Tiongkok kini memegang posisi paling dominan dalam produksi cabai hijau dunia. Data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO menunjukkan output negara itu mencapai 17.330.858 metrik ton pada 2024, jauh melampaui India di posisi kedua.
Perbedaan produksinya tidak kecil. India mencatat sekitar 5.317.989 metrik ton, sehingga jaraknya dengan Tiongkok terlihat sangat lebar dalam pasar cabai hijau global.
Skala Produksi yang Sulit Disamai
Cabai hijau menjadi komoditas penting di banyak dapur dunia karena dipakai untuk saus pedas, bumbu marinasi, kari, hingga koktail pedas. Dalam kelompok tanaman Capsicum dan Pimenta, ada banyak varietas populer seperti jalapeño, poblano, habanero, cabai hijau Tailan, sampai paprika manis.
Dominasi Tiongkok juga bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. FAO mencatat bahwa dari 2000 hingga 2021, produksi cabai negara itu menyumbang lebih dari 30% pasokan global, dan kini porsinya disebut sudah melonjak hingga hampir setengah dari total pasokan dunia.
| Negara | Produksi Cabai Hijau 2024 | Keterangan |
|---|---|---|
| Tiongkok | 17.330.858 metrik ton | Produsen terbesar dunia |
| India | 5.317.989 metrik ton | Posisi kedua |
Mengakar pada Budaya dan Lahan Subur
Keunggulan Tiongkok ditopang oleh tradisi kuliner yang kuat dan kebutuhan cabai yang tinggi di berbagai wilayah. Tanaman ini juga tumbuh baik di lahan subur dengan kondisi pertumbuhan yang menguntungkan.
Mediaindonesia.com mengutip data Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Tiongkok yang mencatat hasil panen naik 11,9% secara tahunan dari 2021 ke 2022. Lonjakan itu mempertegas bahwa produksi cabai di sana terus bergerak naik dalam beberapa tahun terakhir.
Wilayah Penghasil Utama di Tiongkok
Cabai berkembang pesat di puluhan provinsi dan kota di Tiongkok. Beberapa wilayah yang disebut sebagai sentra penting adalah Guizhou, Sichuan, Yunnan, Guangxi, Henan, dan Hunan.
Di pasar global, Tiongkok juga menjadi pemasok besar bagi berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Spanyol, dan Meksiko. Cabai dari negara itu kemungkinan besar masuk ke banyak produk rak supermarket, mulai dari saus pedas kemasan hingga salsa dan aneka kondimen lain.
