Serangan Rudal Rusia Tewaskan 24 Di Kyiv, Bayang-Bayang Kelam Menjelang KTT NATO

Serangan Rusia kembali menghantam kawasan permukiman di Kyiv dan sekitarnya tepat saat para pemimpin NATO bersiap berkumpul. Otoritas Ukraina mengatakan sedikitnya 24 orang tewas setelah rudal dan drone ditembakkan ke ibu kota, dalam serangan kedua dalam sepekan yang menambah tekanan pada pembahasan soal pertahanan udara Ukraina.

Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah hantaman Rusia lain menewaskan lebih dari 30 orang di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut serangan terbaru itu brutal dan menegaskan bahwa taktik Rusia tidak berubah, yakni menimbulkan sebanyak mungkin rasa sakit dan kerusakan bagi warga Ukraina.

Korban bertambah di Kyiv dan wilayah sekitarnya

Di ibu kota, 16 orang tewas dan delapan lainnya gugur di Vyshneve, kota yang berada di pinggiran Kyiv. Pejabat setempat juga mengatakan lebih dari 100 orang luka-luka dalam rentetan serangan tersebut.

Sebuah bangunan apartemen bertingkat di distrik Podilsky, Kyiv, terkena hantaman pada pagi hari dan bagian lantainya terbelah dua setelah sebuah kawah besar terbentuk di struktur itu. Jurnalis AFP mendengar lebih dari 10 ledakan saat peringatan rudal balistik aktif pada malam hari, dengan kilatan cahaya terlihat di langit saat ledakan terjadi.

Di kawasan itu, sekitar 30 bangunan tempat tinggal dilaporkan terkena dampak. Otoritas di Vyshneve juga mengevakuasi sekitar 500 orang setelah serangan, sementara Zelensky menyebut situasinya sulit karena terjadi ledakan sekunder dan meminta dinas keamanan menjelaskan apa yang terjadi.

Sorotan pada ancaman rudal balistik

Zelensky mengatakan Ukraina berhasil menembak jatuh drone dan rudal jelajah, tetapi tidak memiliki cukup sarana pertahanan untuk menghadapi rudal balistik yang sulit dicegat. Ia menilai dunia modern masih belum menyiapkan produksi alat pertahanan yang memadai untuk melindungi warga dari “teror balistik”.

Ia juga mengatakan Kyiv menunggu “keputusan” soal pertahanan udara Ukraina di pertemuan puncak NATO di Turki. Dalam pernyataan terpisah, kepala NATO Mark Rutte mengatakan di Ankara bahwa sekutu dan mitra NATO harus terus memastikan Ukraina mendapat apa yang dibutuhkannya.

Zelensky, yang dijadwalkan berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela KTT NATO, meminta aliansi memperkuat pertahanan udara Ukraina. Kyiv selama ini juga meminta sekutu mengirim rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan AS.

Kerusakan luas dan kesaksian warga

Petugas darurat bekerja di antara apartemen yang hancur dan mengevakuasi jasad dengan kain putih. Seorang perempuan berteriak ketika penyelamat mengangkat jenazah dari lantai delapan sebuah gedung.

Oleksandr Kolomiyets, 60 tahun, mengatakan ia merasa perlu berdoa saat berada di luar bangunan yang hancur di Podilsky. Anna Misko, 36 tahun, yang baru kembali ke Ukraina, mengatakan dirinya dan anaknya selamat secara “ajaib” setelah turun ke lantai dasar gedung.

Misko mengatakan Rusia ingin menghancurkan Ukraina dan menilai tidak ada tempat yang aman di negara itu. Warga Kyiv lain, Oleksandr Seleznyov, mengatakan perang telah memasuki “fase baru” dan menilai Rusia ingin membuat Kyiv tidak layak huni bagi warga sipil.

Gelombang serangan dan klaim dari kedua pihak

Zelensky mengatakan Rusia meluncurkan 68 rudal, banyak di antaranya balistik, serta 351 drone serang. Ia menegaskan bahwa Rusia bertaruh pada kemampuan balistik, dan menurutnya pihak yang menginginkan perdamaian harus bertaruh pada perlindungan dari rudal balistik.

Di sisi lain, kementerian pertahanan Rusia mengatakan serangan “besar-besaran” itu menyasar apa yang mereka sebut sebagai fasilitas industri militer, serta instalasi bahan bakar dan energi di beberapa wilayah Ukraina. Moskow juga mengklaim pasukannya menembak jatuh lebih dari 500 drone Ukraina semalam.

Serangan itu juga menewaskan dua orang di kota Zaporizhzhia di selatan, termasuk seorang gadis berusia 18 tahun, menurut Kyiv. Di saat yang sama, pertempuran lintas batas terus meluas dan memicu kerusakan baru di kedua pihak.

Balasan Kyiv ke dalam wilayah Rusia

Saat Kyiv masih berduka, militer Ukraina mengatakan telah menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Omsk, Rusia, sekitar 2.500 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan itu disebut sebagai salah satu serangan terdalam Ukraina selama hampir empat setengah tahun perang.

Zelensky mengatakan Kyiv menggunakan drone Fire Point yang telah ditingkatkan untuk serangan itu. Ia juga menyebut bahwa “Siberia kini juga berada dalam jangkauan ketepatan Ukraina,” sementara staf umum Ukraina mengatakan kilang tersebut terlibat dalam memasok tentara pendudukan Rusia.

Gubernur Omsk mengonfirmasi kilang itu terkena serangan drone dan mengatakan tidak ada korban jiwa. Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina memang meningkatkan serangan ke target jauh di dalam Rusia, yang memicu kelangkaan bahan bakar nasional di sana.

Diplomasi buntu di tengah eskalasi

Upaya yang dipimpin Amerika Serikat untuk menengahi akhir perang belum membuahkan hasil. Gedung Putih mengatakan Trump akan bertemu Zelensky pada Rabu selama KTT NATO, dan seorang pejabat senior AS menyebut pertemuan itu akan membahas cara mengakhiri perang.

Pejabat tersebut juga mengatakan Trump akan menindaklanjuti pembicaraan itu dengan Rusia dan Presiden Vladimir Putin. Di tengah diplomasi yang mandek, serangan terbaru di Kyiv kembali menunjukkan bahwa ancaman rudal dan drone masih menjadi inti perang yang terus meluas.

Terkait