Perang AS-Iran Mengguncang Kehidupan Warga, Kecemasan dan Harga Obat Melonjak

Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah sejak 28 Februari tidak hanya menekan medan tempur, tetapi juga mengganggu kehidupan warga di dalam negeri. Di Iran, kecemasan masyarakat meningkat karena harga obat naik, pasokan terganggu, dan jumlah pasien yang datang untuk konsultasi terus bertambah.

Kepala misi Doctors Without Borders (MSF) di Iran, Simonyan, mengatakan sistem kesehatan masih mampu memenuhi kebutuhan dasar, terutama karena ada pasokan medis yang diproduksi di dalam negeri. Namun, ia menegaskan bahwa dampak perang meluas ke rantai pasok dan membuat tekanan pada layanan kesehatan semakin berat.

Lonjakan kecemasan di fasilitas kesehatan

Simonyan menyebut dalam beberapa pekan terakhir, jumlah pasien yang ditangani MSF terus meningkat. Lonjakan itu bahkan terlihat tajam setelah gencatan senjata diumumkan, saat banyak warga justru masih diliputi ketidakpastian.

“Pasien merasa sangat tidak pasti tentang apa yang akan terjadi ke depan,” ujar Simonyan dikutip dari Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian itu mendorong peningkatan besar dalam jumlah konsultasi dan membuat banyak pasien semakin cemas.

Harga obat ikut terdorong naik

Di sisi lain, pejabat Iran menyebut harga sejumlah obat sudah naik dua kali lipat. Dalam kasus tertentu, kenaikannya bahkan mencapai 1.000 persen, terutama karena kelangkaan bahan baku dan material penting.

Data itu menunjukkan tekanan perang tidak berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga langsung memukul kebutuhan dasar warga. Hingga 20 persen jenis obat dilaporkan mengalami perubahan harga, sehingga beban rumah tangga ikut bertambah.

Sanksi dan serangan memperberat situasi

Kelangkaan obat dan bahan medis juga dikaitkan dengan sanksi Amerika Serikat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Selain itu, serangan AS dan Israel terhadap sektor kesehatan, termasuk perusahaan farmasi terbesar di Iran, memperlemah kemampuan pasokan di dalam negeri.

Tekanan makin terasa setelah adanya blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kondisi ini membuat distribusi barang, termasuk kebutuhan kesehatan, bergerak lebih lambat dan menambah gangguan pada rantai pasok secara umum.

Sistem kesehatan masih bertahan, tetapi tekanannya meningkat

Meski masih dapat melayani kebutuhan dasar, sektor kesehatan Iran menghadapi beban yang jauh lebih besar daripada sekadar ketersediaan obat. Gangguan logistik, kenaikan harga, dan rasa tidak pasti di kalangan pasien membentuk tekanan berlapis yang terus berkembang.

Situasi itu membuat kecemasan warga tidak hanya muncul dari ancaman perang secara langsung, tetapi juga dari efek turunannya dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, fasilitas kesehatan menjadi salah satu ruang yang paling cepat merasakan dampaknya, baik melalui kenaikan konsultasi maupun keluhan soal biaya obat yang terus naik.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait

Back to top button