Kyiv Diguncang Hujan Rudal Dan Drone Rusia, 11 Tewas Saat Tim Evakuasi Berpacu Waktu

Serangan rudal dan drone Rusia kembali mengguncang Kyiv dan menewaskan sedikitnya 11 orang. Serangan pada Senin dini hari itu juga merusak sejumlah blok apartemen dan membuat tim penyelamat masih mencari warga yang tertimbun di reruntuhan.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan 46 orang mengalami luka-luka di berbagai titik kota. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah serangan lain yang menewaskan 31 orang di ibu kota Ukraina, yang disebut sebagai serangan paling mematikan di Kyiv sepanjang tahun ini.

Evakuasi Masih Berlangsung di Bangunan yang Hancur

Petugas penyelamat terus mengevakuasi warga dari bangunan yang rusak parah akibat hantaman senjata jarak jauh tersebut. Asap masih terlihat mengepul dari beberapa gedung apartemen, sementara petugas pemadam kebakaran menggunakan truk tangga untuk menjangkau lantai atas yang terbakar dan berlubang besar.

Layanan darurat menyebut sedikitnya 15 bangunan tempat tinggal rusak atau hancur dalam serangan ini. Salah satu titik terparah berada di distrik bersejarah Podilskyi, tempat sebuah gedung sembilan lantai rusak berat pada bagian atasnya.

Podilskyi dan Darnytskyi Jadi Titik Terparah

Kantor kejaksaan Ukraina menyebut empat gedung hunian terkena langsung di Podilskyi. Distrik itu, bersama Darnytskyi di bagian timur Kyiv, menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling besar.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di dua distrik lain di ibu kota. Di lokasi serangan, tim penyelamat terlihat menyisir puing-puing untuk mencari korban yang masih hilang di tengah kondisi bangunan yang nyaris rata.

Seorang warga berusia 22 tahun, Alyona, tampak menunggu kabar temannya, Vika, 19 tahun, yang belum ditemukan setelah serangan. “Kami di sini menunggu sampai mereka menemukannya… Dia sangat baik, baru 19 tahun. Dia gadis yang sangat baik,” kata Alyona kepada Reuters sambil menangis.

Ratusan Drone dan Puluhan Rudal Ditembakkan

Angkatan udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 68 rudal, termasuk 23 rudal balistik serta enam rudal supersonik dan hipersonik, bersama 351 drone. Dari jumlah itu, 37 rudal dan 326 drone berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir, meski angka itu tidak mencakup rudal balistik dan hipersonik.

Otoritas Ukraina sebelumnya menyebut negara itu masih kekurangan sistem pencegat untuk Patriot. Sistem itu dinilai menjadi satu-satunya senjata yang efektif untuk menembak jatuh rudal balistik.

Serangan Terjadi di Tengah Ketegangan Diplomatik

Serangan terbaru ini berlangsung menjelang pertemuan tingkat tinggi NATO di Turki pada pekan ini. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk mendorong upaya baru mengakhiri perang yang dimulai sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan tersebut sebagai operasi besar dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi dari udara, darat, laut, dan drone. Moskow mengklaim telah mengenai fasilitas militer dan energi di Kyiv serta wilayah sekitarnya, termasuk pangkalan udara di sejumlah wilayah Ukraina lain.

Saksi mata Reuters mendengar beberapa ledakan di ibu kota Ukraina saat sistem pertahanan udara aktif menembak jatuh drone yang datang. Di luar Kyiv, satu orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya terluka di wilayah sekitarnya.

Dampak Meluas hingga Odesa dan Perbatasan NATO

Kota pelabuhan Odesa di Laut Hitam juga ikut menjadi sasaran, dengan sedikitnya satu orang terluka. Serangan lintas wilayah itu memicu respons dari Polandia, negara tetangga Ukraina yang merupakan anggota NATO dan Uni Eropa, yang sempat mengerahkan jet tempur sebagai langkah pencegahan.

Rusia juga melaporkan Ukraina melancarkan serangan drone ke wilayahnya. Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan di pelabuhan Laut Baltik Vysotsk dan Ust-Luga, serta pemadaman listrik di Sevastopol, Krimea, yang menjadi pangkalan Armada Laut Hitam Rusia.

Di Kyiv, operasi pencarian dan pembersihan puing masih berlanjut di tengah kekhawatiran korban lain masih terjebak di dalam bangunan yang rusak. Kondisi tersebut menegaskan bahwa serangan udara terbaru Rusia tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memperluas kerusakan pada permukiman warga di jantung ibu kota Ukraina.

Source: www.beritasatu.com
Terkait