Ribuan pendukung mantan presiden Venezuela, Nicolas Maduro, melakukan pawai besar di Caracas menuntut pembebasannya. Aksi ini berlangsung tepat sebulan setelah operasi militer Amerika Serikat yang menggulingkan Maduro dan membawanya ke New York untuk diadili atas tuduhan narkotika.
Massa yang memenuhi jalan-jalan utama membawa foto Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang juga ditangkap dalam operasi tersebut. Sebagian besar peserta pawai adalah pekerja sektor publik yang mengenakan pakaian berwarna merah khas gerakan Chavista, yang didirikan oleh pendahulu Maduro, Hugo Chavez.
Situasi Politik dan Pemerintahan Interim
Delcy Rodriguez, yang kini menjabat sebagai presiden interim, berada dalam posisi sulit. Dia berusaha mempertahankan legitimasi dari pemerintah AS sekaligus mendapat dukungan dari para pendukung Maduro serta rakyat Venezuela. Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di era Maduro dan tetap setia pada aliansi tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan Rodriguez asalkan dia mematuhi kebijakan Washington, khususnya terkait akses minyak Venezuela. Tekanan ini membuat pemerintah interim mulai membebaskan tahanan politik dan membuka industri hidrokarbon nasional untuk investasi swasta.
Hubungan diplomatik antara Venezuela dan Amerika Serikat kembali terjalin setelah sempat terputus sejak 2019. Kedatangan utusan AS, Laura Dogu, ke Caracas menjadi simbol pembukaan pintu dialog. Dogu menunjukkan rencana tiga fase yang bertujuan mengakhiri krisis dan mendorong transformasi Venezuela menjadi negara yang stabil, makmur, dan demokratis.
Permintaan Pengesahan Undang-Undang Amnesti
Selain massa pendukung Maduro, ratusan mahasiswa dan keluarga tahanan politik juga melakukan demonstrasi menuntut pengesahan undang-undang amnesti. Delcy Rodriguez menyatakan sedang bekerja keras untuk mewujudkan undang-undang tersebut guna mengakhiri kekerasan politik dan mengupayakan rekonsiliasi nasional.
Parlemen Venezuela, yang dipimpin oleh saudara Rodriguez, Jorge Rodriguez, diharapkan mengadakan debat pertama tentang amnesti dalam waktu dekat. Wakil oposisi, Stalin Gonzalez, menyambut baik rencana ini dan berharap amnesti dapat membuka jalan bagi perdamaian dan demokrasi yang lebih baik.
Tekanan Oposisi dan Protes di Jalanan
Sejak penangkapan Maduro, protes anti-pemerintah mulai meningkat meski sebelumnya jarang terjadi setelah penindasan besar terhadap demonstrasi menentang klaim kemenangan pemilihan ulang Maduro. Saat itu, lebih dari 2.000 orang ditahan akibat unjuk rasa.
Selain aksi pendukung Maduro, para pengunjuk rasa juga menggaungkan semangat kebebasan dan perubahan. Mereka menuntut pemilihan umum baru untuk mengakhiri krisis politik dan masa transisi yang panjang di Venezuela.
Pawai dan demonstrasi ini menandai babak baru ketegangan politik di Venezuela, dengan tuntutan kunci pembebasan Maduro serta langkah-langkah menuju rekonsiliasi dan demokrasi yang lebih inklusif. Pemerintah interim dan oposisi kini berada di titik kritis dalam menentukan arah masa depan negara.







