Banjir Ghana Kian Memilukan, 34 Tewas dan Hampir 90 Ribu Mengungsi

Author: Qoo Media

Jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Ghana terus bertambah dan kini mencapai 34 orang. Petugas darurat masih menyisir sejumlah wilayah terdampak, sehingga angka itu berpotensi naik lagi jika korban lain ditemukan.

Banjir yang terjadi pada awal pekan ini juga memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Data dari Organisasi Manajemen Bencana Nasional Ghana atau NADMO menunjukkan sebanyak 89.736 orang mengungsi di tujuh wilayah.

Accra Jadi Salah Satu Titik Terparah

Laporan 3News pada Jumat, 3 Juli, mengutip Richard Amo Yartey dari NADMO yang menyebut 12 korban jiwa terkonfirmasi berada di ibu kota, Accra. Temuan itu memperlihatkan bahwa dampak banjir tidak hanya meluas, tetapi juga menghantam pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi Ghana.

Amo Yartey mengatakan verifikasi terhadap laporan orang hilang masih berlangsung. Kondisi ini membuat kemungkinan bertambahnya jumlah korban belum bisa dikesampingkan.

Operasi Pencarian Masih Berjalan

Dalam wawancara dengan TV3 Ghana pada Kamis, 2 Juli, Amo Yartey menyebut tim darurat tetap berada di lapangan untuk mencari warga yang belum ditemukan. Di saat yang sama, bantuan juga terus disalurkan kepada komunitas yang terdampak di berbagai daerah.

Upaya tanggap darurat ini berjalan di tengah cuaca dan kondisi lingkungan yang masih menyulitkan proses pemulihan. Pemerintah dan petugas kebencanaan harus bergerak cepat karena banjir telah merusak banyak permukiman dan memutus aktivitas warga di sejumlah lokasi.

Sebaran Dampak Meluas ke Tujuh Wilayah

NADMO mencatat banjir ini berdampak pada tujuh wilayah, dengan Greater Accra menjadi area yang paling banyak menampung pengungsi. Di wilayah itu, 54.712 orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Central Region menyusul dengan 21.882 pengungsi, sementara ribuan warga lain terdampak di Volta, Western, Ashanti, dan Western North. Eastern Region juga melaporkan adanya pengungsi, meski jumlahnya lebih rendah dibanding wilayah lain.

Tekanan Kemanusiaan Meningkat

Lonjakan pengungsi menunjukkan skala bencana yang tidak kecil dan menambah tekanan pada layanan darurat. Situasi ini juga menuntut distribusi bantuan yang cepat agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera dipenuhi.

Dengan proses pencarian yang masih berlangsung dan laporan orang hilang yang belum sepenuhnya terverifikasi, angka korban di Ghana masih mungkin berubah. NADMO terus memantau kondisi di lapangan saat bantuan disalurkan ke komunitas yang paling parah terdampak.

Source: www.viva.co.id
Terbaru