Perang antara Rusia dan Ukraina yang sudah memasuki tahun kelima menimbulkan risiko tinggi terjadinya kecelakaan nuklir. Ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menegaskan pentingnya sistem cadangan yang dapat menjaga keselamatan reaktor nuklir, terutama di tengah konflik yang terus menargetkan infrastruktur tenaga listrik.
Ukraina memiliki 15 reaktor nuklir yang menyumbang sekitar setengah dari kebutuhan listrik negaranya. Sementara Rusia mengoperasikan 36 reaktor yang memenuhi sekitar 20% kebutuhan listrik nasional, menurut data dari World Nuclear Association. Kondisi ini menegaskan kebutuhan yang mendesak akan sistem cadangan yang andal tidak hanya di kedua negara tersebut, tetapi juga di seluruh dunia.
Pentingnya Sistem Cadangan dalam Keselamatan Nuklir
Grossi menjelaskan bahwa setiap situs nuklir harus memiliki pasokan listrik cadangan yang aman dan terjamin dari jaringan eksternal. Hal ini diperlukan agar sistem pendingin dan perangkat keselamatan lain dapat berfungsi optimal tanpa terganggu oleh situasi darurat. Contoh nyata adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhya di Ukraina, yang kini dikuasai Rusia, dan menjadi sorotan utama IAEA.
Pada pertengahan Januari, sistem cadangan PLTN Zaporizhzhya berhasil kembali online setelah mengalami kerusakan akibat aksi militer awal bulan tersebut. Sistem backup ini vital agar reaktor yang sedang tidak beroperasi tetap bisa didinginkan dan penanganan bahan bakar bekas bisa aman. Jika sistem cadangan ini gagal, risiko kecelakaan nuklir meningkat drastis.
Risiko Kerusakan Infrastruktur Listrik
Selain Zaporizhzhya, Grossi menyoroti kerentanan stasiun trafo listrik di Ukraina terhadap serangan militer Rusia. Saat ini, tim ahli IAEA sedang mengamati sepuluh stasiun trafo yang mengalami kerusakan. Grossi memperingatkan bahwa kerusakan pada infrastruktur tersebut dapat membahayakan keselamatan nuklir karena terganggunya pasokan listrik penting untuk operasi reaktor.
Situs Chernobyl juga menjadi perhatian khusus karena pernah harus mengandalkan generator diesel untuk menjaga sistem pendingin setelah substation listriknya rusak. Situasi musim dingin menambah tantangan, karena air di kolam pendingin dan sprinkler berpotensi membeku, yang dapat mengganggu fungsi keselamatan.
Upaya IAEA dalam Memitigasi Bahaya Nuklir
IAEA terus mengawasi kestabilan serta kelangsungan operasi fasilitas nuklir di daerah konflik. Grossi menegaskan bahwa upaya terbaik untuk memastikan keamanan nuklir adalah mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Hingga saat ini, keberhasilan mencegah kecelakaan nuklir adalah hasil dari koordinasi dan pemantauan ketat oleh badan ini.
Pengelolaan sistem cadangan listrik yang mantap dan aman menjadi kunci dalam menjaga keselamatan reaktor nuklir, terutama di negara-negara yang menghadapi risiko konflik. Penyelamatan terhadap jaringan listrik eksternal dan kesiapan sistem backup pada setiap reaktor harus menjadi prioritas global untuk menghindari bencana besar di sektor energi nuklir.
