Presiden Israel Isaac Herzog tiba di Australia untuk memberikan penghormatan kepada korban penembakan massal di Bondi Beach, Sydney. Serangan ini merupakan aksi antisemitisme paling mematikan sejak serangan Hamas pada awal Oktober tahun lalu.
Herzog berjanji akan menyatakan solidaritas dan memberikan dukungan kepada komunitas Yahudi yang berduka. Insiden berlangsung saat perayaan Hanukkah pada 14 Desember dan menewaskan 15 orang.
Dukungan dari Komunitas Yahudi Australia
Kunjungan Herzog selama empat hari ini disambut positif oleh banyak warga Yahudi di Australia. Alex Ryvchin, salah satu pimpinan Executive Council of Australian Jewry, menyatakan bahwa kunjungan ini akan mengangkat semangat komunitas yang terluka.
Pemerintah dan komunitas berharap kedatangan Herzog dapat mempererat solidaritas di tengah situasi yang penuh ketegangan. Namun, kunjungan ini juga memicu protes dari aktivis pro-Palestina di berbagai kota besar Australia.
Protes dan Kontroversi
Kelompok pendukung Palestina berencana menggelar demonstrasi nasional, termasuk di pusat kota Sydney. Polisi setempat menolak memberikan izin untuk demonstrasi di sekitar lokasi ini dengan alasan keamanan setelah serangan Bondi Beach.
Amnesty International Australia mengimbau pendukungnya untuk berdemonstrasi menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut "genosida" terhadap Palestina. Mereka juga mendesak investigasi terhadap Herzog terkait dugaan kejahatan perang.
Pengacara HAM terkemuka asal Australia, Chris Sidoti, mendukung seruan agar Herzog ditangkap berdasarkan laporan Komisi Independen PBB yang menuduh Herzog menghasut genosida terhadap rakyat Palestina.
Imunitas Hukum Presiden Herzog
Laporan Komisi Independen PBB pada tahun 2025 mengklaim Herzog bertanggung jawab atas ujaran kebencian yang menyalahkan seluruh bangsa Palestina atas serangan Hamas. Israel dengan tegas menolak laporan tersebut dan menudingnya penuh manipulasi.
Pihak kepolisian federal Australia menyatakan bahwa Herzog memiliki imunitas penuh dari tuntutan hukum termasuk yang terkait tindak pidana genosida selama kunjungannya. Pernyataan ini menghalangi tindakan hukum terhadapnya selama berada di Australia.
Reaksi Pemerintah Australia
Perdana Menteri Anthony Albanese meminta masyarakat untuk menghormati alasan kunjungan Herzog. Ia menyoroti pentingnya Herzog berinteraksi dengan komunitas Yahudi yang sedang berduka atas hilangnya 15 korban tak berdosa.
Albanese menekankan perlunya persatuan bangsa di tengah situasi yang sulit. Namun, pemerintahnya mendapat kritik karena dianggap lamban menghadapi lonjakan serangan antisemitisme sejak awal tahun lalu.
Detail Penyerang dan Korban
Pelaku penembakan, Sajid Akram, tewas ditembak oleh polisi di lokasi kejadian. Ia merupakan warga India yang sudah tinggal di Australia sejak 1998. Anak laki-lakinya, Naveed, kini ditahan dan didakwa atas tuduhan terorisme dan 15 pembunuhan.
Korban penembakan meliputi seorang penyintas Holocaust berusia 87 tahun, pasangan yang mencoba menghadang pelaku, dan seorang anak perempuan berumur 10 tahun bernama Matilda yang disebut sebagai "sinar kebahagiaan" pada pemakamannya.
Pandangan Berbeda di Komunitas Yahudi Australia
Tidak semua komunitas Yahudi menerima kunjungan Herzog. Dewan Yahudi progresif Australia mengeluarkan surat terbuka menyatakan sang presiden tidak diinginkan, mengkritik perannya dalam konflik yang menyebabkan kehancuran di Gaza.
Mereka menolak agar duka atas tragedi Bondi digunakan untuk melegitimasi pemimpin yang dinilai bertanggung jawab atas kematian puluhan ribu warga Palestina dan jutaan pengungsi. Surat itu menjadi suara penting dalam diskusi seputar kunjungan resmi ini.
