romaria yang dirilis pada 12 Juni dan menandai proyek pertamanya di tahun 2026. Lagu berdurasi 3 menit 15 detik ini hadir dengan nuansa pop akustik dan sentuhan R&B soul yang hangat, lalu cepat menarik perhatian pendengar di platform digital.

Di Spotify, “24/7” sudah mengumpulkan lebih dari 600 ribu stream. Video musiknya di YouTube juga telah ditonton hampir 250 ribu kali, menunjukkan respons awal yang kuat terhadap lagu bertema rindu ini.

Rasa rindu yang terus hadir dalam hubungan jarak jauh

Secara makna, “24/7” mengangkat pengalaman emosional saat seseorang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR. Romaria menggambarkan kondisi ketika rasa rindu muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan, bahkan suara orang yang dicintai saja sudah cukup untuk memberi sedikit kelegaan.

Lagu ini menangkap situasi yang dekat dengan banyak pasangan LDR, saat komunikasi menjadi pengikat utama. Di balik jarak yang memisahkan, ada perasaan ingin segera bertemu dan keinginan untuk terus terhubung meski hanya lewat suara.

Harapan manis di balik penantian

Selain menonjolkan kerinduan, lagu ini juga menyimpan sisi optimistis. Romaria memotret bayangan sederhana tentang momen pertemuan yang dinantikan, mulai dari menyiapkan make up, mengenakan baju favorit, hingga berjalan-jalan bersama.

Bagian ini membuat “24/7” tidak hanya terasa sedih, tetapi juga hangat dan penuh harapan. Pendengar diajak melihat bahwa LDR bukan hanya soal menahan rindu, melainkan juga soal menjaga keyakinan pada momen yang akan datang.

Lirik yang sederhana dan dekat dengan keseharian

Lirik “24/7” disusun dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Penggunaan frasa seperti “24/7 kuingat s’lalu” mempertegas rasa rindu yang hadir tanpa jeda, sementara pengulangan bagian tentang ingin bertemu memberi penekanan pada emosi utama lagu.

Romaria menulis lagu ini bersama Hose Ali dan Yafi Aria. Kolaborasi tersebut menghadirkan lirik yang langsung menyentuh inti pengalaman LDR, tanpa perlu banyak metafora yang rumit.

Cuplikan lirik yang menegaskan isi lagu

Beberapa bagian lirik memperlihatkan hubungan emosional yang menjadi pusat lagu ini. Baris seperti “Kalau tak dengar suaramu itu” dan “Semalam saja tak mampu” menegaskan betapa kuatnya pengaruh kehadiran suara pasangan dalam meredakan rindu.

Sementara itu, kalimat “Namun aku tahu / Hanya bisa menunggu waktu” memberi lapisan realistis pada lagu ini. Di titik itu, “24/7” menyampaikan bahwa cinta dalam jarak jauh kerap berjalan bersama kesabaran dan penantian.

Source: www.medcom.id
Terbaru