Sariawan Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Sinyal Awal Kanker Mulut

Author: Qoo Media

Sariawan yang biasanya sembuh dalam 1–2 minggu tidak boleh dianggap sepele jika bertahan lebih lama dari itu. Kondisi ini bisa saja hanya iritasi biasa, tetapi juga dapat menjadi salah satu tanda awal kanker mulut, terutama bila muncul bersama gejala lain yang tidak kunjung hilang.

Kanker mulut atau oral squamous cell carcinoma (OSCC) kerap berkembang diam-diam tanpa gejala yang jelas di fase awal. Menurut referensi dari Times of India yang dikutip Beritasatu.com, penyakit ini termasuk salah satu kanker kepala dan leher yang paling umum dan lebih sering menyerang kelompok usia 60 tahun ke atas.

Mengapa sariawan yang menetap perlu diperiksa

Sariawan biasa umumnya membaik sendiri dalam satu hingga dua minggu. Jika luka di mulut tetap ada setelah 2–3 minggu, dokter perlu memeriksanya karena kondisi itu tidak lagi masuk kategori sariawan ringan biasa.

Dalam banyak kasus, lesi awal di mulut tidak menimbulkan nyeri yang berat. Karena itu, pasien sering menunda pemeriksaan dan mencoba mengobatinya sendiri, padahal deteksi dini penting untuk memperbesar peluang keberhasilan terapi.

Tanda lain yang perlu diwaspadai

Gejala kanker mulut tidak selalu terlihat mencolok pada awalnya. Perubahan kecil yang menetap justru sering menjadi petunjuk pertama yang muncul di area bibir, lidah, langit-langit mulut, dasar mulut, atau tenggorokan.

  1. Bercak putih atau merah yang tidak hilang.
  2. Nyeri ringan atau rasa tidak nyaman saat mengunyah dan menelan.
  3. Benjolan kecil atau penebalan jaringan di mulut.
  4. Mati rasa pada bibir atau lidah.
  5. Gigi goyang tanpa sebab yang jelas.
  6. Suara serak yang menetap.
  7. Pendarahan di mulut yang tidak bisa dijelaskan.
  8. Bau mulut yang terus-menerus.
  9. Penurunan kemampuan mengecap rasa.

Keluhan-keluhan tersebut bukan berarti selalu kanker, tetapi pemeriksaan medis tetap diperlukan jika gejalanya tidak membaik. Dokter gigi biasanya menjadi tenaga kesehatan pertama yang bisa menemukan lesi prakanker saat pemeriksaan rutin.

Siapa yang lebih berisiko

OSCC paling sering ditemukan pada orang lanjut usia, tetapi risiko bisa meningkat pada siapa saja yang memiliki kebiasaan tertentu. Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebersihan mulut yang buruk, serta iritasi kronis di rongga mulut dapat ikut memicu masalah.

Faktor lain seperti luka yang terus teriritasi, kondisi mulut yang tidak terawat, dan kebiasaan mengabaikan pemeriksaan gigi juga membuat deteksi menjadi terlambat. Karena itu, perubahan kecil di mulut sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut.

Kapan harus ke dokter

Bila sariawan tidak sembuh setelah 2–3 minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi atau dokter spesialis terkait. Pemeriksaan juga penting jika luka mulut muncul berulang di tempat yang sama, membesar, atau disertai perdarahan dan kesulitan menelan.

Pemeriksaan dini memungkinkan dokter menilai apakah kelainan itu hanya luka biasa, infeksi, atau perubahan jaringan yang perlu penanganan lebih lanjut. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pengobatan berjalan efektif dan mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih berat.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan

  1. Catat berapa lama sariawan bertahan.
  2. Perhatikan apakah ukurannya berubah atau terasa makin nyeri.
  3. Hindari kebiasaan merokok dan alkohol.
  4. Jaga kebersihan mulut dengan rutin menyikat gigi dan membersihkan lidah.
  5. Lakukan pemeriksaan gigi berkala, meski tidak ada keluhan besar.

Pemeriksaan gigi rutin sering menjadi cara paling efektif untuk menemukan perubahan abnormal yang tidak disadari pasien. Jika sariawan tak kunjung sembuh disertai bercak, benjolan, atau gangguan menelan, pemeriksaan medis tidak boleh ditunda karena gejala awal kanker mulut sering kali tampak ringan sebelum berkembang lebih serius.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru