Mexico mengumumkan rencana penempatan hampir 100.000 personel keamanan untuk mengamankan penyelenggaraan Piala Dunia di tiga kota tuan rumah. Penempatan besar-besaran ini dilakukan menjelang gelaran sepak bola terbesar dalam sejarah yang diselenggarakan bersama dengan Amerika Serikat dan Kanada.
Tiga kota tuan rumah di Mexico yaitu Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey akan menggelar 13 pertandingan, termasuk laga pembuka di Stadion Azteca, Mexico City. Langkah ini diambil agar penyelenggaraan Piala Dunia dapat berjalan lancar meskipun beberapa daerah, khususnya Guadalajara, baru-baru ini mengalami ledakan kekerasan terkait kartel narkoba.
Strategi Keamanan Mexico untuk Piala Dunia
Rencana keamanan yang dinamai Plan Kukulkan ini diumumkan oleh Presiden Claudia Sheinbaum di sebuah pangkalan militer di Zapopan, wilayah suburban Guadalajara. Operasi ini akan melibatkan sekitar:
- 20.000 personel militer dan Garda Nasional,
- 55.000 petugas polisi,
- Personel dari perusahaan keamanan swasta.
Total personel keamanan yang diterjunkan mencapai sedikit lebih dari 99.000 orang. Selain itu, rencana ini didukung aset taktis berupa 2.500 kendaraan militer dan sipil, 24 pesawat, sistem anti-drone, serta anjing pelacak bahan peledak dan zat berbahaya.
Koordinasi keamanan mencakup kerja sama erat dengan pihak Amerika Serikat dan Kanada untuk menjamin pengamanan lintas negara selama turnamen berlangsung.
Konteks Kekerasan dan Upaya Menjamin Keamanan
Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, menjadi pusat perhatian karena menjadi salah satu wilayah paling terdampak oleh kekerasan kartel narkoba. Negara bagian ini mencatat lebih dari 12.575 orang hilang yang sebagian besar merupakan korban penculikan atau kekerasan kelompok bersenjata.
Ketegangan meningkat setelah tewasnya Nemesio "El Mencho" Oseguera, pimpinan kartel Jalisco New Generation, dalam operasi militer pada akhir Februari. Oseguera dikenal sebagai buronan paling dicari oleh pemerintah Mexico dan Amerika Serikat, dengan hadiah sebesar 15 juta dolar AS untuk penangkapannya.
Kematian El Mencho memicu kekerasan besar, dengan anggota kartel melakukan sabotase di 20 dari 32 negara bagian Mexico. Mereka melakukan pemblokiran jalan dan pembakaran kendaraan serta bisnis, termasuk di kawasan wisata Puerto Vallarta. Insiden tersebut menyebabkan lebih dari 70 korban jiwa selama operasi penangkapan dan bentrokan bersenjata.
FIFA dan Pemerintah Mexico Tegaskan Keamanan Turnamen
Meski situasi keamanan di Guadalajara menjadi perhatian, FIFA dan pemerintah Mexico menegaskan bahwa insiden kekerasan tersebut tidak mempengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan rasa keyakinannya pasca kematian El Mencho dan menyebut langkah keamanan Mexico sangat mengesankan.
Infantino juga melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Sheinbaum untuk menjamin persiapan berlangsung baik. Selain itu, pertemuan dengan Sekretaris Keamanan Omar Garcia Harfuch dan perwakilan FIFA memperkuat komitmen bersama dalam mengamankan event sepak bola dunia tersebut.
Langkah-langkah Keamanan Tambahan
- Penempatan unit anti-drone untuk mengatasi potensi ancaman teknologi modern.
- Pengawasan ketat di area stadion serta wilayah wisata sekitar.
- Mobilisasi cepat dengan armada besar kendaraan dan patroli udara.
- Pelatihan keamanan khusus bagi personel keamanan untuk menghadapi kemungkinan serangan atau gangguan.
Rangkaian langkah ini menunjukkan kesiapan Mexico untuk memastikan Piala Dunia berjalan aman dan nyaman bagi jutaan pengunjung dari seluruh dunia. Penguatan keamanan yang masif ini diharapkan mampu mengatasi potensi ancaman dan menciptakan lingkungan yang kondusif selama turnamen berlangsung.









